
Setelah selesai dari museum mereka menuju lokasi selanjutnya, sebuah pantai yang terkenal akan pasirnya yang putih. Mereka akan menghabiskan waktu disana sampai matahari tenggelam. Anak-anak sudah berhamburan menuju bibir pantai, karena inilah yang mereka tunggu-tunggu bermain air sepuasnya.
Vira, Cindy dan Sevia menunggu Rea yang sedang di kamar mandi, mereka bertiga terkejut melihat Rea keluar dari kamar mandi dengan rok terusan selutut berwarna cream bermotif bunga-bunga Cerah.
"Serius?" tanya Vira
"Masa kalian mau bermain dipantai dengan kaos dan celana jeans?" tanya Rea
Gadis itu kemudian memutar matanya melihat penjual baju dan pernak pernik disekitar pantai kemudian menarik tangan Sevia, mengajak Cindy dan Vira juga. Disana Rea meminta ketiga temannya memilih rok yang bentuknya sama dengan yang dia pakai. Sementara temannya asik memilih rok, Rea memilih topi pantai untuk melengkapi penampilannya karena dia lupa bawa dari rumah. Saat melepaskan topi kedua yang dia coba, tiba-tiba seseorang memakaikan topi ke kepala Rea.
"Lebih cocok yang ini" sambil masuk kedalam toko pernak pernik itu, Rea tau betul siapa cowok itu dari baju yang dia pakai.
Setelah selesai memilih Rea segera meminta temannya mengganti baju mereka. Rea berkata baju yang mereka pilih adalah kenang-kenangan dari dia.
Setelah temannya selesai berganti baju mereka berjalan bersama menuju bibir pantai berlagak bak super model, semua yang ada disana menatap kearah mereka.
"Mereka pada ngliatin kita ya kan?" tanya Cindy
"Aku kok jadi grogi" sahut Vira
"Jangan salahkan aku kalau setelah ini ada yang nembak kalian" balas Rea sambil membenarkan letak topi pantai yang dia beli barusan
Ketiga temannya itu tersenyum senang mendengar perkataan Rea, kemudian mereka lanjut berjalan dengan penuh rasa percaya diri.
Mereka mengambil beberapa foto bersama, dengan beragam pose. Benar saja banyak siswa laki-laki yang memandang kearah mereka. Rea menatap kearah laut lepas, tangan kanannya memegang topinya takut terbawa angin.
__ADS_1
Cekrek Cekrek
Cowok yang memilihkan topi tadi mengambil foto nya berkali-kali secara diam-diam.
Arkan duduk dibibir pantai sambil memandang Rea yang sedang bermain air bersama temannya dari kejauhan, tak berniat mendekat karena agak sedikit kesal
"Bagaimana mungkin dia tidak mengerti arti suka yang aku maksud, Dasar Rea, kenapa juga dia berganti baju dan berpenampilan seperti itu"
Tiba-tiba seorang cowok datang mendekat, Arkan yang duduk langsung berdiri bangun, Elang yang masih mencoba mengambil foto menurunkan HPnya, cowok itu melewati Rea begitu saja, kemudian berdiri didepan Vira yang tak jauh dari Rea, berlutut seperti adegan di film-film romantis, kemudian berkata sambil mengulurkan boneka teddy bear berwarna coklat
"Vir, mau ga jadi pacar aku? "
Sontak mulut Vira menganga lebar, Rea Cindy dan Sevia tak kalah terkejut dengan pemandangan didepan mereka, anak-anak yang sedang bermain didekat situpun ikut terkejut.
Cindy reflek mengarahkan HP nya kearah Vira dan Randy untuk mengambil gambar mereka
"Lihat kelakuan anak jaman sekarang" Pak Lucky berbicara kepada Bu Anisa yang duduk disampingnya
"Hahahaha, Randy bisa romantis juga ternyata" sahut Bu Anisa
"Heh.. Pacaran itu tidak romantis, romantis itu seperti aku, yang akan langsung datang menemui orang tuamu"
Bu Anisa tersipu malu, mebenturkan lengan tangannya ke tangan Pak Lucky
Anak yang lain berteriak "jadian... Jadian"
__ADS_1
Rea masih tersenyum melihat adegan didepannya, wajahnya terlihat ikut berbunga-bunga. Berharap dihatinya ada cowok yang akan melakukan hal yang sama kayak Randy.
------
Anak-anak sudah duduk berjajar rapi ingin melihat sunset dari pantai itu, Vira dan Randy duduk agak jauh berdua, mereka sepertinya merasa sekarang dunia hanya milik berdua, Rea menatap mereka kemudian tersenyum, Elang tanpa permisi duduk di samping Rea, memegang pergelangan tangan kanan Rea, kemudian memakaikan sebuah gelang vintage yang dia beli dari toko pernak pernik tadi. Rea memandang ke arah Elang dengan penuh tanda tanya.
"Kenang-kenangan" ucap Elang memandang Rea, kemudian memalingkan wajahnya untuk melihat matahari yang sudah hampir terbenam disana
Rea tersenyum memegang gelang yang Elang pakaikan dengan tangan kirinya. Ada Huruf yang menggantung disana R E. Rea mengernyitkan dahi nya. Elang menatap kearahnya lagi.
"Re.... "
Rea terkejut jantungnya hampir meloncat keluar.
"Nama panggilanmu"
Rea tersenyum mencoba mentupi rasa terkejutnya. Dia pikir adalah inisal Rea dan Elang.
"Mikir apa sih re" bisik Rea dalam hati
Beruntung Arkan tidak melihat adegan itu sekarang, karena sedang sibuk ke stand penjual pernak pernik, mencari hadiah untuk gadis yang disukai nya, yang sekarang tanpa dia sadari sedang melihat sunset berdua dengan cowok lain.
"Ayo kita ambil foto selfie" ajak Rea
Elang kemudian menggeser badannya lebih dekat ke Rea.
__ADS_1