Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 53 Aku Kembali


__ADS_3

Rea masuk ke kamarnya, merebahkan dirinya diranjang yang sudah hampir seminggu tidak dia tempati, menarik bantal kemudian telungkup mengganjal dagunya dengan bantal, membuka HP yang sudah 4 hari tidak dia sentuh, tangannya mulai bergerak menggeser, mengecek satu persatu chat yang masuk di HPnya.


Gadis itu melihat chat dari Sevia dan Cindy menanyakan keadannya, kenapa tiba-tiba ada orang yang datang menjemputnya jauh-jauh ke lokasi study wisata


Rea : aku baik-baik saja, apa kalian mau main kerumahku setelah pulang sekolah hari ini? Aku sendirian nih


Sevia : kamu sudah pulang? share lokasi rumahmu nanti sepulang sekolah aku dan Cindy main kesana


Rea mengirim lokasi rumahnya ke Sevia kemudian menggeser chat nya lagi


Ivy : semangat Rea sayang, jangan sedih terus donk


Lisa : Rea, apa kamu butuh di teman? bilang aja ya nanti aku ijin mamaku buat nginep dirumahmu


Rea membalas pesan Ivy


Rea : makasih ya girl, semangat kok, oh ya Aku udah balik ke XX ini, maaf ya kemarin ga bisa ngobrol kita pas pemakaman kakek


Kemudian Bergerak membalas pesan Lisa


Rea : Hey Lis, maaf Aku ga buka HP 4hari ini, aku udah balik ke Kota XX, maaf tidak berpamitan dan tidak menemuimu saat datang dipemakaman kakekku, makasih banget


Kemudian Rea menggeser lagi, ada 10 pesan tak terbaca dari seorang cowok yang dia sukai, siapa lagi kalau bukan Elang, gadis itu menggeser panggilan yang tak terjawab diaplikasi chatnya itu, Langit 12 kali, Rea menghembuskan nafasnya


"Pasti dia kawatir banget" ucap Rea sambil membalikkan tubuhnya mengganti posisi nya menjadi tiduran, Masih memegang HP membuka chat dari Elang


*Ada apa? Kenapa pergi tiba-tiba


Ada masalah apa Re, please balas pesanku


Jangan membuatku kawatir seperti ini

__ADS_1


Apa kamu baik-baik saja?


Kamu ga balas pesanku dan juga tidak masuk hari ini ada masalah apa?


Kata Bu Anisa kepentingan keluarga, kamu baik-baik aja kan?


Please, balas pesanku Re aku kawatir banget sama keadaan kamu


Rea, aku tau kamu dan Arkan ternyata dijemput pulang bersama, ada apa? Apa papa atau mamamu sakit?


Ini sudah 2 hari kamu ga ada kabar, apa kamu baik-baik saja?


Rea please aku ga bisa kayak gini, aku ga bisa ga mikirin kamu*


Deretan pesan Elang membuat dia merasa sangat bersalah.


Rea : Elang, maafin aku, aku ga sempet pamitan kemarin, dan sampai di XX aku ga pegang HP sama sekali, ini aku udah pulang, mungkin minggu depan aku baru masuk sekolah, sekalian bolosnya hehehehe, maaf belum bisa cerita alasan pergiku yang mendadak itu


Terlihat notifikasi sudah dibaca tapi tidak dibalas oleh cowok itu, Rea hanya menghela nafas.


Seseorang mengetuk pintu kamar Rea, membuka lebih lebar pintu yang memang tidak ditutup rapat oleh sang pemilik kamar.


"Bibi boleh masuk Non?"


ternyata bi Ulfa yang juga terlihat membawa kopernya


"Masuk Bi, udah selesai belanja nya? tiba-tiba aku ingin makan nugget, bi Ulfa tadi beli ga?" tanya Rea dengan senyum yang mengembang dibibirnya


Wanita itu mendekat kemudian berdiri didepan Rea


"Non Rea baik-baik aja Kan?"

__ADS_1


Gadis itu tersenyum "iya Bi, jangan kawatir"


Wanita itu tau nonanya kadang suka bohong untuk menutupi perasaannya, mulutnya bisa bilang baik-baik saja tapi setelah itu menangis lama sendiri didalam kamar.


"Em...itu Non dibawah"


"Ada apa bi dibawah?" tanya Rea penasaran


"Nyonya Lidia ada ada dibawah"


"Apa?"


Rea terhenyak bergegas turun berjalan ke arah pintu melihat mamanya sedang memerintahkan pak Rahmat dan laki-laki yang kemungkinan adalah sopir taxi membawa masuk 3 buah koper besar dan beberapa paper bag. Mama nya terlihat melepas kacamata kemudian berjalan mendekat ke arahnya.


"Mama tau alamat rumah ini dari mana?" Rea merasa bodoh menanyakan pertanyaan seperti itu "sudah pasti dari Om Andi" menjawab pertanyaan nya sendiri.


"Mama mau tinggal sama kamu disini" jawab Lidia enteng sambil masuk kedalam


Berhenti untuk memberikan ongkos taxi kepada bapak tadi yang langsung keluar rumah setelah mengucapkan terima kasih kepada mamanya


"Bi tolong bikinin jus jeruk ya, haus nih, yang punya rumah ga peka" perintah Lidia ke bi Ulfa yang dari tadi sudah berdiri disana kemudian duduk disofa ruang TV


"Mama kan punya rumah sendiri" tanya Rea


"Wartawan sedang berkerumun menunggu mama disana"


"Jadi mama kabur kesini?" Rea masih berdiri "memang ini tempat persembunyian?" sindir Rea


"Em....bisa dibilang begitu" sahut Lidia enteng


"Terserah mama aja, asal mama ga gangguin aku" ucap Rea sambil berlalu pergi kembali ke kamarnya

__ADS_1


Lidia hanya tersenyum, menyandarkan punggung nya ke sofa, sebelum press conference yang dia lakukan tadi pagi, dia sudah memutuskan untuk menyusul Rea ke kota XX, berniat memperbaiki hubunganya dengan anaknya, dia ingin mencoba menjadi mama yang baik karena selama ini dia sadar kurang memberikan perhatian ke anak satu-satunya itu.


"Semoga belum terlambat untuk mama" ucap Lidia lirih


__ADS_2