Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 56 Budak Cinta


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi Arkan belum juga pulang ke rumah Rea, gadis itu duduk diujung ranjangnya menatap koper Arkan yang dia minta ditaruh dikamarnya.


Sementara cowok itu sedang berbaring dikamar kosnya menatap langit-langit memikirkan sesuatu.


Ketukan dari arah pintu menyadarkan pikirannya.


Arkan duduk di teras kos bersama orang yang mengetuk pintu, siapa lagi kalau bukan tetangga kamar kos yang juga wali kelas nya. Pak Lucky penasaran kenapa Arkan menghilang tiba-tiba dari lokasi study tour waktu itu, meskipun kekasihnya sudah memberi tau alasannya, tapi tetap saya Pak Lucky penasaran ingin mendengar penjelasan dari mulut siswanya sendiri.


Arkan pun menceritakan apa yang terjadi, terdengar beberapa kali ungkapkan keterkejutan dari mulut gurunya.


"jadi kamu sama Rea itu sahabat sejak kecil?"


Arkan hanya menganggukan kepala.


"Hem...jangan-jangan kamu pindah kesini juga karena Rea"


Arkan hanya diam tidak menjawab pertanyaan gurunya itu.


"Pak Lucky punya pacar?" tanyanya


"Kenapa tiba-tiba tanya soal pacar?"

__ADS_1


"Pengen tau aja pak, kenapa cewek kok susah banget ya di ngertiin, dia bilang suka sama aku tapi pengen pacaran sama cowok lain, tapi dia juga suka sama cowok itu, tapi ga mau pacaran sama aku"


Pak Lucky mengernyitkan dahinya tidak mengerti apa yang diucapkan muridnya itu.


"Maksudmu itu cewek suka sama dua orang gitu?"


Arkan menganggukan kepalanya lagi


"Bisa juga ya tu cewek" pak Lucky menyeringai "kecil-kecil udah jadi play girl"


"Tapi tenang" pak Lucky menepuk pundak Arkan "Kalau dia emang jodoh kamu ntar juga ujung-ujungnya sama kamu, ga akan lari gunung dikejar" laki-laki itu sok bijak menasehati


"Iya juga ya"


"Saya pernah coba beberapa kali nyuekin dia, ga deket-deket dia dulu, tapi ujung-ujungnya saya yang nyamperin dia duluan pak, karena kangen dan ga bisa lama-lama ga liat muka dia"


"Ganteng-ganteng bucin juga ni anak" gumam Lucky dalam hati


"Yang namanya cinta itu ga bisa dipaksakan Ar, dia datang sendiri ke hati orang yang dia mau tanpa mengenal waktu, kalau memang takdir dari Tuhan dia jodoh buat kamu, mau sepuluh ribu kali berpaling atau sejuta kali pacaran sama orang lain tetep aja ntar ujung-ujungnya balik sama kamu"


"Tapi berasa kayak pilihan terakhir ga sih pak jadinya"

__ADS_1


"Bagus donk langsung nikahin aja kalau gitu, ga usah di ajak pacaran, cewek itu ya suka sama yang pasti-pasti, biarin dia mau pacaran sama orang lain, yang penting besok kamu yang jadi pelabuhan terakhirnya, ya itu kalau kamu memang bener-bener mencintainya, bukan sekedar cinta monyet"


Arkan terdiam mendengar nasihat Wali kelasnya.


Rea melirik jam, jarum panjangnya menunjuk angka tiga, dan jarum pendeknya menunjuk angka sepuluh, gadis itu menghela nafas, melompat membaringkan tubuhnya dikasur, menarik selimut sampai menutupi seluruh badan sampai kepalanya bermain dengan ponselnya dibalik selimut.


Sebuah panggilan telpon membuyarkan keheningan didalam kamar itu, secepat kilat dia menggeser icon berwarna hijau dilayar HPnya.


Rea : kamu dimana?kenapa ga pulang?


Arkan : malam ini aku mau tidur dikos, besok kalau sempat aku mampir kerumahmu buat ambil koperku nitip dulu ya, jangan dibuang


Rea : Ar, kamu marah?


Arkan : Enggak, tidur gih udah malam besok sekolah


Arkan mematikan telpon. Rea menggerutui layar ponselnya sendiri "sekolah apa? Aku besok mau bolos tau uh uh uh" gadis itu menekan-nekan layar ponselnya kesal.


Rea membanting HPnya diatas kasur, bingung memikirkan apa yang sahabatnya itu mau, padahal ucapannya dipesawat yang bilang ingin memacari Elang cuma main-main, tapi mungkin tidak sepenuhnya main-main, karena yang dia tau sekarang berarti Elang bukanlah kakaknya, mereka tidak memiliki hubungan darah sama sekali, karena Farhan mengakui bahwa dia bukan anak kandungnya.


Ada perasaan sedih mengetahui fakta yang ayahnya katakan, sekaligus senang karena tidak masalah untuk lebih dekat dengan Elang sekarang, gadis itu menendang-nendang selimutnya sampai jatuh kebawah.

__ADS_1


__ADS_2