
Cindy dan Sevia terlihat mlongo didepan rumah Rea.
"Ga salah kan Sev?" tanya Cindy ke Sevia masih diatas motor milik Sevia
"Lha di map nya gimana? Kan dirimu yang pegang"
"Oh Iya ya" Cindy menggaruk rambutnya merasa salah bertanya kepada sevia karena dari tadi dia yang mengarahkan Sevia
"Coba Ditelpon aja gih"
Belum sempat menelpon tiba-tiba seorang wanita sudah menghentikan motornya didekat motor yang dinaiki dua gadis itu.
"Bu Anisa" ucap mereka kompak, kemudian saling pandang karena terkejut bisa bertemu wali kelas sementara kelas mereka disitu
"Eh kalian, mau apa kesini?bukannya ke rumah dulu habis pulang sekolah" Bu Anisa menasehati khas gaya guru sambil membuka gerbang yang memang tidak di kunci
"Kami mau main kerumah Rea Bu, tapi ini Kayaknya saya salah baca map nya" cerita Cindy yang sudah turun dari atas motor
"Lho Rea sudah pulang?" bu Anisa malah bertanya balik
"Iya Bu, tadi pas disekolah dia chat, ngajak kita main kerumah nya"
"Ya udah ayo masuk aja" ajak Bu Anisa
Kedua gadis itu saling memandang
"Ini bener rumah Rea, ayo masuk" ajak Bu Anisa sambil naik ke motornya sendiri
"Lurus aja tuh parkir deket sana" Bu Anisa menunjuk tempat yang dia maksud karena dia harus menutup gerbang lagi
Ayo masuk aja, nanti aku panggilin Rea. Kedua gadis itu masuk ke Rumah kedua bola mata mereka tak henti-hentinya berputar melihat rumah temannya itu.
"Emang tajir si Rea ya sin" celetuk Sevia
Seoarang wanita keluar kemudian meminta mereka duduk, dan bertanya mau minum apa.
__ADS_1
Jawaban khas tamu di negara ini "gapapa bu ga usah repot-repot"
Bi Ulfa tersenyum kemudian bergegas ke belakang membuat minuman.
Mba Anisa mengetuk pintu kamar Rea, gadis itu merasa malas membuka karena dia pikir pasti mamanya, tapi kemudian orang dibalik pintu memanggil namanya
"Re, kamu didalam ga? Ada Sevia sama Cindy tuh nyariin kamu"
Rea langsung bangun mendengar suara mba Anisa apalagi pesan yang mba Anisa sampaikan membuat Rea sampai lompat kegirangan.
"Mba Anisa" sapa Rea saat pintu sudah terbuka
"Hi.. Apa kabar" ucap mba Anisa kemudian memeluk Rea "aku turut berduka Cita ya Re maaf ga bisa ikut bapak sama ibuk karena masih perjalanan pulang study tour waktu itu"
"Iya mba gapapa" ucap Rea sambil membalas tepukan lembut mba Anisa di punggungnya
"Itu ada Sevia sama Cindy dibawah, mba mau ganti baju terus makan lapar" kata mba Anisa tersenyum
Rea dan mba Anisa turun kebawah bersamaan, mba Anisa berbelok ke arah kamarnya sementara Rea berlari keruang tamu, kedua temannya yang duduk di sofa melonjak berdiri kaget melihat Rea yang berlari kemudian memeluk mereka berdua.
"Kebanyakan nonton drama ih Cindy" sahut Sevia yang sudah melepaskan pelukan Rea, diikuti Cindy
"Ya habisnya..."
"Udah yuk kita ngobrol dikamarku aja, bisa rebahan kita" ajak Rea diikuti anggukan kepala dua orang temannya itu
Mereka tak kalah takjub melihat kamar Rea, yang menurut mereka lebih besar dari ruang tamu ditambah ruang keluarga di rumah mereka.
"Kapan-kapan kalau orang tua kalian ngijinin kalian nginep disini yuk, kita bikin pesta piyama ala-ala gitu" ajak Rea
Kedua temannya hanya manggut-manggut, mereka masih berdiri sampai Rea menepuk ranjang nya meminta mereka duduk.
Sevia melompat merebahkan badannya dikasur membuat pose seperti super hero yang sedang terbang. Sejenak membuat Rea mengingat Arkan, Cindy mendekat memukul kaki sevia, kemudian ikut duduk diatas kasur.
Mereka mengobrol dan bercerita tentang kejadian di sekolah yang sudah Rea lewatkan beberapa hari ini, cuti melahirkan Wali kelasnya sudah selesai kemungkinan minggu depan Bu Laily sudah mulai mengajar lagi. Rea sama sekali tidak menanyakan tentang Elang kepada dua temannya itu.
__ADS_1
Sevia membuka akun media sosial miliknya, melihat postingan akun lambe-lambean dan berkomentar "Wah ternyata artis ini udah nikah dan punya anak Sin" sambil memperlihatkan postingan akun yang dia lihat.
"Kok bisa ya dia tutupin selama ini, kalau udah 17 tahun berarti anaknya seumuran kita donk?" iya ga Re? tanya Cindy sambil menyenggol tangan Rea karena dari tadi terlihat melamun.
"Eh Iya" jawab Rea singkat
Sementara dibawah Bi Ulfa mau mengantarkan minuman ke ruang tamu, tapi dua teman Rea tadi sudah tidak ada, Bi Ulfa melihat sepatu mereka masih disana, paling pada dikamar pikirnya.
Bi Ulfa kembali ke dapur membuatkan minuman tambahan untuk Rea dan menggoreng beberapa Nugget untuk cemilan mereka, terutama Rea yang tadi sempat bertanya.
Lidia masuk kedapur ingin mengambil minuman, melihat nampan berisi minuman dia penasaran dan bertanya ke Bu Ulfa
"Ada tamu bi?"
"Iya temannya non Rea nyonya"
"Cewek apa cowok?"
"Cewek nyonya dua orang kayaknya lagi pada dikamar"
Tadi cake red velvet nya udah dipotong-potong belum bi?
"Belum nyonya masih di kulkas, apa nyonya mau saya potongin?" tanya Bi Ulfa sambil masih sibuk membolak balik nugget yang dia goreng
"Enggak usah, aku potong sendiri aja, buat suguhan anak-anak" Lidia kemudian mengambil satu box cake yang dia maksud membukanya dan mengambil pisau
"Ini gimana ya cara motongnya?" Lidia bingung sendiri
Anisa yang keluar dari kamarnya masuk kedapur melihat ada sosok wanita tinggi semampai disana sedang memegang pisau bingung menghadapi sebuah cake. Anisa tau kalau itu Lidia mama Rea, karena tadi ibunya sempat bercerita.
"Sini Nyonya saya bantu" kata Anisa sambil meminta pisau yang Lidia pegang
Wanita itu memberikan pisau ke Anisa dengan senang hati.
"Ini anak saya Anisa nyonya, dia juga tinggal disini, karena dulu pak Heru mengijinkan"
__ADS_1
Lidia mengisap jarinya yang terkena cream cake yang gagal dia potong tadi "Salam kenal ya Nisa, saya mamanya Rea, kalau bisa panggil aja saya mba ga usah nyonya, biar lebih akrab" sambil tersenyum ke arah Anisa