Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 30 Jeda Hari Pertama


__ADS_3


Hari pertama lomba jeda tengah semester, hari pertama juga untuk Arkan masuk ke sekolah yang sama dengan Rea, beda nya dia sudah memakai seragam yang sama seperti anak anak yang lain, tidak Ada drama salah seragam seperti Rea di awal masuk sekolah , semua siswa sudah diluar kelas karena kelas mereka akan di nilai untuk lomba kebersihan dan keindahan. Anak-anak sudah berkumpul di lapangan basket ingin menyaksikan lomba basket antar kelas.


Arkan memandang sekeliling mencari keberadaan Rea, kemudian dia sadar harus ke ruang kepala sekolah, sayang diruang yang dia tuju dia tidak bisa menemui kepala sekolah, dari pada menunggu didepan ruang kepala sekolah seperti kurang kerjaan, dia memilih mencari tau apa yang membuat anak anak berlarian antusias, dia mengikuti anak anak itu, yang diikuti berhenti di sebuah lapangan basket, Arkan melihat banyak anak sudah duduk lesehan dipinggir lapangan, tapi belum menemukan orang yang dia cari.


"Oh.. ada lomba basket" gumam Arkan dalam hati


Tim kelas Rea Sudah kewalahan, karena sang bintang basket tidak ikut berlomba, Angkanya juga sudah terpaut jauh dari lawannya, Elang sudah dari tadi ingin masuk kelapangan tapi masih ragu karena takut kaki nya belum pulih benar. Rea yang tadi nya duduk diam, gemas melihat tim basket kelasnya jauh tertinggal , gadis itu berdiri berteriak memberi semangat.


"Siapa gadis gila yang berdiri berteriak teriak sendiri heboh seperti itu? gumam Arkan


Tapi kemudian dia tarik kembali kata gadis gila yang sudah dia pikirkan karena ternyata gadis itu adalah gadis yang dia cari. Arkan berlari mendekat kemudian menepuk bahu Rea. Elang yang duduk didekat sana mau tidak mau melihat adegan didepannya.


Rea berbalik melihat Arkan yang sudah ada didepan nya, bukan nya memeluk atau senang Rea malah memegang tangan Arkan.


"Kelas berapa kamu?" tanya Rea


Arkan bingung menjawab pertanyaan Rea karena seharusnya dia tadi bertemu kepala sekolah dulu untuk menanyakan dirinya duduk di kelas berapa.


Melihat salah satu temannya sudah hampir tepar seluruh kelas XI-2 Merasa kasihan


"Udah udah kita ngalah aja" ada seorang siswa yang berteriak seperti itu

__ADS_1


Tapi Rea kemudian menarik Arkan ke dekat wasit kemudian berkata "pak yang itu ganti dia ya" sambil menunjuk ke arah temannya yang hampir tepar tadi lalu menunjuk balik ke Arkan


Arkan sedikit bingung tapi paham maksud Rea


"Aku ga pakai seragam olah raga re" jawab Arkan


Anak anak sudah bersorak sorak, apalagi anak perempuan, melihat Arkan yang berbadan atletis dan ganteng berdiri cool sudah hampir masuk kelapangan basket.


Randy menarik seragam yang dipegang Elang dari tadi, meskipun dia ragu, dia membawa seragam nya kalau-kalau dia terpaksa harus ikut. Randy berlari menyerahkan seragam itu ketangan Arkan


"Ayo Ar, please!!" Rea mengiba sambil melihat temannya yang hampir tepar tadi


"Liat itu poin sama waktu nya, aku ga yakin bisa bantu menang"


Arkan langsung melepaskan seragamnya ditempat dia berdiri, dia memang selalu memakai kaos putih ketat untuk dalaman seragam sekolah nya, alhasil dada bidangnya terlihat jelas membuat anak-anak perempuan semakin histeris, Arkan memakai kaos yang Randy berikan, di bagian kaos jelas tertulis nama Elang.


Rea tertawa, kemudian mendorong Arkan masuk ke lapangan dan membantu keluar teman nya yang hampir tepar tadi.


Rea kembali duduk, dia tidak sadar Elang sedang memandang dengan banyak pertanyaan dipikirannya.


"Wooo... bocah salah masuk kamar" teriak pak Lucky dari luar lapangan saat melihat Arkan yang berdiri bermain tak jauh dari posisi nya.


"Arkan Mas, nama gue Arkan, jangan panggil gue bocah, apalagi pake salah masuk kamar" jawab Arkan sambil fokus bermain menerima operan bola dari temannya, berlari kemudian mencetak point pertama nya, Rea tepuk tangan gembira

__ADS_1


Arkan menatap ke arah Rea, mengedipkan sebelah matanya, tapi malah semua anak perempuan dipinggir lapangan yang ke Ge-er an.


Akhirnya pertandingan selesai, tim kelas Rea tetap kalah, tapi hanya kalah tipis, membuat mereka semakin kecewa.


Arkan keluar dari lapangan kemudian duduk di samping Rea, masih ngos-ngosan , Rea langsung berdiri, tapi tangan nya langsung ditarik Arkan.


"Aku mau beliin kamu minum" teriak Rea


Kemudian Arkan melepaskan pegangan tangannya ke Rea


Elang menatap adegan demi adegan Rea dan Arkan dari tadi, ada perasaan yang mengganjal di dadanya.


Rea kembali membawakan sebotol air mineral dan satu kotak tissue untuk Arkan, penuh perhatian dibukakan botol air mineral itu sebelum dia berikan ke Arkan, Rea kemudian mengambil beberapa helai tissue yang juga dia berikan kepada Arkan.


Elang berdiri dari duduknya


"Lang Seragam olah ragamu gimana?" tanya Randy


"Urusanmu lah, bukan nya tadi kamu yang ngambil" jawab Elang ketus sambil berlalu


Randy segera berdiri menyusul , mendekati Rea dulu lalu berbisik ke telinga gadis itu


"Re ntar seragam nya cuci dulu ya baru di balikin ke Elang"

__ADS_1


"Oke" jawab Rea sambil melihat Randy berlari mengejar Elang yang sudah berjalan jauh didepannya


__ADS_2