
Pagi itu Rea yang sudah berseragam lengkap berdiri didapan pintu kamar Arkan, dia tau kalau tante Laras sudah turun kebawah, saat pintu dibuka dari dalam Arkan terlonjak kaget karena mendapati Rea sudah berdiri didepan sana, dengan rambut yang tergerai.
"Ampun deh ngapain sih kamu Re?kaget tau, untung ini pagi" ucap Arkan
"kamu masih marah?" tanya Rea dengan nada bicara yang dia buat semanja mungkin
"Enggak aku ga marah, udah ayo turun sarapan"
Arkan yang sudah mau menuruni anak tangga berbalik lagi melihat gadis itu masih berdiri mematung ditempatnya.
Meraih tangan gadis itu "ayo deh ga usah kayak gini"
"Hari ini pak Rahmat ijin ga bisa nganter aku, katanya mau siap-siap buat acara lamaran mba Anisa nanti malam, aku boleh nebeng kesekolah lagi ga?"
"Jadi kamu nunggu didepan pintu kamarku cuma pengen bilang mau nebeng?"
Gadis itu mengangguk
"Udah ayo turun ntar telat"
Rea balik memegang tangan Arkan "kamu udah ga marah kan?"
Arkan terdiam untuk beberapa detik
"Iya Iya bawel"
Mereka turun berdua, melihat tingkah anak-anak mereka, Lidia dan Laras hanya tertawa.
"Strawberry" Lidia menyodorkan garpu dengan strawberry diatas nya ke Rea
Sontak Arkan dan Laras menatap ke arah Lidia tak terkecuali Rea.
"Mama lupa, maaf" Lidia merasa bersalah
Kalau Arkan alergi dengan udang, Rea alergi dengan buah strawberry, satu gigitan saja yang dia telan bisa membuatnya sesak nafas dan jatuh pingsan.
****
Hari ini pelajaran jam pertama di kelas Rea adalah Fisika, karena Bu Anisa tidak masuk mereka hanya diberi tugas, anak-anak yang lain sibuk bermain HP dan mengobrol, seperti biasa mereka mengandalkan temannya yang pandai di mata pelajaran itu, tinggal copy paste jawaban nanti.
Rea sudah mengerjakan 6 dari 10 soal, di soal ke 7 pikirannya buntu, meletakkan alat tulisnya, mendekat ke arah tempat duduk ketua kelas, dia minta ijin ke kamar mandi.
Saat berjalan ke kamar mandi, Rea melihat kelas Arkan yang sedang mengikuti pelajaran olah raga dilapangan, matanya mencari sosok Arkan, gadis itu tersenyum sendiri saat menemukan sosok yang dia cari sedang duduk dan tertawa dipinggir lapangan.
Rea masuk kekamar mandi mencuci mukanya, melihat dirinya sendiri dicermin, seseorang yang Rea kenal keluar dari kamar mandi, mereka saling melempar senyum
Ken berdiri disamping Rea, menyisir rambutnya dengan jari, memulaskan pelembab ke bibirnya, menawarkan ke Rea, gadis itu mencium aroma strawberry di lip balm yang disodorkan Ken.
__ADS_1
"Aku ga bisa kalau ada rasa atau aroma strawberry"
"Kenapa?" tanya Ken penasaran
"Aku alergi strawberry"
Ken sedikit kaget mendengar jawaban Rea tapi kemudian memasukkan pelembab bibir nya ke kantong seragamnya.
"Re, apa kamu kenal Arkan sejak dulu?"
"Iya kami teman sejak kecil, kenapa?"
"Aku sudah memutuskan untuk berhenti mengejar Elang, aku mau mencoba mendekati Arkan" ucapnya santai
Rea terdiam memandang wajah Ken yang terlihat sumringah
"Kami satu bus saat study wisata kemarin, menurutku dia cowok yang baik, beberapa kali dia membantuku, anaknya juga ramah, dia belum punya pacar kan?"
"Hah??" Rea terkejut dengan pertanyaan Ken
"Arkan belum punya pacar kan?"
"Belum" Jawab Rea
Mereka keluar kamar mandi bersama, tanpa mereka sadari seseorang didalam salah satu bilik kamar mandi mendengar semua pembicaraan mereka.
"Kenapa lama sekali ke kamar mandinya" Elang
"Maaf pak antri" balas Rea
Gadis itu tersenyum
"Ishhhh dasar, apa dia takut aku hilang, atau diculik setan di kamar mandi" Rea berbicara sendiri, berjalan sambil melihat ke layar HPnya
Brukkk
Kepalanya membentur dada seseorang, dia pun mengaduh
"Aww...."
"Kebiasaan" ucap cowok didepannya yang kemudian menarik tangannya
"Mau kemana? Aku baru mengerjakan 6 soal Lang "
"Sudah ikut aja"
Ternyata Elang mengajak Rea kekantin, mereka duduk dipojokan, Elang mengambil sesuatu yang dia titipkan disana. Meletakkan sebuah kotak makan didepan Rea, kemudian membukanya.
__ADS_1
"Wah.. kamu beneran bikin ini buat aku?"
Elang tersenyum kemudian meminta Rea mencoba sandwich yang dia buat khusus untuk nya.
"Enak?" tanya nya penasaran
Rea hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan potongan sandwich yang dia gigit.
"Pelan-pelan, bentar aku ambilin minum" Elang sedikit berlari membeli sebotol air mineral untuk Rea
Jam olah raga kelas Arkan selesai, sudah kebiasaan setiap selesai pelajaran olah raga anak-anak diberi waktu ekstra untuk istirahat.
Teman-teman Arkan sudah menyerbu kantin, tapi pemandangan yang Arkan lihat membuat dia berbelok memilih kembali ke kelasnya.
Elang sedang berdiri didepan gadis yang dia sukai, tangannya terlihat membuka botol air mineral menyerahkan nya ke Rea. Mereka berdua saling melempar senyum.
"Apa sekarang Arkan selalu menjemputmu untuk berangkat sekolah ?" tanya Elang kemudian
"Hari ini Pak Rahmat ada keperluan, jadi aku berangkat sama Arkan"
"Pak Rahmat pamanmu?" ucap Elang sedikit meledek "kenapa sih pake bohong dulu"
Rea hanya diam "dia sopirku tapi sudah aku anggap seperti keluarga", "Em... apa kamu mau aku anggap keluarga?" tanya Rea ragu
"Kamu mau kita kakak adekan?"
Rea kaget, matanya menunjukkan sorot kecemasan
"Kayak anak-anak yang dekat satu sama lain tapi tidak mau disebut pacaran itu" lanjut Elang
"Hah..." Rea tergagab
"Aku ga mau jadi kakak kamu" ucapan Elang memberi tamparan keras dihati Rea
"Kalau kamu memintaku untuk menunggu, aku akan menunggu, tapi tidak pake acara kakak adekan"
Ada ketegasan di kalimat yang Elang ucapkan.
"Aku ingin jalan sama kamu" Rea mendongak menatap Elang yang sedari tadi masih berdiri
"Maksudmu pacaran?" tanya Elang antusias
"Jalan berdua" Jawab Rea
Elang mengacak-acak rambut Rea
"Terserah apapun sebutan yang kamu mau" bisik Elang dalam hatinya yang sedang berbunga-bunga mendapat jawaban dari gadis yang dia sukai
__ADS_1