Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 91 : Kentang


__ADS_3

Pagi hari para peserta perkemahan yang beragama Islam sudah dibangunkan untuk sholat subuh, Rea menggeliat didalam tenda kemudian keluar bersama teman-temannya, mereka mengantri untuk mengambil air wudu kemudian sholat ditengah lapangan bersama.


Setelah sholat Rea merasa masih mengantuk, berjalan sambil menguap masuk ketendanya lagi, belum sampai kakinya masuk ke pagar peluit sudah berbunyi, para ketua regu diminta berkumpul. Rea menghela napasnya kasar, ia lupa tidak akan bisa kembali tidur karena sebentar lagi mereka akan melakukan kegiatan senam bersama.


Semua peserta terlihat tidak semangat mengikuti senam pagi itu , mereka setengah hati mengikuti gerakan senam, entah ide siapa tiba-tiba salah satu kakak pembina mendekat ke arah sound system dan menyambungkan ponselnya ke colokan saat musik senam itu berakhir, semua peserta kemah terutama para siswi berteriak-teriak mendengar lagu boy band big bang yang berjudul fantastic baby menggema dilapangan, apalagi melihat beberapa senior mereka melakukan dance didepan sana.


Rea juga ikut meloncat-loncat sambil berteriak melihat kakak kelasnya yang terlihat keren, pemandangan segar yang membuat matanya menjadi tidak mengantuk lagi.


"Aggghhhhhh.........Rendy elo kalau ga bisa kayak gitu gue bakal mutusin loe," teriak Vira ke pacarnya yang melihatnya ikut berteriak-teriak dari tadi.


Sontak cowok itu maju kedepan seolah menantang untuk battle dance dengan seniornya. Suasana makin riuh, Rea masih terlihat ikut berteriak-teriak seperti siswi yang lain, melihat Sevia dan Cindy yang sudah menggerakkan badannya, gadis itu ikut-ikutan menari. Tiba-tiba sebuah tangan memegang pergelangan tangannya.


"Ayo kita cari sarapan," ucap Arkan yang menariknya dari kerumunan.


Mereka berjalan kearah rumah penduduk , beberapa anak juga terlihat mencari sarapan dan beberapa terlihat membawa handuk untuk menumpang mandi di rumah penduduk disana.


Rea dan Arkan masuk kesebuah warung dimana sudah ada beberapa teman mereka yang juga tengah sarapan. Mereka memesan nasi pecel diwarung itu, Rea menyambar rempeyek udang diatas piring Arkan dan memakannya, menukar rempeyek mahkluk air yang bisa membuat sahabatnya alergi dengan sebuah gorengan, cowok itu tersenyum mendapat perhatian seperti itu dari gadis yang disukainya.


Rea menunggu Arkan diluar sambil memainkan pecahan genteng dibawah kakinya, cowok itu keluar sambil memberikan sebuah permen ke tangannya, entah sengaja atau tidak Rea melihat tulisan dibalik bungkus permen itu yang memang di design seperti itu dari produsennya.


"I'm yours," ucap Rea.


Arkan yang mendengar ucapan Rea menoleh, menatap gadis itu yang sedang melihat bungkus permen ditangannya. Arkan meraih permen itu membukanya lalu menyodorkan ke depan mulut Rea.


"Kamu Bumi milik Langit bukan punyaku," ucap Arkan sambil berjalan meninggalkan sahabatnya itu.


Rea menggelembungkan pipinya, berlari mensejajari Arkan.


"Aku kira kamu sengaja memberikan permen bertuliskan aku milikmu tadi," ucap Rea.


"Apa aku sudah gila?" jawab Arkan sambil mempercepat langkahnya.


Rea hanya tersenyum melihat Arkan yang terlihat imut jika bertingkah seperti itu.


❤❤❤❤❤


Sevia dan regunya juga ikut pergi mandi dirumah penduduk, mereka mandi secara bergantian, Rea terlihat terheran-heran mendapati rumah penduduk yang sangat sederhana, ia mendekat ke sumur dengan ember dan katrol yang baru pertama kali ia lihat secara langsung seumur hidupnya, gadis itu melongok kedalam sumur.


"Apa kamu bisa menimba air?" tanya Sevia.


Rea menggelengkan kepalanya.


"Lihat!" perintah Sevia.


Gadis itu kemudian memberi contoh kepada temannya itu cara menimba air, Rea terlihat antusias mencoba melakukan hal yang sama seperti yang Sevia lakukan, tapi baru menarik beberapa kali ia berteriak meminta bantuan Sevia.


"Berat," ucapnya sambil nyengir kuda.


Sevia hanya tertawa memaklumi temannya yang memang tidak pernah hidup susah dari sejak lahir.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Pukul sepuluh pagi, peserta kembali diminta berkumpul kelapangan untuk mendengarkan penjelasan pembina, mereka akan melakukan jelajah alam sebentar lagi.


Saat berada ditengah lapangan Rea melihat Arkan yang berjongkok membenarkan ikatan tali sepatunya. Gadis itu mendekat ikut berjongkok dan berbisik ke telinga cowok itu.


"Ar, aku tadi menimba air sendiri," ucapnya bangga.


Arkan melirik kearah Rea yang tersenyum ke arahnya, menunjuk kening sahabatnya itu.


"Gitu aja bangga," cibir Arkan.


"Ish.., jahat," ucap Rea kesal sambil berlari ke barisan regunya, membuat Arkan tertawa geli.


Setelah selesai mendengarkan penjelasan dari pembina satu persatu regu mulai berjalan, mereka melewati kebun kopi dan menyusuri sungai, Rea tersenyum mengingat saat Elang mengajaknya pergi kemarin. Vira yang berada dibelakangnya heran melihat Rea yang tertawa sendiri.


"Kenapa?"


"Ga kenapa-napa, seneng aja bisa jalan-jalan," ucap Rea.


"Jalan-jalan apanya, didepan nanti sudah banyak pos yang nungguin kita, pasti akan ada banyak pertanyaan, dan aku kesal kenapa wakil ketua regu harus berbaris paling belakang," oceh Vira.


"Apa kamu ga suka berada dibarisan paling belakang? sini biar aku yang paling belakang," Rea berhenti sambil menatap Vira jika memang gadis itu ingin bertukar posisi.


"Ga usah lah," Vira membalikkan badan Rea menyuruh temannya itu berjalan lagi.


Rea merasa panas dikulitnya, gadis itu kemudian mengeluarkan sunblock yang dia bawa saat mereka berhenti dipos untuk menguji pengetahuan umum mereka, sontak Vira kaget dengan apa yang temannya bawa.


"Eh.. bisa kena marah tau Re bawa begituan."


"Kenapa? panas tau, ntar kalau kulit aku kebakar atau belang gimana?"


"Ih....ini Pramuka Rea bukan piknik."


"Kita ga boleh bawa HP kenapa kakak pembina boleh?, ya masa bawa sunblock aja ga boleh," gadis itu masih membantah wakil ketua regunya sambil mengoleskan sunblock kemuka dan tangannya.


Benar saja salah satu kakak pembina melihat apa yang Rea lakukan kemudian menegurnya.


Rea hanya terdiam saat dimarahi pembina putri sampai ucapan dari kakak tingkatnya itu membuat telinganya panas.


"Sok cantik."


Kata itu membuat Rea tersinggung dan merasa darahnya mendidih, ia masih bersabar karena dia tidak ingin membuat masalah, tapi kesabarannya habis saat dia mendengar permintaan kakak pembinanya yang terdengar seperti sebuah bullying. Ia diminta mengucapkan kalimat "maaf saya sok cantik dan kecentilan" ke semua pembina pramuka yang rata-rata adalah kakak kelasnya disana.


"Ga mau," ucap Rea yang membuat mata kakak pembina putri dan teman satu regunya melotot.


"Aku tu memang cantik kak, jadi salah kalau kakak bilang aku sok cantik, sok cantik itu buat cewek yang kayak kentang tapi berlagak kayak selebritis," lanjut Rea sambil memajukan dadanya seolah menantang.


Pembina putri itu gelagapan, beberapa teman dan adik kelasnya terlihat tertawa.

__ADS_1


"Alangkah bijak kalau kakak kasih aku hukuman yang wajar, " ucapnya lagi.


seorang pembina putra mendekat melerai perdebatan mereka, meminta temannya pergi dari sana.


"Barang kamu kakak sita bisa diambil nanti kalau jelajah alam selesai, untuk hukuman lakukan squat jump sepuluh kali," perintah kakak pembina putra itu.


Rea melakukan perintah yang diberikan kakak kelasnya, Arkan yang berdiri didekat sana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


**Terima kasih buat yang selalu support, maaf ya kalau update nya agak lemot, soalnya aku ngerjain tiga novel berbarengan 😁 dan jujur ga ada yang aku kejar disini, nulis adalah hobi aku, aku ga nyari duit disini tapi nyari pembaca yang mau membaca dan support tulisanku, syukur-syukur mau jadi teman didunia maya.


Silahkan masuk group Nasya, disana aku bakal ngadain Give away buat pembaca setia tulisan aku.


Untuk novel MENCARI LANGIT BIRU rencana aku tamatkan di chapter 100 setelah nya akan ada beberapa ekstra chapter kehidupan tokoh-tokohnya.


Untuk kisah Rea, Arkan dan Elang saat sudah dewasa silahkan klik profile aku, buka novel yang judulnua REKAN: MENIKAHI BUMI YANG DICINTAI LANGIT


Terima kasih banyak


Love you ❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2