Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 15 Cafe Dan Cucian


__ADS_3


Setelah jam istirahat selesai Rea belum langsung pulang beberapa anak yang lain pun sama, mereka memilih membahas tugas seni musik mereka dulu, Rea dan kelompoknya duduk berdekatan. Tugas dari Pak Anton adalah menyanyi kelompok diiringi musik.


"Elang bisa main gitar," ucap Randy.


"Dan kita berempat bisa bernyanyi," sahut Vira.


Ya, Randy dan Vira adalah nama dua siswa yang ada di kelompok mereka selain Elang, Cindy dan Rea.


"Aku ikut saja, gimana enaknya," sahut Rea tanpa menoleh, gadis itu menatap layar ponselnya dan tengah sibuk membalas pesan.


Elang melirik dengan muka kesal "Bisa ga kalau lagi diskusi kelompok gini ga mainan HP dulu?"


Rea menghentikan tangannya yang sedang menulis pesan, kemudian memperlihatkan HPnya ke muka Elang dengan sedikit kesal"aku ga sedang main, aku lagi balas pesan penting."


Elang hanya sekilas menatap HP didepan mukanya.


"Lagian ini sudah bukan jam pelajaran, gapapa kan aku balas, pesan ini dari kakekku," gadis itu menatap kearah teman kelompoknya dengan pandangan mata mengiba kecuali Elang, dia tidak melihat ke arah cowok itu.


Teman kelompoknya termasuk Cindy menganggukkan kepala membuat Elang merasa kalah. Pesan di HP Rea ternyata tidak cuma dari kakeknya, dan saat dihardik Elang tadi dia sedang membalas pesan dari Arkan.


"Rea, bagaimana kabar kamu? Apa kamu Sudah tau kalau ayahmu sudah keluar dari rumah sakit?" ~ kakek.


"Baik kek, iya om Andi udah ngasih tau aku kok, bagaimana dengan kakek? Aku harap kakek sehat-sehat saja." ~ Rea.


Rea membalas pesan dengan berpura-pura bahwa ia tau kalau ayahnya sudah keluar dari rumah sakit, padahal dia baru tau saat membaca pesan dari kakeknya tadi. Rea kemudian beralih kepesan lain yang dia terima.


"Jaga kesehatan, belajar yang benar, aku kangen kamu." ~ Arkan.

__ADS_1


Rea tersenyum senang kemudian membalas pesan Arkan sambil melirik ke arah Elang yang sedang berbicara dengan Randy.


"Ar, seperti nya aku sudah menemukan kakakku." ~ Rea


"Baguslah, biar kamu bisa cepat kembali kesini." ~ Arkan


"Aku seperti nya ingin agak lama disini, aku sudah mulai bisa beradaptasi dengan teman-teman baru disini," ~ Rea


Arkan tidak membalas pesan Rea setelahnya, dan gadis itu mengernyitkan dahinya.


"Tumben dia ga balas lagi, padahal biasanya aku yang selalu mengakhiri percakapan lebih dulu."


Setelah mereka sepakat dengan pembagian tugas akhirnya diskusi yang tidak benar-benar Rea ikuti itu selesai, mereka lalu bergegas untuk pulang.


Elang memarkirkan motornya didepan sebuah kafe, persis disebelah kafe itu terdapat cucian mobil dan motor yang kelihatanya masih milik satu orang, Elang masuk kedalam ruang karyawan, mengganti bajunya dan meletakkan tasnya.


Elang keluar menuju mobil customer, meminta kunci mobil dari sang pemilik, dilihatnya mobil yang akan dia cuci itu, dia sedikit heran karena jarang ada yang punya mobil seperti ini dikotanya, dengan hati-hati cowok itu memajukan mobil dan menempatkannya pada posisi yang benar sebelum mulai dicuci. Sang pemilik mobil terlihat menunggu sambil duduk dikursi ruang tunggu.


Seorang gadis keluar dari kafe membawa segelas lemon tea dan roti bakar, ia berjalan menuju ruang tunggu cucian, gadis itu sempat melirik ke arah Elang yang sedang menyemprotkan air dan cairan busa kearah sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam.


Gadis itu meletakkan lemon tea dan roti bakar yang dia bawa diatas meja didepan seorang laki-laki.


"Dimakan ya pak!" ucapnya.


"Walah, ga usah repot repot Re, bapak tadi udah makan kok," ucap laki-laki itu.


"Gapapa, dari pada pak Rahmat bengong di sini ga ngapa-ngapain," sahut Rea.


Dia keluar dari ruang tunggu cucian, menatap Elang yang masih sibuk menyemprotkan air ke mobil yang harus dia bersihkan. Pandangan mereka bertemu Rea terlihat kaget kemudian mengambil langkah seribu, ia buru-buru masuk ke dalam kafe. Elang hanya tersenyum melihat Rea yang salah tingkah.

__ADS_1


"Menggemaskan sekali," bisik Elang.


-


-


-


-


-


-


-


Thanks for Reading Guys


Ini adalah karya pertamaku jadi mohon maaf jika masih banyak kekurangan.


Tolong support dengan LIKE πŸ‘ dan KOMEN jangan lupa VOTE cerita ini πŸ’•πŸ’•


Caranya VOTE kembali kehalaman utama profil aku dan silahkan klik bintang yang ada disebelah kanan seperti gambar dibawah ini.


BERI 🌟🌟🌟🌟🌟 lima bintang


Terima kasih


__ADS_1


__ADS_2