Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 92 : Di Dunia ini


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugas di pos pengetahuan umum regu Sevia melanjutkan berjalan ke pos selanjutnya, terdengar suara gemericik air, Sevia mendekat ke arah sebuah tebing, benar saja dibawah sana terlihat beberapa regu sedang masuk kedalam air entah apa tugas yang diberikan pembina mereka.


Rea menoleh kebelakang mendapati Arkan yang tertawa-tawa dan mengobrol dengan salah satu regu putri yang memutuskan berhenti untuk istirahat.


Perlahan regu Sevia mendakat dan terlihat bingung, kakak pembina mereka menjelaskan apa tugas mereka, ternyata masing-masing dari anggota regu diminta mencari sebuah benda yang bukan merupakan benda alam.


Regu mawar masuk kedalam air, Rea sudah bergidik takut jika ada hewan melata lewat diantara kakinya, meskipun mereka masuk kedalam air masih diwajibkan memakai sepatu.


"Aku dapat," teriak Cindy.


Teman-temannya menoleh, ternyata benda yang dimaksud pembina tadi adalah sebuah kelereng. Sungai itu sangat bersih tidak ada sampah didalamnya, jika ada pasti mereka sudah bisa menyelesaikan tugas itu dari tadi.


Rea menggaruk kepalanya kesal, hanya tinggal dia dan ketiga temannya yang lain yang belum menemukan satu buah kelerengpun, setelah hanya tinggal berdua gadis itu mulai kuatir.


"Re, jalan kesebelah sana!" perintah Sevia.


Gadis itu menurut kemudian berjalan kearah yang ditunjuk Sevia, sudah banyak regu yang datang kepos itu semakin banyak yang turun kesungai membuat semakin sulit mencari kelereng diantara bebatuan.


Mata Rea berbinar melihat benda bulat bening berwarna-warni kemudian memungutnya, dari posisi membungkuk ia langsung berdiri melonjak dan membalikkan badan tanpa sengaja ia menabrak dada seseorang karena kaget dia tergelincir jatuh terduduk membuat setengah badannya masuk kedalam air.


Sevia turun kesungai membantu temannya itu, Rea cemberut menatap Arkan yang ternyata dia tabrak tadi. Bukannya membantu cowok itu malah tertawa.


"Kan hilang kelerengku," ucapnya kesal.


Arkan memberikan kelereng yang baru saja dia temukan, tapi gadis itu malah menepuk tangan sahabatnya kesal sampai kelereng itu terjatuh.


"Ga butuh," Rea berjalan kepinggir sungai terlihat sangat kesal.


"Kenapa sih ?" bisik Arkan yang memungut kelerengnya kembali.


❤❤❤❤❤


Siang menjelang sore beberapa regu terlihat sudah kembali ke tenda mereka, Rea berjalan gontai sambil membawa sepatunya, dia berhenti berjalan saat seseorang memanggil namanya. Gadis itu tersenyum lebar melihat pacarnya datang lagi, Elang memperlihatkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi sandwich dan milk tea. Mereka duduk dipinggir lapangan didekat pos pembina.


"Kenapa rokmu basah kuyup?"

__ADS_1


"Aku jatuh kesungai," jawabnya sambil menikmati makanan yang dibawakan cowok itu.


"Kenapa bisa?"


"Terpleset"


"Apa kamu senang ikut perkemahan?" tanya Elang penasaran.


"Hem...,apa kamu bawa HP?"


Elang mengeluarkan HP miliknya dari kantong, kemudian gadis itu membuka aplikasi kamera membuatnya menjadi mode selfie, ia terlihat meletakkan sandwichnya dipangkuan, menoleh kekanan dan kekiri seolah-olah sedang melihat dirinya di depan cermin.


"Tuh kan kulitku kebakar matahari, ishhhh......,"


Gadis itu cemberut sambil menatap kakak pembinanya yang sedang duduk dipos.


Elang tertawa melihat kelakuan pacarnya.


"Sunblock ku disita tau."


Bukannya simpati cowok itu malah menertawai gadis disebelahnya.


Cowok itu lagi-lagi tertawa memilih memasukkan sedotan milk tea kedalam mulut Rea.


❤❤❤❤❤


Malam harinya mereka tidak mempunyai kegiatan apa-apa lagi selain mendengarkan pengumuman pemenang lomba , teman-teman Rea sudah mulai berbenah untuk pulang besok pagi.


Gadis itu duduk ditikar depan tendanya melihat ke langit gelap malam itu, Cindy kemudian mendekat duduk disamping Rea. Mereka saling melempar senyum.


"Re, maaf aku belum bisa balikin uang yang kamu pinjamkan buat aku dulu," ucapnya.


Gadis itu terkejut tidak menyangka kalau Cindy masih mengingat kejadian itu.


"Ga usah dipikirin lah Sin, " jawab Rea sambil menyenggol lengan temannya itu.

__ADS_1


"Sebentar lagi kita naik kelas XII, setelah itu pasti kamu akan kembali ke kotamu untuk kuliah, ya kan Re?"


"Hem... , apa kamu akan melanjutkan kuliah?"


Rea menatap Cindy, tiba-tiba gadis itu tersenyum sedikit pilu, membuat Rea menjadi tidak enak hati.


"Aku ingin, tapi sepertinya tidak mungkin melihat kondisi orang tuaku."


Cindy menatap kedepan tapi kemudian terkejut mendapati Rea yang sudah menangis sesenggukan.


"Lha kamu kenapa Re?"


"Gapapa," Jawabnya sambil menghapus air mata dipipinya.


Cindy memeluk Rea menepuk punggung temannya itu lembut, Gadis itu tau Rea pasti sangat merasa kasihan ke dirinya sampai tiba-tiba menangis seperti itu.


"Didunia ini ada beberapa orang yang beruntung dan tidak beruntung Re, tapi aku sendiri sama sekali tidak pernah merasa aku adalah salah satu yang tidak beruntung karena bagaimanapun aku bahagia karena dilahirkan oleh ibu dan ayah yang sangat menyayangiku, meskipun hidup kami susah dimata orang kami bahagia," ucap Cindy yang masih memeluk sahabatnya itu.


Kalimat dari temannya itu membuat Rea tersadar bahwa semua orang pasti punya beban hidup sendiri-sendiri, mungkin bagi Cindy hidup seorang Rea pasti sangat menyenangkan, Rea adalah golongan manusia yang beruntung didunia ini, tapi temannya itu bahkan tidak tau bahwa dia sama sekali tidak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ayah.


"Jangan menangis lagi, nanti teman-teman pikir aku menyakitimu," bisik Cindy.


Rea melepaskan pelukannya kemudian tersenyum ke arah Cindy, tiba-tiba Vira keluar tenda tergesa sambil marah-marah.


"Ya ampun siapa yang kentut didalam tenda, kurang ajar," pekiknya sambil menutup hidungnya.


Rea dan Cindy yang melihat tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Vira, kemudian temannya yang lain ikut menyusul Vira keluar tenda dengan melakukan hal yang sama yaitu menutup hidung mereka, saat penutup tenda disingkap bau kentut itu keluar membuat Rea dan Cindy ikut berdiri dan menutup hidung mereka, yang keluar terakhir dari tenda adalah Sevia, tentu saja dirinya menjadi tersangka utama.


"Sev loe ga ke belakang berapa hari," tanya Cindy sambil tertawa.


"Bukan gue Cindy, loe mau nyoba nyium nih bagian belakang gue?" jawab Sevia kesal.


"Ogah lah," Cindy menghindar dan berlari melihat tangan Sevia yang ingin mencubit dirinya, Sevia mengejar sahabatnya itu.


Teman-teman mereka berbalik melihat Sevia yang mengejar Cindy sampai ketengah lapangan, Rea tertawa tapi masih sambil mengusap matanya. Arkan yang melihat dari jauh seperti tau kalau gadis itu baru saja menangis, mereka bersitatap kemudian cowok itu bertanya dari jauh tanpa mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Kenapa?"


Rea hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala, menjawab pertanyaan Arkan tanpa mengeluarkan suara juga " Gapapa".


__ADS_2