
Malam ini di hotel akan diadakan acara malam keakraban untuk siswa kelas XI, seperti yang dulu disampaikan pak Anton malam ini anak-anak harus tampil untuk mendapatkan nilai seni musik, setiap kelompok yang sudah siap boleh langsung naik ke panggung, yang lain boleh menonton atau makan malam terlebih dulu, Rea dan kelompoknya memilih makan dulu. Rea mencoba mencari Arkan di sekeliling tapi tidak menemukan orang yang dia cari, kemudian Rea mengirim pesan
Kamu udah makan belum Ar?
Tidak ada balasan, ternyata cowok yang dia cari sedang sibuk berbicara dengan pak Anton
"Pak saya kan belum pindah kesini pas ada tugas ini, jadi saya ga punya kelompok, tapi saya tetep pengen dapat nilai"
"Kamu bisa apa? kamu nyanyi sendiri aja sambil main alat musik gitar atau keyboard gitu" jawab Pak Anton
"Kalau baca puisi sambil main gitar gimana pak?"
"Ya bagus itu, bisa bisa" jawab Pak Anton sambil menilai anak yang sedang tampil didepannya
Jam 8 malam anak-anak sudah mulai banyak yang tampil bersama kelompoknya, kelompok Rea juga sedang antri untuk naik ke atas panggung, Elang tiba-tiba memegang pergelangan tangan kanan Rea, melihat ada yang hilang, Rea tau benda yang dicari Elang
"Aku lepas soalnya takut kena air pas mandi" Rea tersenyum
"Apa yang ada dipikiran Elang" gumam Rea
__ADS_1
Tiba-tiba Arkan mendekat melepaskan tangan Elang yang masih memegang pergelangan tangan Rea.
"Bisa ga, ga usah pegang-pegang" sambil menepis tangan Elang
"Bukan urusan loe, lagian siapa loe nglarang-nglarang?" tanya Elang ketus
Arkan tidak bisa memberi jawaban Elang karena memang status hubungannya dengan Rea pun masih abu-abu, ga jelas.
"Kalian ngapain sih, berisik deh" Rea berusaha melerai
Arkan sudah menarik tangan gadis itu menjauh dari antrian dan yang pasti jauh dari saingannya. Elang hanya bisa menatap kearah Rea yang sudah berjalan menjauh bersama Arkan.
"Kamu tadi kemana? aku tadi chat tapi kamu ga balas" ucap Rea sambil mencoba melepaskan tangannya dari Arkan
"Kenapa kamu mencariku?" tanya Arkan senang
"Aku cuma nanya, kamu udah makan belum?, jangan sampe maagmu kumat"
Arkan menarik tangan kiri Rea, memakaikan gelang vintage mirip yang diberikan Elang, dengan inisial R lambang cinta kemudian A.
__ADS_1
"Tadi niatnya mau aku kasih nama panggilanmu REA tapi kata penjualnya huruf E nya habis lalu disaranin diganti love,jadi nya kayak itu"
Arkan memegang inisial digelang yang sekarang sudah melingkar manis ditangan Rea, mencoba menejelaskan
Rea tersenyum merasa curiga kalau Arkan sedang berbohong, kemudian segera berlari ketika Cindy sudah memanggilnya, Rea berbalik kemudian berteriak ke arah Arkan
"Awas kalau bohong"
Arkan hanya bisa tersenyum malu.
Rea kemudian naik keatas panggung bersama teman kelompoknya, menuntaskan misi tugas seni musik yang tertunda, diatas panggung Vira dan Randy lah yang menjadi pusat perhatian, tapi bagi Arkan dan Elang, Rea lah satu-satunya yang mereka perhatikan.
Setelah turun dari panggung Arkan mendekat ke arah Rea, kemudian berbisik "dengarkan apa yang akan aku katakan, itu untukmu"
Rea tidak paham apa maksud Arkan, sampai cowok itu naik ke atas panggung dan para siswi antusias mendekat ke panggung , Arkan mulai memetik gitar, kemudian membaca puisi yang dia buat sendiri
... teruntuk gadis yang paling aku sayangi
yang cantiknya melebihi warna pelangi.
__ADS_1
Begitu akhir puisi yang dia buat, semua siswi perempuan sudah baper dibuatnya.
Rea hanya tersenyum malu, dia tidak tau kalau teman masa kecilnya bisa sangat romantis.