
Setelah Bi Ulfa menata tiga gelas jus, satu piring nugget dan tiga piring cake, Lidia meminta dirinya saja yang masuk kekamar Rea untuk memberikan suguhan itu ke anak dan temannya. Bi Ulfa tidak bisa menolak permintaan nyonya nya itu, apalagi Lidia beralasan agar dia bisa lebih dekat dengan teman-teman anaknya,Bi Ulfa tau kalau nyonya nya itu baru saja memberitahu seluruh negara kalau dirinya tidak akan lagi berkecimpung di dunia modeling dan keartisan, mungkin Lidia sekarang ingin menjadi ibu yang baik untuk Rea.
Ketiga gadis itu masih sibuk bercanda dikamar sambil sesekali terdengar tawa mereka, Lidia yang sudah berdiri didepan pintu sempat merasa bahagia mendengar anak gadisnya sudah bisa bercanda dan tertawa lagi. Dia mengetuk pintu kemudian membukanya, Ketiga gadis itu langsung terdiam melihat siapa yang muncul dari balik pintu.
Mata Cindy dan Sevia melotot melihat artis yang dia lihat di akun media sosial gosip sudah berdiri didepannya, berjalan menaruh nampan berisi makanan dan minuman dimeja belajar Rea.
Lidia masih berdiri disana setelah meletakkan nampan, melirik ke arah Rea yang tidak peka kalau dia ingin dikenalkan kepada kedua orang teman anaknya itu. Lidia pura-pura batuk baru anak gadisnya tersadar.
"Sev, Sin kenalin ini mama aku" "Ma ini teman aku Cindy dan Sevia"
Lidia mengulurkan tangan, kedua gadis itu masih tidak percaya mereka bertemu artis dirumah Rea, dan artis itu ternyata ibu dari temannya. Lidia menggerak-gerakan tangannya, baru kedua gadis itu tersadar dari rasa ketidak percayaan mereka, lalu secara bergantian menyambut uluran tangan Lidia.
"Sering-sering ya main kesini" ucap Lidia
"Dimakan ya tante tinggal dulu, anggap aja rumah kalian sendiri"
Lidia kemudian keluar dari pintu kamar Rea, anaknya masih cuek tidak peduli.
"Re, ternyata kamu anak artis ya?"
__ADS_1
"Boleh minta tanda tangan sama mama kamu ga Re? "
"Kayaknnya banyak yang kita belum tau soal kamu"
"Pantes kamu cantik dan punya postur tubuh bagus"
"Re..."
Cindy dan Sevia bertanya secara bergantian ke Rea, tapi gadis itu tidak menjawab sama sekali, dia berdiri mengambil nampan yang dibawakan mamanya tadi, meletakkannya diatas kasur.
"Nih minum dulu"
Mereka tersenyum kemudian mengambil segelas jus, memotong cake red velvet yang terlihat menggiurkan dipiring, makan dengan lahap.
Kedua temannya hanya mengangguk, Rea tersenyum senang.
"Pasti kalian belum makan siang kan? mau makan ga?"
"Makasih, tapi makan ini aja udah kenyang kita, Iya kan Sev?"
__ADS_1
"iya Re, Makasih" sahut Sevia sambil menguyah potongan cake dimulutnya
-----
Setelah sekitar 3 jam berada disana Cindy dan Sevia Pamit pulang.
"Kamu besok masuk sekolah kan?"
"Em....kayaknya minggu depan sekalian aja deh naggung" Rea tersenyum nakal "biar mentok bolosnya"
Kedua temannya hanya tertawa, tidak melihat orang lain disana untuk dipamiti, mereka terlihat clingak-clinguk
"Nanti aku sampaikan mama kalau kalian udah pulang"
Sevia dan Cindy sudah naik motor tiba-tiba Lidia keluar dari dalam rumah membawa dua buah paper bag, menyerahkan ke Cindy karena Sevia sedang memegang stang motornya.
"Ini buat kalian ya, hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut ya Sev" Lidia menasehati
Sevia terkejut karena seorang artis ingat namanya.
__ADS_1
"Makasih ya tante" kemudian mereka pergi setelah mencium punggung tangan Lidia.
Rea masuk kerumah tanpa memperdulikan mamanya. Lidia paham anaknya masih marah, dia ingin mengatakan hal penting kepada Rea, tapi sadar harus dia tahan dulu, menunggu waktu yang tepat, setidaknya menunggu sampai mood Rea membaik.