Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 70 Putri Salju


__ADS_3

Rea dibawa ke UGD, Arkan menjelaskan apa yang terjadi kepada dokter dan perawat, Bu Laily Wali kelas XI-2 terkejut, Rea diperiksa didalam, sementara mereka diperkenankan menunggu diluar.


"Maksud mu ada yang tau Rea ga bisa makan strawberry kemudian sengaja mencampurkan minuman strawberry ke susu Rea gitu?" tanya Bu Laily terkejut


"Saya pikir begitu bu, mungkin berniat jahil, karena dianggap Rea hanya alergi, jadi paling menyebabkan gatal-gatal atau tidak nyaman dikulit saja, padahal Rea bukan hanya alergi tapi intoleran makanan, bisa saja akibatnya fatal" cerita arkan


"Ya Allah, kenapa sih ada anak yang jahil nya kebangetan kayak gitu, saya harus lapor ke pak Alif kalau gini" Bu Laily panik


Dua orang wanita terlihat bingung berlari menuju UGD, apalagi Lidia yang sudah tidak perduli dengan status nya yang banyak dikenali orang, semua mata orang yang dilewati mereka menatap heran ke arah Lidia, beberapa sadar kalau yang baru saja lewat adalah artis dan beberapa merasa aneh melihat orang berpiyama dan mamakai sandal boneka ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Rea?" tanya Lidia kawatir


Setelah Laras mendapat telpon dari Arkan dan mengabarkan kalau Rea pingsan sontak kedua wanita itu langsung pergi ke rumah sakit yang disebutkan Arkan tanpa sempat berdandan, bahkan Lidia masih menggunakan baju tidur nya.


"Masih diperiksa dokter tante" ucap Arkan


"Kenapa bisa seperti ini sih Ar, apa kamu ga jagain Rea?" Laras sedikit merasa kecewa kepada anaknya


Arkan menceritakan apa yang terjadi kepada Rea yang membuat mamanya dan Lidia terkejut.


Lidia dan Laras kemudian menatap seorang wanita berseragam batik disebelah Arkan kemudian menyalami wanita itu.


"Saya wali kelas Rea, mohon maaf sebelumnya karena kejadian ini terjadi diluar kendali kami, tapi pihak sekolah berjanji akan menindak tegas jika benar ada anak yang jahil sampai mengancam nyawa seperti ini"


Lidia mengangguk kearah Bu Laily.


Dokter keluar mencari keluarga Rea, mereka berempat mendekat untuk menanyakan keadaan Rea pada dokter.


"Kami sudah melakukan prosedur mengosongkan lambung pasien untuk mencegah kondisi lebih parah, dan memberikan obat juga cairan elektrolit lewat infus, sekarang pasien sudah bisa dipindahkan ke kamar inap" ucap dokter yang membuat semua orang merasa lega


****


Setelah mengetahui kondisi Rea dan gadis itu sudah dipindahkan ke kamar inap, Bu Laily berpamitan untuk kembali kesekolah.

__ADS_1


"Sekali lagi kami pihak sekolah mohon maaf Bu" ucap Bu Laily kepada Lidia


"Gapapa ibu, yang penting sekarang keadaan Rea sudah baik-baik saja" ucap Lidia sambil menggenggam tangan Wali kelas Rea menenangkan


Lidia menemani wali kelas anaknya sampai naik taxi keluar rumah sakit. Saat Lidia ingin berbalik masuk Laras sudah ada didekat pintu keluar.


"Aku minta Arkan nemenin Rea dulu, sebaiknya kita pulang untuk ganti baju dan mengambil barang-barang yang di perlukan disini, tadi perawat bilang mungkin 2 sampai 3 hari Rea harus dirawat disini"


Lidia melihat baju yang dia kenakan kemudian memegang kepalanya sendiri, betapa memalukannya melihat apa yang dia pakai sendiri kerumah sakit.


"Apa tidak apa-apa?" tanya Lidia ragu


"Iya tidak apa-apa aku tadi sudah menitipkan mereka ke perawat"


Lidia pun mengikuti saran Laras untuk pulang kerumah dulu, setidaknya untuk mandi.


***


jarum infus yang terpasang ditangan kanan Rea.


"Re, aku kemarin bertanya ke Elang bagaimana jika seandainya kamu adik kandungnya? kamu tau dia jawab apa?"


"Seandainya kamu adalah adik kandungnya, jika kamu mau dia ingin mengajakmu pergi jauh dimana tidak ada satu orangpun yang mengenali kalian dan hidup bahagia, tapi jika ternyata kalian adalah saudara kandung dia bilang dia akan berdoa setiap hari supaya di kehidupan yang akan datang, kalian dilahirkan bukan sebagai saudara"


"Lalu menurutmu kira-kira doa siapa yang akan dikabulkan Tuhan ? doaku sejak lama hanya ingin selalu didekat kamu, menjaga dan melihat kamu bahagia"


Arkan berbicara sendiri pada Rea yang masih belum sadarkan diri sampai duduk tertidur dengan kepala bersandar disamping tangan Rea.


****


Rea tersadar matanya melihat langit-langit kamar dan lampu, membuat dia memejamkan matanya lagi, kemudian membukanya berlahan melihat Arkan yang tertidur disamping ranjang nya, gadis itu menggerakkan tangan kirinya, menggunakan jari telunjuknya untuk menusuk-nusuk pipi dan dahi sahabatnya itu.


Rea tersenyum sendiri, tiba-tiba Arkan membuka matanya kaget

__ADS_1


"Kamu sudah bangun, gimana rasanya? Apa ada yang sakit?"


Rea hanya menggelengkan kepala "haus" ucapnya


Arkan langsung menyambar botol air mineral dimeja, bingung karena tidak ada sedotan disana, Rea sudah bangun untuk duduk


"Hei jangan bangun dulu" teriak Arkan


"Aku udah gapapa Ar, mungkin tubuhku udah agak kebal sekarang, ga kayak dulu" gadis itu tersenyum lagi


Arkan terdiam mengingat kenangannya bersama Rea, saat itu Rea berumur lima tahun, tanpa Arkan tahu dia membagi buah strawberry kepada Rea, untung papanya melihat saat Rea kecil mulai terbatuk-batuk dan sesak nafas, dari situlah mereka tau kalau Rea punya intoleransi makanan.


"Apa kamu ingat pertama kali aku makan buah strawberry yang kamu beri kemudian aku batuk-batuk dan sesak nafas? " tanya Rea


Arkan membantu gadis itu minum langsung dari botol air mineral, mengusap bibir Rea yang basah dengan ujung ibu jarinya.


"Kenapa?" tanya Arkan


"Kalau mengingatnya aku merasa mirip seperti putri salju yang tertidur setelah makan buah Apel, atau jangan-jangan putri salju juga punya Intoleransi makanan Ar, tapi karena jaman dulu ilmu belum semodern sekarang jadi belum bisa terdeteksi" lanjut Rea


Arkan meletakkan tangannya didahi Rea


"Kamu ga panas, apa kepalamu tadi terbentur saat jatuh pingsan?"


Rea hanya tertawa, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, kemudian membukanya, Elang sudah berdiri disana, terlihat membawa tas sekolah Rea dan Arkan.


"Tuh pangeranmu udah datang putri Salju" ucap arkan sedikit kesal


"Apa aku pingsan lagi aja Ar agar dia cium lalu aku pura-pura bangun" bisik Rea


Arkan melotot kearah Rea "Dasar"


Gadis itu tertawa memandangi Arkan yang berjalan mendekat ke arah Elang. Mengambil tasnya dari tangan Elang lalu memilih keluar kamar rawat Rea tanpa mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2