
"Aku pengen pergi berdua aja sama Elang" ucap Rea
Sontak semua yang ada diruangan menatap heran ke arah gadis itu. Rea memandangi semua orang yang ada disana.
"Kita pergi bersamanya lain kali" gadis itu berbicara sambil menatap Arkan yang juga sedang menatap dirinya
Tiba-tiba saja hening tak ada suara, semua orang yang ada disana merasa di tolak mentah-mentah oleh Rea.
"Sabtu malam tunggu aku di my Cafe aku akan memberi pajak yang kalian minta" Rea memandang ke arah Sevia, Vira dan Cindy
"Maaf ya pak Lucky" ucapnya sambil menatap ke sang guru olahraga
Pak Lucky berpura-pura memasang ekspresi wajah kecewa, tapi kemudian tersenyum.
"Ya sudah kalau ga boleh ikut, bapak pergi kencan saja sama Bu Anisa" laki-laki itu melingkarkan tangan nya ke pinggang Anisa yang kemudian mendapat pukulan dari si empunya pinggang.
Pak Lucky mengaduh, membuat mereka semua tertawa
***
Next day
"Kamu bener mau langsung pergi sama Elang?" ucap Lidia sambil mengemasi barang dikamar pasien yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan
"He'em, Em... Ma, apa mama tidak ingin kembali ke XX?" Rea ragu, bertanya memandang ke arah mamanya
Lidia meletakkan barang yang dia pegang kemudian menatap ke arah Rea yang duduk diujung ranjang pasien.
"Apa mama benar-benar serius mau berhenti jadi artis?" lanjut Rea
Lidia hanya tersenyum, kemudian kembali melakukan apa yang sedang dikerjakannya tadi
"Iya, mama udah capek Re" ucap Lidia
"Terus mama mau ngapain kalau udah ga jadi artis?"
"Mama udah mikir'in itu, dan mama berencana membuka sekolah model untuk dikelola bersama tante Dona" Lidia mendekat ke arah Rea, merapikan rambut anaknya
"Jangan kawatir, mama ga bakal jatuh miskin" canda Lidia yang kemudian mendapat pelukan dari anaknya
"Ma, aku udah mutusin bakal ngasih tau Elang dua minggu lagi pas ulang tahun aku" ucap Rea yang masih memeluk mamanya
__ADS_1
"Aku ga tau reaksi dia nanti kayak apa, aku hanya berharap dia ga benci sama aku setelah tau yang sebenarnya"
Lidia hanya terdiam, bingung harus menjawab apa.
Tiba-tiba pintu kamar diketuk, seseorang yang baru saja mereka bicarakan muncul dari balik pintu lalu mendekat kemudian mencium punggung tangan Lidia.
"Kamu tadi ga bolos kan?" tanya Lidia sambil melirik jam dinding yang menunjukkan pukul setengah satu siang
"Enggak kok tante, memang kalau Sabtu sekolah pulang lebih cepat" ucap Elang yang kemudian mengalihkan pandangan dari Lidia ke Rea
Gadis itu tersenyum
"Aku ga jadi bawa motor, aku ga mau ngajak kamu angin-anginan" ucap Elang ke Rea
"Lha terus nanti gimana? Katanya mobil ga bisa kesana?" Rea sudah cemberut
"Gampang" ucap Elang yang kemudian melihat ke arah wanita yang berdiri disampingnya "apa tante mau aku antar pulang dulu?"
"Ga usah, ada Pak Rahmat sama mamanya Arkan nanti yang akan jemput tante, soalnya tante Laras besok kan udah pulang ke XX, mau nyari oleh-oleh katanya" jawab Lidia sambil menoleh ke arah anaknya
"Kalau gitu kami ijin keluar sekarang ya tante" ucap Elang
Rea kegirangan sampai melompat turun dari ranjang yang membuat Lidia dan Elang kaget.
****
Mereka akhirnya berangkat ke pantai yang Elang katakan, perjalanan kesana memakan waktu hampir 2 jam, mereka mengobrol sambil mendengarkan musik sepanjang perjalanan, sesekali Elang melirik gadis disebelahnya yang terlihat ceria.
"Kamu ga kayak orang yang baru keluar dari rumah sakit tau ga"
Rea hanya tersenyum tangannya menunjuk sebuah mini market "Lang bisa berhenti sebentar, aku mau beli cemilan" ucap Rea
Elang kemudian membelokkan mobilnya ke parkiran mini market yang memang banyak ditemukan disepanjang jalan.
Rea melepaskan sit belt nya "mau ikut turun ga?" tanya nya
Elang mengangguk kemudian mematikan mesin mobil menyusul Rea yang sudah masuk duluan.
Rea mengambil keranjang kemudian berjalan menyusuri rak cemilan, mengambil sebuah snack bantal dengan isian strawberry memperlihatkan kepada Elang yang berdiri dibelakangnya sontak cowok itu merebut apa yang Rea pegang kemudian mengembalikan nya ke rak.
"Jangan aneh-aneh deh" ucap Elang
__ADS_1
Rea tertawa jahil
Setelah mengambil beberapa snack dan minuman mereka berjalan ke arah kasir, Rea berhenti didepan box ice cream yang berjajar rapi, kemudian bertanya kepada pacarnya
"Mau ga? lagi-lagi gadis itu jahil tangannya sudah memegang ice cream stick rasa strawberry
Elang mendekat kemudian merampas ice cream dari tangan Rea, meletakkan kembali ke tempat nya
"Udah becandanya" ucap Elang sambil memasukkan ice cream cup rasa vanilla dan coklat dan meminta keranjang yang dipegang Rea
Gadis itu lagi-lagi tersenyum senang melihat Elang yang sedikit kesal.
Saat didepan kasir mereka terlibat perdebatan siapa yang akan membayar belanjaan yang mereka beli.
"Aku aja" ucap Rea
"Enggak lah, aku kan cowok aku yang bayar" Elang tak mau kalah
"Tapi tadi aku yang minta belok kesini jadi aku yang harus bayar" Rea berargumen lagi
"Ga ada cowok yang biarin ceweknya bayarin di kencan pertama mereka" sahut Elang
Kasir mini market sudah menahan senyum dari tadi melihat tingkah dua ABG didepannya. Elang mengeluarkan dompet setelah kasir menyebutkan jumlah yang harus dibayarkan.
"Aku sudah kerja, kamu kan belum" Elang menatap Rea yang terdiam disampingnya
"Apa kamu di gaji sama papamu kalau kerja di cucian?" Rea penasaran ingin mengambil kantong plastik berisi belanjaan mereka, tapi tangannya kalah cepat, Elang sudah berjalan menenteng kantong berisi makanan yang mereka beli sambil membukakan pintu untuk Rea
"Di gaji dalam bentuk uang saku tiap bulan " jawab Elang yang kemudian tertawa
"Hah.. aku juga gitu" Rea menggembungkan pipinya sambil masuk kedalam mobil
Elang membawa mobilnya untuk melanjutkan perjalanan , gadis disampingnya sudah membuka ice cream vanilla yang meraka beli tadi, menyuapkan ke mulutnya sendiri.
Elang membuka mulutnya, Rea terlihat bingung mencari sendok satu lagi karana tadi mereka membeli dua buah Ice cream.
"Pake itu aja kenapa sih?" ucap Elang sambil melirik ke arah sendok yang masih ada dimulut Rea
"Gapapa?" ucap Rea ragu
Cowok itu mengiyakan kemudian Rea memasukkan satu sendok es krim penuh ke mulut Elang.
__ADS_1
Rea tertawa melihat Elang yang menggoyangkan kepalanya, wajah nya berubah "hem... dingin" ucapnya
Elang fokus menyetir karena jalan yang mereka lalui berupa tanjakan dan turunan, sementara Rea sibuk menyuapkan apa yang dia makan ke mulut Elang juga, sampai akhirnya gadis itu kekenyangan makan cemilan dan tidur disisa perjalanan mereka menuju pantai.