
Rea kembali mendekati Arkan yang masih duduk disofa, wajahnya terlihat sangat kesal, Rea hanya tertawa kemudian bertanya apakah cowok itu ingin beristirahat di kamarnya, Arkan menganggukkan kepala.
Dengan susah payah Rea memapah Arkan sampai kekamarnya dilantai atas, menduduk kan cowok itu diatas kasurnya.
"Sumpah berat banget sih badan kamu" ledek Rea ke Arkan sambil meletakkan kedua tanggannya di pinggang.
"Oh ya nanti malam aku mau mengantar Lisa dan Ivy ke Bandara untuk pulang, aku akan meminta mama atau pak Rahmat menemanimu. "
"Hem..." jawab Arkan sambil memalingkan mukanya.
"Besok ga usah sekolah dulu kalau masih ga bisa jalan" ucap Rea.
"Ga, besok aku mau masuk, kamu tadi janji mau jadi kakiku sampai aku sembuh."
"Kapan aku bilang kayak gitu?"
"Ah pokoknya aku mau kayak gitu" rengek Arkan.
Rea yang melihat Arkan merengek menjadi terheran-heran, kedua tangannya dia pakai untuk memegang kepala cowok itu.
"Ar serius deh tadi kepalamu kepentok lantai ga sih, apa kita ke rumah sakit aja? aku takut ada saraf didalam kepalamu yang geser" ucap Rea.
Arkan menepis tangan Rea kasar, sebelum merebahkan dirinya membelakangi gadis itu, kemudian menarik selimutnya sampai menutupi seluruh badannya.
Rea tersenyum kemudian meninggalkan cowok yang sedang merajuk itu sendirian dikamar.
Malam hari setelah mengantarkan kedua temannya, Rea meminta pak Rahmat mengantarnya ke My Cafe karena dia sudah janji bertemu dengan Elang.
"Bapak pulang aja ya, ga usah nungguin aku" perintahnya ke pak Rahmat.
Begitu keluar dari mobil pacarnya sudah menunggu didepan pintu kafe, berjalan mendekat ke arah Rea seperti tidak sabar menunggu gadis itu untuk berjalan mendekatinya.
"Bagaimana keadaan Arkan?"
Memang tadi pagi Rea mengirimkan pesan perihal dirinya dan Arkan yang jatuh dari anak tangga kepada Elang.
"Pas aku tinggal dia masih diatas kasurnya masih belum bisa jalan, semoga besok dia udah baik-baik aja."
Rea melihat kafe agak sepi malam itu mungkin karena besok hari Senin, Elang mengajak gadis itu naik ke lantai atas, Rea ikut saja mengekor dibelakang.
Sampai diatas Elang melebarkan sebuah karpet kecil disamping pembatas balkon untuk alas mereka duduk.
"Tunggu disini, aku kebawah sebentar buat ngambil cemilan dan minum."
Rea tersenyum mengiyakan kemudian duduk, memandangi punggung cowok itu menuruni anak tangga sampai tidak terlihat.
Tangannya meraih HPnya melihat beberapa chat yang belum sempat dia baca, ada pesan dari Laras yang memintanya menjaga Arkan, kemudian ada beberapa pesan di group chat teman ceweknya, Sevia meminta kontak Lisa dan Ivy ingin berterima kasih karena sudah ditraktir banyak saat menemani mereka jalan-jalan tadi, yang menarik perhatian Rea tentu saja pesan dari sahabatnya yang sedang merajuk tidak jelas saat dia tinggal tadi.
Arkan : Tante Lidia bilang kamu minta ijin bertemu Elang setelah mengantar Lisa dan Ivy, awas kalau sampai berani melakukan hal yang seperti kita lakukan tadi pagi.
Rea tertawa kemudian membalas pesan Arkan.
Rea : Memang kita tadi pagi ngapain? Oh maksudmu terguling jatuh berdua dari tangga, jelas itu ga mungkin terjadi lagi, aku akan hati-hati.
__ADS_1
Di layar HP Rea terlihat tanda bahwa Arkan sedang membalas pesan itu, tapi Rea buru-buru memasukkan HPnya kedalam tas saat melihat Elang berjalan membawa sebuah nampan berisi minuman kesukaannya dan beberapa makanan.
"Udaranya tidak begitu dingin kan? kalau dingin kita masuk kedalam aja" ucap Elang sembari meletakkan nampan diantara mereka berdua.
"Enggak kok, disini asyik bisa lihat mobil lalu lalang."
Mereka pun ngobrol sambil menikmati makanan dan minuman didepan mereka.
"Oh ya apa kamu mau kapan-kapan ikut aku ke panti asuhan?" tanya Elang.
"Hem boleh, apa kamu sering kesana? ke Panti asuhan sinar harapan, benar itu kan namanya?"
"Dari mana kamu tau? apa aku pernah cerita?"
"Aku pernah liat di status Ken" Rea menggigit sedotan minumannya takut kalau cowok didepannya menganggap dirinya terlalu kepo dengan urusan orang.
Elang tersenyum, kemudian menyuapkan French fries ke mulut Rea.
"Lang ambil gitar, mainkan satu lagu untukku" pinta Rea.
Elang mengernyitkan dahi tapi langsung berdiri masuk kedalam, tak lama dia keluar membawa gitar miliknya.
"Apa lagu yang ingin kamu dengar?" tanya Elang.
Rea mengambil HP nya, menggeser nampan agak menjauh dari mereka agar mereka bisa duduk saling berhadapan, kemudian memutar sebuah lagu milik Elvis presley yang berjudul can't help falling in love dari laman perambah musik.
"Kamu suka banget sama hal-hal yang berbau jadul, seperti musik klasik sedih yang sering kamu dengar itu."
Rea tertawa mendengar ejekan Elang.
Elang tertawa mendengar jawaban Rea.
"Tapi aku belum pernah sama sekali memainkan lagu itu, coba kemarikan HPmu."
Rea menyerahkan HPnya ke Elang, cowok itu melihat notifikasi di layar ponsel Rea.
"Ada pesan dari Arkan, apa tidak mau kamu baca?"
Rea menggelengkan kepalanya.
Gadis itu memandangi cowok didepan nya yang sedang memegang ponsel mencari chord lagu yang ingin dia dengar, matanya menjelajahi setiap lekuk wajah Elang, kemudian berhenti memandang agak lama ke arah bibir cowok itu.
"Ketemu!"
Kata-kata Elang membuat Rea tersentak kaget.
"Bentar aku coba latihan dulu."
Elang kemudian mulai memetik gitarnya sambil sesekali melirik contekan chord dilayar HP. Setelah tiga kali mencoba akhirnya dia bisa lancar memainkan lagu yang diminta pacarnya tadi.
Mulutnya hampir menyanyikan lirik lagu itu, tapi gadis didepannya sudah membuka mulutnya terlebih dulu, penuh penghayatan menyanyikan lirik lagu itu.
Wise men say only fools rush in
__ADS_1
But I can't help falling in love with you
Shall I stay?
Would it be a sin
If I can't help falling in love with you?
Like a river flows surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand, take my whole life too
For I can't help falling in love with you
Mereka tersenyum sesaat setelah menyelesaikan lagu itu, tapi kemudian secara tiba-tiba Rea mendaratkan bibirnya tepat dibibir Elang, hanya sekilas kemudian memundurkan kepalanya.
Elang terkejut mendapat ciuman tak terduga dari gadis yang dia anggap polos itu, meletakkan gitarnya lalu mengulangi lagi apa yang Rea lakukan ke dirinya tadi, gadis itu kaget tangannya menyentuh layar HP didekatnya menggeser tab laman aplikasi peramban miliknya, lagu yang baru saja dia nyanyikan tanpa sengaja terputar.
Wise men say only fools rush in
(Orang bijak berkata, hanya orang bodoh yang suka tergesa-gesa)
But I can't help falling in love with you
(Tapi aku tidak bisa berhenti jatuh cinta padamu)
Shall I stay would it be a sin
(Haruskah aku tetap seperti ini, akankah ini menjadi dosa)
If I can't help falling in love with you
(Jika aku tidak bisa berhenti jatuh cinta padamu)
Bibir mereka masih bertautan, mata Rea terpejam, gadis itu sedang merasakan perang batin didalam lubuk hatinya , berharap ucapan ayahnya yang mengatakan kalau dia bukan anak kandungnya itu tidak benar, tapi disisi lain dia juga berharap kalau dia benar bukan anak dari ayahnya.
-
-
-
-
-
-
Hi reader, buat yang setia baca sampai part ini jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTE ya 💕💕💕
__ADS_1
Thanks you so Much 💕