Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 46 playgirl (2)


__ADS_3

Hari ini hari terakhir acara study wisata mereka, Rea merapikan kopernya, dia terlihat menyatukan gelang dari Elang dan Arkan, memakai semua ditangan kirinya. Anak-anak sudah berjalan menuju bus mereka masing-masing, Rea tetap kesusahan menaikkan kopernya, tapi kali ini Elang langsung membantunya mengangkat keatas. Rea memdongak, Elang tersenyum kepadanya.


"Apa semalam tidurmu nyeyak?" tanya Elang


"Hem... cuma tidur sebentar, harus bangun pagi untuk gantian mandi" Rea cemberut


Bus mulai berjalan menuju tempat wisata yang akan mereka kunjungi, sebuah danau yang terkenal sangat indah, perjalanan nya akan memakan waktu lumayan lama, begitu yang dijelaskan tour guide didepan.


"Tidurlah" Elang menepuk pundaknya


Rea tanpa malu malu langsung menyandarkan kepalanya ke pundak Elang, kemudian memejamkan matanya, tertidur.


Gadis itu tidak bisa tidur karena berfikir semalaman soal Arkan dan Elang yang menyukainya, tapi akhirnya dia memilih menjadi gadis egois, memutuskan akan menyukai keduanya baik Elang dan Arkan.


Elang membangunkan Rea karena mereka sudah sampai, kemudian mereka turun bersama, Rea terkejut karena Arkan sudah menunggu didekat bus kelasnya.


"Kebetulan, aku mau bicara sama kalian, ikuti aku" perintah Rea bak bos besar


Arkan dan Elang pun mengekor dibelakang Rea, mereka menjauh dari keramaian, menuju sebuah pohon dipinggir danau.


"Kenapa kita harus kesini bertiga?" tanya Arkan, Elang pun ingin bertanya pertanyaan yang sama

__ADS_1


Rea menunjukkan gelang yang mereka berikan yang dia pakai di tangannya , Elang dan Arkan saling pandang, menggerutu dalam hati mereka masing-masing, kenapa selera mereka selalu sama.


"Kalian dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan, karena aku ga akan mengulangi apa yang aku katakan, Oke" Rea mencoba mengatur nafasnya


Kedua cowok didepannya sudah sama-sama melipat kedua tangan mereka didepan dada, kemudian mengangguk.


"a.. ku.. menyukai kalian berdua"


"Apa??" kedua cowok itu kaget dan menjawab secara hampir bersamaan


"Aku tidak ingin menjadikan salah satu diantara kalian pacar"


"Tunggu..."


Rea sudah mengangkat tangannya bak wasit meminta kedua cowok itu untuk tidak bicara dulu karena dia belum selesai.


"Aku tidak sebaik yang kalian kira, jadi setelah ini silahkan kalian mau terus menyukai aku atau tidak, yang pasti aku akan tetap menyukai kalian berdua"


"Dan apapun yang akan aku lakukan baik ke Arkan atau ke Elang, itu karena aku sama-sama menyukai kalian, tidak ada perbedaan"


"Baik aku mau jalan sama Arkan atau sama Elang tidak boleh ada yang cemburu karena kalian sama-sama bukan pacarku"

__ADS_1


"Apa kalian mengerti?" tanya Rea


Kedua cowok itu menggelengkan kepalanya.


"Tunggu, jadi kamu menyukai kami berdua, dan tidak bisa memilih siapa diantara kami yang mau kamu jadiin pacar gitu?" tanya Elang


Rea menatap ke arah Arkan, seolah-olah berbicara "ga mungkin juga aku pacaran sama kakakku sendiri, aku belum bisa jujur sekarang"


Arkan sepertinya selalu bisa membaca pikiran Rea, kemudian berkata


"Baiklah, lakukan apa yang kamu mau, aku pastikan ga akan pernah berhenti menyukaimu"


Elang kaget mendengar jawaban Arkan


"apa dia sangat menyukai Rea sampai seperti itu?"


Rea Melihat ke arah Elang, menunggu respon atas perkataan Arkan.


"Aku juga akan tetap menyukaimu, sampai hatimu memutuskan lebih menyukai siapa" jawab Elang


"Baik, aku lega bisa mengatakan ini kepada kalian, aku harap kalian mengerti, ga perlu kalian saling benci atau merasa siangan, karena aku bukan barang yang bisa diperebutkan" ucap Rea penuh percaya diri kemudian meninggalkan kedua cowok itu, sadar banyak yang sudah memperhatikan mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2