
Disebuah bumi perkemahan semua anak tengah sibuk memasang tenda bersama regu mereka, tak terkecuali regu mawar pimpinan Sevia yang dengan semangat dan saling bantu mendirikan tenda yang selama dua malam akan menjadi rumah sementara mereka, susunan tenda regu putri dibuat saling berhadapan dengan tenda regu putra dengan jarak bentang lapangan yang memisahkan. Karena sedikit bercanda diawal regu Sevia terlihat ketinggalan dari regu lainnya dalam mendirikan tenda.
Rea dan Cindy sedang memasang satu persatu bambu yang dibuat sebagai pagar tenda dengan sedikit manahan malu, bagaimana tidak? mereka tak menyangka Vira yang diberi tugas untuk membuat pagar memilih warna pink mencolok untuk pagar tenda mereka.
Seorang cowok mendekat untuk membantu Rea dan Cindy, Rea tersenyum sesaat dia terpana melihat sahabatnya yang sangat keren memakai seragam pramuka.
Arkan berjongkok disampingnya kemudian bertanya kemana pacarnya yang sepertinya tidak ikut kegiatan perkemahan ini, Rea menjawab kalau Elang sudah pernah ikut kemah jadi dia mendapat dispensasi untuk tidak ikut kemah lagi.
"Apa dia bodoh sampai tidak naik kelas dua kali," ejek Arkan.
Rea tersenyum sambil memegangi pagar bambu yang masih belum terpasang.
"Alasan dia ga naik kelas yang pertama karena dulu dia selalu ikut pindah-pindah papanya, kedua karena dia sering ikut lomba basket dan pernah mengalami kecelakaan juga, jadi dia ketinggalan pelajaran gitu Arkana," ucap Rea memberi penjelasan kepada sahabatnya.
"Jelas banget ngebelanya, gak rela pacarnya diejek ya?," cibir Arkan yang masih berjongkok dan bergeser memasang pagar milik regu Rea.
Sementara gadis itu memilih tersenyum sambil ikut berjongkok dan bergeser memperhatikan apa yang Arkan kerjakan.
"Ar, kamu belum ngasih kado ulang tahun buat aku tau, jahat," ucap Rea sambil menggelembungkan pipinya.
"Buat apa? Kamu pasti sudah dapat kado yang kamu pengen dari Elang."
"Enggak, aku ga dapat apa yang aku mau dari dia."
"Memang kamu minta apa ke Elang?" tanya Arkan penasaran.
"Putus."
Arkan yang hampir menancapkan pagar ketanah terlihat terkejut kemudian menatap ke arah Rea yang menggigit bibir bawahnya.
"Jadi maksudmu Elang ga mau putus sama kamu?"
"Hem..iya."
"Kamu pasti senang," ucap cowok itu sambil melanjutkan apa yang sedang dia kerjaan. Rea terdiam tidak ingin menjawab pertanyaan dari Arkan memilih mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Kado Ar aku minta kado," ucap Rea manja.
"Minta apa cepet bilang," Arkan menjawab dengan sedikit kesal.
"Es ABCD uncle muthu," canda Rea.
"Eh dasar, udah tujuh belas tahun masih suka nonton upin ipin dasar Susanti."
Rea tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat Arkan lalu tanpa sengaja mendorong tubuh Arkan sampai terjengkang, cowok itu menatap Rea dengan pandangan pura-pura kesal kemudian membalas mendorong tubuh sahabatnya itu, Rea kesal tapi Arkan tidak perduli dan melanjutkan membantu memasang pagar.
Sevia masuk kedalam tenda mengambil botol air minumnya kemudian menenggaknya cepat, Ia merasa kehausan, setelah memasang tenda mereka langsung mengikuti upacara pembukaan, wajar saja regu mereka tidak sempat beristirahat karena mereka yang paling lama mendirikan tenda.
Sementara Rea memilih tiduran terlentang didalam tenda sambil mengipasi badannya dengan topi pramuka miliknya. Cindy mendekat menempelkan kaleng minuman yang berembun kepipi temannya itu, Rea tertawa meraihnya kemudian memutar-mutar kaleng itu keseluruh permukaan wajahnya, belum ada sepuluh menit mereka beristirahat tiba-tiba peluit berbunyi lagi, mereka harus berkumpul ditengah lapangan untuk mengikuti lomba tentang pengetahuan kepramukaan, sang pembina berkata untuk tiga kelompok yang mendapat nilai tertinggi akan maju kebabak final.
Regu Sevia benar-benar bersemangat, mereka dengan cepat berusaha menyelesaikan soal-soal itu, tidak sia-sia mereka menggunakan trik pembagian hafalan untuk kelompok mereka, alhasil regu mawar benar-benar lolos ke babak final, mereka berpelukan berputar-putar sambil melompat kegirangan.
Ada tiga regu yang lolos dibabak final yaitu regu mawar yang diketuai Sevia, regu anggrek dan regu harimau yang merupakan kelompok dari satu-satunya regu putra, dan regu itu adalah regu dimana Arkan menjadi wakil ketua.
Mereka berbaris sesuai regu kemudian duduk, memandangi wajah saingan mereka seolah-olah sedang memperebutkan hadiah bernilai ratusan juta, agar terkesan lebih seru semua regu yang gagal diminta untuk tetap dilapangan menjadi supporter.
Nilai ketiga regu tidak jauh berbeda, mereka saling mengejar ketinggalan dengan bergantian berlari mencabut bendera dan menjawab pertanyaan, riuh tepuk tangan dan sorakan menggema dilapangan, sampai hampir dipertanyaan terakhir regu anggrek gagal dan hanya menyisakan regu mawar dan harimau.
Rea saling melempar pandang dengan Arkan, naluri persaingan mereka berkobar, mereka dengan serius mendengarkan soal terakhir yang pembina bacakan, sang pembina meletakkan sebuah peluit dimulutnya, kode Morse adalah soal terakhir yang harus kedua regu pecahkan, kedua regu fokus mendengarkan bunyi peluit yang mulai ditiup.
Pendek pendek
Pendek panjang pendek pendek
Panjang panjang panjang
Pendek pendek pendek panjang
Pendek
Panjang pendek panjang panjang
__ADS_1
Panjang panjang panjang
Pendek pendek panjang
Rea tau jawaban dari kode morse itu kemudian berlari ke arah bendera, tanpa dia sadari Arkan juga sudah berlari kearah yang sama, tapi cowok itu kalah start beberapa detik dibelakang Rea, tidak sia-sia setiap seminggu sekali Rea melakukan olahraga dengan ber-jogging, bendera semafor itu bisa diraihnya. Dengan napas yang masih memburu Rea mengucapkan jawabannya sambil menoleh untuk melihat ke arah lawannya berniat ingin mengejek.
"I LOVE YOU," gadis itu mengucapkan jawaban dari kode morse yang menjadi pertanyaan terakhir lomba itu dengan suara lantang.
Blunder dia mengucapkan itu sambil tertawa menatap wajah yang tidak dia duga adalah Arkan, terang saja cowok itu tersenyum sambil masih mengatur napasnya juga.
" I love you too," ucap Arkan sambil tersenyum menggoda sahabatnya, sontak semua yang mendengar ataupun yang hanya melihat gerakan bibir Arkan bertepuk tangan sambil bersorak.
Sang pembina meniup peluit panjang dan mengumumkan bahwa regu mawar menjadi pemenang. Sementara teman regunya bersorak merayakan kemenangan, Rea masih berdiri memegang bendera semafor sambil melempar pandang dengan Arkan.
"Aku pastiin kamu bakal jadi cewekku Re, pasti! Jika tidak sekarang, besok, lusa, sebulan lagi, satu tahun lagi, tujuh tahun lagi, terserah, aku akan terus nunggu kamu."
"Itu hanya jawaban sebuah soal tapi kenapa saat mengucapkannya didepan kamu rasanya beda Ar?"
Mereka masih terpaku, tenggelam dalam pikiran masing-masing.
-
-
-
-
-
BONUS PICT
Arkana 😜😜😜😜
__ADS_1