Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 57 Bertemu Kembali


__ADS_3

"ibu tau kamu anak baru, tapi masa kamu ga liat teman kamu yang lain pada masuk kegerbang motornya ga ada satupun yang dinaikin, kamu malah santai aja nylonong masuk untung ga ada yang ketabrak"


Arkan hanya terdiam,bukannya tidak lihat tapi dia memang sengaja manaiki motornya sampai ke parkiran.


"yawdah sana masuk ke kelas, tapi kamu ibu kasih skor 15, ingat kalau skor kamu sudah sampai 50 orang tua kamu harus datang ke sekolah, kalau skormu mencapai angka 100 kamu akan dikeluarkan dari sekolah" ancam Bu Ambar, guru BK disekolah itu


Arkan tidak mengucapkan kalimat bantahan, hanya membungkukkan badan kemudian keluar dari ruang BK. Dia berjalan gontai, bukannya masuk ke kelas dia malah belok ke kantin, duduk disebuah kursi menyandarkan punggung meluruskan kakinya, melamun. Sampai seorang siswa menggeser kebelakang kursi dimana kaki yang diluruskannya bersandar, sontak Arkan kaget karena hampir saja jatuh merosot.


"apa'an sih loe" teriak Arkan kesal pada Elang yang sekarang sudah duduk didepannya


"gimana kabar Rea? Apa dia baik-baik aja?"


"kenapa ga loe tanya sendiri"


"dia masih ga masuk" jawab Elang datar


Arkan sedikit terkejut tapi langsung dia tutupi, jangan sampai Elang sadar kalau dia juga sebenarnya tidak tau Rea bolos hari ini.


"dia masih butuh istirahat" jawab Arkan yang malah membuat wajah Elang berubah menjadi kawatir


"apa dia sakit?"


"dia masih sedih, kakeknya baru saja meninggal" ucap Arkan yang sudah berdiri dan beranjak pergi dari sana


"kamu bisa menitipkan motormu di foto copyan dekat sekolah kalau tidak ingin capek-capek menuntunnya masuk sampai parkiran" ucap Elang sedikit berteriak


"sial dari mana dia tau" gumam Arkan yang kemudian berbalik menatap ke arah Elang "pergilah kerumahnya, dia pasti seneng ketemu loe"


Elang agak kaget mendengar kalimat Arkan, dia ingin mananyakan alamat rumah Rea dan mengucapkan terima kasih tapi Arkan sudah menghilang dari pandangannya


***

__ADS_1


Rea sudah mengenakan baju olahraga dan memasang earphone ditelinga nya, dia ingin jogging keliling komplek, tapi langkahnya terhenti saat melihat mamanya sibuk menata sarapan dimeja makan.


"Re ayo sarapan dulu"


"mama ga liat aku mau olahraga" ucap gadis itu sambil berlalu meninggalkan mamanya


Lidia terdiam, hanya matanya yang terlihat bergerak, melihat putrinya dari atas kebawah


"sabar Lidia sabar, anggap aja lagi liat kembaran kamu dimasa lalu" ucap Lidia sambil mengelus dadanya karena sadar dari mana sifat dingin Rea kalau sedang marah. Itu berasal.


Rea mulai berlari memutari komplek, sampai dia merasa sedikit lelah kemudian beristirahat disebuah taman milik perumahan, dia melihat seorang anak laki-laki yang juga mengenakan baju olahraga sedang berisitirahat duduk di rerumputan taman, Rea megalihkan pandangannya, meregangkan kedua tangannya keatas, tanpa sadar anak laki-laki itu telah memperhatikannya dari tadi.


Rea melirik jam tangannya, masih pukul setengah sepuluh pagi, dia sebenarnya masih malas untuk pulang kerumah, tapi mau gimana lagi tidak mungkin dia menggelandang seharian di komplek perumahan. Rea berjalan hampir sampai dirumahnya, sibuk melepaskan earphone dan menggulungn kabelnya, langkah gadis itu terhenti saat melihat seorang yang dia kenali berdiri bersandar pada motor sport berwarna merah didepan gerbang rumahnya. Mendekat kemudian memeluknya. Sontak Rea kaget.


"aku keringetan, bau belum mandi"


Elang hanya terdiam, tidak membalas perkataan Rea


Elang masih terdiam


"Lang.."


"kamu baik-baik aja kan, aku turut berduka cita atas meninggalnya kakekmu"


Elang melonggarkan pelukannya. Menatap ke arah Rea.


Gadis itupun memandangi wajah cowok didepannya, entah kenapa dia merasa bahagia melihat Elang sudah berdiri sedekat ini dengannya.


"Terima kasih, aku baik-baik aja, darimana kamu tau rumahku?"


"Cindy" jawab Elang

__ADS_1


"Ini kan jam sekolah jangan bilang kamu bolos, nanti kamu bisa kena hukuman"


"aku ga peduli, aku pengen ketemu kamu"


Hati Rea terasa hangat mendengar kalimat yang Elang ucapkan, bahkan mungkin rasanya akan tetap berbeda meskipun Arkan yang mengucapkan.


****


Lidia menatap ke arah anak laki-laki yang sekarang duduk dimeja makan bersama anak gadisnya. Melihat seragam yang dia pakai sudah pasti anak ini membolos. Elang terlihat salah tingkah karena Lidia memandanginya dari tadi.


"mama apaan sih ngliatin orang kayak gitu"


Lidia hanya melengos kemudian berbicara pada anak laki-laki didepannya


"nama kamu Elang ya tadi, kamu suka Sama Rea sampai rela bolos cuma buat ketemu gadis jutek kayak dia" Lidia menunjuk ke Rea hanya menggunakan dagunya


"mama" Rea meninggikan suaranya


Elang melirik kearah Rea sudah hampir menjawab tapi tiba-tiba wanita didepan nya berbicara lagi


"atau jangan-jangan kamu pacarnya?"


Elang glagapan tapi tiba-tiba suara yang tidak asing meneriakkan satu kata


"Bukannnn"


membuat mereka bertiga menoleh ke asal suara


"Arkan..." Rea berdiri kaget


Lidia menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya "hem... Cinta segitiga Monyet" gumamnya dalam hati

__ADS_1


__ADS_2