
Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam, anak-anak sudah masuk ke Kamarnya untuk tidur, Rea tidak bisa tidur kemudian keluar kamar, tapi sebelumnya dia melepaskan gelang dari Arkan, meletakkannya di tempat yang sama dia meletakkan gelang dari Elang. Dia menyusuri hotel, melihat kebelakang terdapat kolam renang disana, Rea duduk dan memasukkan kakinya di dalam kolam.
Elang sudah memikirkan dari tadi pagi, dia tidak bisa selamanya bersikap sok keren, menutupi perasaannya pada Rea, karena Arkan yang begitu blak-blakan menunjukkan rasa suka nya ke Rea. Entah Kenapa dia merasa harus malam itu juga memberi tahu Rea, dia berjalan keluar kamarnya, dan kebetulan kamarnya melewati kolam renang, dia melihat gadis yang ingin dia temui duduk disana kemudian mendekat, duduk disamping Rea.
"Re.,"
Gadis itu menoleh kaget.
"Kamu ga tidur?"
"Lha kamu juga ngapain jam segini disini ga tidur"
Rea cemberut karena yang ditanya malah balik tanya.
"Aku pengen ketemu sama kamu"
"Malam-malam gini?" tanya Rea heran
__ADS_1
"Aku menyukaimu" ucap Elang tiba-tiba sambil melihat ke arah Rea yang ada disampingnya
Rea mematung, dia menghentikan kakinya yang bermain air kolam sedari tadi.
"Aku suka ngeliat senyum kamu, aku suka liat kamu marah, aku suka saat kamu membalas kata-kataku," aku suka berdebat denganmu, bahkan aku cemas sepanjang hari kalau tidak melihat wajahmu, mau ga kamu jadi pacar ku Re?"
Rea masih terdiam, bahkan Arkan hanya bilang menyukainya, tidak meminta nya jadi pacar, tapi Elang
Rea malah menangis, membuat Elang bingung.
"Aku menyukaimu, benar-benar menyukaimu" ucap rea sesenggukan
Elang senang mendengar kalimat yang barusan diucapkan Rea, tapi juga heran kenapa Rea malah menangis.
"Tapi aku ga bisa jadi pacar kamu"
"Apa karena Arkan? Jangan-jangan kalian sudah jadian"
__ADS_1
"Bukan, bukan karena Arkan, karena aku.." Rea belum sempat melanjutkan kalimatnya
"Kamu kenapa?apa kamu ga boleh pacaran sama mama papa mu?" tanya Elang heran kemudian menggeser tubuhnya mendekat ke Rea, menepuk-nepuk punggung Rea
Rea semakin terisak.
"Kalau aku katakan alasannya pasti kamu bakal benci sama aku, kamu pasti ga mau ketemu aku Lagi, maaf'in aku, maaf'in aku Lang"
"Maaf untuk apa??sudah jangan menangis lagi, kamu jadi seperti adik kecilku kalau kayak gini"
Tangis Rea malah makin menjadi. Elang kemudian berdiri, mengulurkan tangan ke Rea, Rea mendongak menatap ke arah Elang.
"Ayo kita kabur dari sini, tadi aku lihat di sekitar sini ada pasar malam, pasti masih banyak orang yang jualan, kau mau kembang gula ga?" ajak Elang seperti sedang membujuk anak kecil
Rea menganggukan kepala, kemudian meraih tangan Elang. Mereka keluar dari hotel berjalan mencari pasar malam yang di maksud Elang. Disepanjang jalan mereka tetap terus bergandengan tangan.
"Aku menyukai Elang tapi sejujurnya aku juga menyukai Arkan, tapi aku sama sekali bingung membedakan, apakah rasa sukaku ke Arkan hanya sebatas sahabat? apakah rasa sukaku ke Elang adalah sekedar rasa suka adik ke kakaknya? ya Tuhan apa aku menyukai dua orang cowok ini bersamaan, bukan sahabat ke sahabat, bukan adik ke kakak, tapi perasaan seorang gadis untuk lawan jenisnya, apa aku ini playgirl?, Arkan maafkan aku, Elang maafkan aku, aku jahat, aku sepertinya menyukai kalian berdua, aku tidak ingin kehilangan kalian berdua"
__ADS_1