Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 75 Bukit Bintang


__ADS_3

Elang membuka pintu mobil tempat Rea duduk, gadis itu masih memejamkan mata, terlelap tidur.


"Re bangun kita udah sampai" ucap Elang


setengah badannya sudah masuk kedalam mobil mencoba membuka sit belt yang di kenakan Rea, tapi tiba-tiba gadis itu membuka matanya mereka sama-sama terkejut, Rea mengedipkan matanya berkali-kali melihat wajah Elang yang sangat dekat, jantungnya berdetak seperti habis lari marathon.


Cowok dihadapannya tau kalau gadis itu belum sadar sepenuhnya, dia membuka sit belt Rea kemudian memundurkan badannya keluar mobil, Rea masih terkejut sambil memegangi dadanya.


"Demi apa jantung gue udah kayak mau loncat keluar" bisik Rea dalam hati


Rea menarik nafas, kemudian merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, menepuk remahan snack yang jatuh di celana dan bajunya.


"Ishhhhh...." gumam nya sambil mengibaskan tangannya secara bergantian ke baju dan celana nya


Rea keluar menutup pintu mobil, melihat Elang yang berjalan ke sebuah rumah milik warga disana, dia sempatkan membuka HP nya, melihat sudut kanan atas yang menunjukkan pukul berapa saat ini, gadis itu kemudian membuat group chat berisi dirinya Sevia, Vira dan Cindy


Rea :"Girls Sepertinya aku akan sampai kafe malam , Bagaimana kalau kalian ijin ke orang tua kalian untuk menginap dirumahku?"


Sevia :"Ciyee yang pergi kencan"


Cindy :"em.. Aku tidak yakin diijinin"


Vira :"Kalau malam minggu Aku boleh pulang sampai jam 10 malam"


Sevia :"Sama aku juga ga yakin bakal diijinin"


Rea :"Kalau aku minta mamaku minta ijin ke orang tua kalian gimana?"


Vira :"Ide bagus"


Sevia :"Wah demi apa mamaku pasti seneng banget kalau Ada artis yang tiba-tiba menghubungi beliau"


Cindy:"Coba aja Re semoga ortuku ngijinin"


Akhirnya Rea menelpon mamanya, meminta mamanya untuk berbicara kepada orang tua ketiga temannya agar mereka diijinkan menginap dirumah Rea malam ini.


Elang mendekat melihat Rea yang sedang menelpon, berdiri menunggu sampai Rea mematikan telpon nya


"Siapa?" tanya nya kemudian


"Mama" jawab Rea "aku minta tolong mama buat minta ijin ke orang tua Sevia Cindy dan Vira agar mereka boleh nginep dirumahku malam ini"


"Kamu menjanjikan apa sih ke meraka?" tanya Elang penasaran


"Ga janjiin apa-apa kok, mereka cuma minta pajak Ja..di..an..." ucap Rea ragu pipinya terlihat memerah


Elang tersenyum melihat Rea yang sedang malu mengucapkan kata jadian, kemudian menarik tangan gadis itu


"Aku sudah pinjam motor, dari sini kita naik motor ke pantai" ucap Elang


"Terus mobilmu?" Rea sedikit berbalik melihat mobil Elang


"Tidak masalah, mobil aman disini"


Mereka kemudian menaiki sebuah motor matic yang Elang pinjam dari rumah warga, benar saja jalan yang mereka lewati masih tanah berbatu dan hanya motor yang bisa lewat.

__ADS_1


"Kamu pernah kesini?" tanya Rea sambil mendekatkan wajahnya ke Elang


"Sekali, waktu ada acara touring sama anak-anak motor" jawabnya


"Aku kira kamu pernah kesini sama Ken"


Elang membuka helm nya " kamu cewek pertama yang aku ajak kesini"


Rea tersenyum


"Apa kamu sama sekali ga bisa naik motor?" tanya Elang


"Aku kan sudah bilang aku ga bisa naik motor tapi aku bisa naik kuda" ucap Rea


Elang tertawa


"Apa kamu mau kapan-kapan pergi ke XX, kerumah ku? akan aku kenalkan kamu ke Thomas" ucap Rea


"Thomas? siapa Thomas? " tanya Elang penasaran


"Kuda ku, namanya Thomas, dan punya Arkan bernama Zoro"


Gadis itu langsung teringat Arkan yang bahkan tidak mengirimkan pesan sama sekali padanya hari ini, dia merasa aneh kenapa bisa selalu ada Arkan di pikirannya, Rea menggelengkan kepalanya agar tersadar.


"Aku janji akan memberikan kudaku ke kamu kalau kamu bisa menunggangi nya" ucap Rea


"Kalau aku bisa, lalu bagaimana denganmu? apa kamu akan membeli kuda lagi?" Elang sudah tersenyum dari tadi


"Hem.., aku ingin punya kuda berwarna putih, kuda hitam terlalu gagah buatku"


"Kakek"


Mendengar kata kakek diucapkan membuat Elang merasa tak enak hati, dan hanya diam sampai mereka berhenti disebuah parkiran seadanya yang dibuat oleh warga, terlihat beberapa motor terparkir disana.


Rea melepaskan helm yang dia pakai, telinga nya sudah bisa mendengar deburan ombak, dia berjalan mendekat menyusuri sebuah jalan tanah yang memang sudah dibentuk warga, benar saja Rea melihat pemandangan biru didepan nya.


Elang mendekat, meraih tangan Rea karena jalan nya menurun dan berbatu menggandengnya mendekati pantai yang lebih mirip dengan samudra itu, benar-benar masih sepi, pasirnya putih bersih, udara nya terasa berbeda.


"Sumpah ini indah banget Lang" ucap Rea


Elang tersenyum menatap Rea, kemudian Mereka berjalan menyusuri bibir pantai


"Tau gini aku bawa baju ganti" ucap Rea sedikit menyesal


"Kita bisa kesini lagi, masih banyak waktu"


Rea menghentikan langkahnya, Elang yang sudah berjalan menjauh mau tidak mau berhenti, berbalik memandang ke arah Rea


"Kenapa?"


"Bagaimana jika kita tidak akan pernah bisa kesini lagi?" tanya Rea


"Pasti bisa, aku janji akan mengajakmu kesini lagi"


Saat langit mulai berubah warna, mereka memilih duduk bersebelahan beralaskan pasir pantai, menatap jauh ke samudra lepas.

__ADS_1


Rea melihat jam di HPnya, ternyata disana tidak ada sinyal sama sekali.


Matahari mulai terbenam, sinar senja mulai menampakkan diri.


Elang menatap ke arah Rea, tersenyum


"Bukankah lebih Indah dari pantai saat kita pergi study wisata"


Rea mengangguk kan kepalanya "aku janji akan mengingat hari ini seumur hidupku" ucapnya


Setelah Matahari benar-benar terbenam Elang bangun membersihkan pasir pantai yang menempel di celana nya, kemudian mengulurkan tangannya ke arah Rea.


Gadis itu mendongak menatap Elang


"Ayo kita pergi ke bukit bintang" ucap Elang


"Bukit bintang?" tanya Rea ragu


Elang mengangguk sambil menggerak-gerakkan tangannya yang sudah dia ulurkan dari tadi, Rea menerima uluran tangan Elang kemudian berdiri.


*****


"Bukankah ini arah pulang?" tanya Rea mengingat jalan yang mereka lewati dari dalam mobil


"Hem.., sebentar lagi kita sampai"


Selang beberapa menit Elang memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, terlihat beberapa mobil dan motor juga terparkir disana.


Namun yang Rea lihat hanya deretan pedagang kaki lima, mereka turun dari mobil, wajah Rea terlihat bingung, Elang meraih tangan gadis itu mengajaknya sedikit berjalan, kemudian berhenti berdiri disebuah pembatas jembatan.


"Lihat" ucap Elang


Mata Rea berbinar melihat pemandangan yang dia lihat dibawah sana, pancaran lampu dari rumah-rumah dan jalan memang benar-benar berkelap kelip mirip bintang.


"Wow.. Ini Indah banget Lang, sumpah" ucap Rea yang terlihat kagum melihat pemandangan yang dia lihat


"Terima kasih sudah membawa ku kesini" gadis itu tersenyum lalu kembali menikmati pemandangan yang ada didepan nya


-


-


-


-


-


BONUS PICT


Bukit bintang


Pict credit from IG mountnesia


__ADS_1


__ADS_2