
Mereka berjalan dengan santai menyusuri trotoar, tiba-tiba Elang melonjak dan berteriak melihat satpam yang sudah hampir menutup gerbang sekolah mereka, ia memegang tangan gadis disebelahnya secara spontan mengajaknya untuk berlari.
Rea terlihat kaget, jantungnya tiba-tiba berdegub kencang, beruntung mereka masih bisa lolos masuk kedalam gerbang.
Semua warga sekolah terlihat sudah berkumpul di lapangan bersiap untuk apel, Elang melepaskan jaket dan tas yang ada di punggungnya, menaruhnya dilantai didalam pos satpam.
"Ga akan keburu kalau harus ke kelas, taruh disini aja tas kamu, nanti bisa kamu ambil setelah selesai apel."
Rea mendengarkan saran Elang kemudian ikut meletakkan tasnya dipos satpam seperti yang cowok itu lakukan.
Elang tiba-tiba kembali menarik tangan gadis itu menuju lapangan. Rea kembali merasakan jantungnya berdegub ketika Elang mengulangi menggenggam tangannya.
"Apa dia sadar sedang menggandeng tanganku?" Rea mengikuti langkah kaki Elang yang tengah berlari sambil terheran-heran memandangi wajah cowok itu dari samping.
Seorang gadis yang juga tengah berlari tergesa menuju lapangan terlihat berhenti, menatap kearah Elang yang sedang bergandengan tangan, ia memandang cemburu ke arah gadis yang tangannya digenggam Elang.
Saat hampir masuk ke lapangan Elang baru tersadar kalau dia masih menggenggam tangan Rea, cowok itu melepaskan tangannya secara berlahan, wajahnya terlihat memerah. mereka berdua Kemudian berjalan mencari barisan kelas XI-2.
__ADS_1
Mereka mengambil tempat kosong yang tersisa dibelakang karena barisan kelas XI-2 terlihat sudah terisi penuh, Elang dan Rea berdiri bersisian, tinggi badan Rea terlihat hanya dibawah bahu Elang.
Pak Alif mengambil tempat di bawah tiang bendera. Beliau membicarakan inti dari apel pagi ini, bahwa seminggu lagi akan ada penilaian tengah semester dan anak-anak diminta untuk lebih giat belajar, setelah penilaian tengah semester seperti biasa akan disusul dengan kegiatan jeda semester selama satu minggu yang akan diisi dengan lomba kelas selama tiga hari dan study wisata selama tiga hari juga bagi kelas XI.
Rea yang dari tadi mendengarkan penjelasan sang kepala sekolah dengan serius menengok ke arah Elang yang berdiri disampingnya. Gadis itu menyentuh punggung tangan Elang dengan punggung tangannya.
"Kita mau study wisata kemana?" bisik Rea pelan.
Elang sadar kalau gadis sebelahnya belum genap sebulan ada disekolah ini, wajar kalau Rea belum tau.
Cowok itu menyebutkan sebuah nama pulau yang terkenal dengan keindahan panorama alamnya, pulau yang juga menjadi tempat wisata tujuan para turis mancanegara.
"Apa? Aku sudah hampir seratus kali kesana," ucapnya pelan.
"Dasar gadis sombong," dengan sedikit menunduk Elang berbisik ketelinga Rea, bibirnya tersenyum mengejek.
"Bahkan kakek punya sebuah villa dan pulau pribadi disana," bisik gadis itu didalam hati.
Gadis yang melihat mereka bergandengan tangan tadi masih mengamati Rea dan Elang dari barisan kelasnya.
__ADS_1
"Kenapa mereka terlihat serasi? kalau orang tidak tau pasti berpikir mereka sedang pacaran," gumam gadis itu.
Selesai apel anak-anak membubarkan diri, Sevia dan Cindy terlihat menghampiri Rea, mereka pikir Rea tidak masuk sekolah, ternyata gadis itu hampir terlambat sehingga berbaris dibarisan paling belakang.
Rea berkata harus mengambil tasnya dulu dipos satpam, Cindy dan sevia mengangguk kemudian pergi ke kelas mereka lebih dulu.
Gadis itu berjalan untuk mengambil tas miliknya, terlihat Elang juga sudah dipos satpam memegang jaket dan mengenakan tas di punggungnya. Akhirnya mereka berjalan menuju kelas bersama.
"Apa kamu tidak bisa naik motor, sampai harus diantar jemput pake mobil?" tanya Elang penasaran.
Rea kaget karena Elang mengajaknya berbicara lebih dulu, gadis itu hanya menggelengkan kepala sementara cowok cool itu terlihat tersenyum menghina.
"Hei! aku memang tidak bisa naik motor, tapi aku bisa naik kuda tau," ucap Rea bangga.
"Dasar cewek sombong," seru Elang sambil berjalan lebih cepat meninggalkan Rea dibelakang.
"Aku benar bisa naik kuda, bahkan aku punya kuda sendiri, apa kamu bisa naik kuda ha?" Jawab Rea sambil berteriak kesal.
Elang hanya tersenyum dan terus berjalan tanpa menoleh ke arah gadis yang sedang cemberut itu.
__ADS_1