Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 41 Digossipkan juga


__ADS_3

Satu nasip dengan mamanya, Rea juga sudah digosipkan pacaran dengan Elang gara-gara adegan di deck kapal penyebrangan malam itu. Cindy, Sevia dan Vira yang satu kamar hotel dengan Rea memandang gadis yang sedang mengeluarkan baju ganti dari kopernya itu masih setengah tidak percaya, kemudian mereka bertiga melihat ke arah HP Cindy lagi, melihat ke arah Rea lagi.


"Kalian mau mandi ga? kamar mandinya cuma satu, kita bisa terlambat kalau ga buru-buru gantian mandi" ucap Rea membuyarkan rasa heran ketiga temannya itu.


Vira kemudian berlari ke kamar mandi, memberi tanda bahwa dia orang pertama yang mau memakai kamar mandi.


"Lihatlah Re" Cindy menunjukkan HP nya ke arah Rea, tapi hanya dilihat sekilas oleh Rea karena dia sudah tau apa yang mau ditunjukkan temannya itu.


"Aku ga ada hubungan apa-apa sama Elang, aku tiba-tiba sedih ingat kakekku, jadi aku nangis, ga tau kenapa Elang tiba-tiba memelukku seperti itu, mungkin dia kasihan"


(Rea berbohong)


"Apa kamu ga mau klarifikasi?" tanya Sevia penasaran


"Untuk apa?emang aku artis? harus pake acara klarifikasi segala, udahlah gossip itu tidak perlu didengarkan dan dimasukkan ke hati, karena apapun nanti penjelasan kita orang akan tetap lebih percaya apa yang ada dipikiran mereka sendiri, kata mamaku sih gitu" jelas Rea panjang lebar.


Tiba-tiba HPnya berbunyi panggilan masuk dari om Andi, Rea buru-buru keluar kamarnya


Rea : Halo om,


Om Andi : Rea gimana kabar kamu?


Rea : baik, oh ya aku lagi di XX study wisata sekolah bersama Arkan juga, tumben om telpon


Om Andi : oh... om lupa kalau kamu lagi liburan, kalau gitu nanti saja setelah pulang om akan telpon lagi


Rea : gapapa om, emang ada apa sih?

__ADS_1


Om Andi : Rea, Om sudah tau siapa nama ayah tiri kakakmu, namanya ....


Rea : om Banyu


Om Andi : Banyu Prasetya, apa kamu sudah tau?


Rea : aku sudah tidak perlu mencari nya lagi om, aku sudah menemukannya


Ucap Rea sambil memalingkan wajahnya, Elang sudah ada berdiri di ujung lorong kamar hotel itu, menatap ke arah Rea.


Rea : udah dulu ya om nanti aku telpon lagi.


Rea buru-buru mematikan HP nya.


"Kamu sudah tau kan? foto kita tersebar di chat anak-anak kelas XI?"


"Ayo kita samakan jawaban jika ada yang bertanya, aku akan bilang..." Elang belum sempat meneruskan kalimatnya


"Aku sudah bilang ke Cindy dan Sevia aku ingat kakekku kemudian menangis, kau hanya kasihan dan memelukku" potong Rea


"Baiklah, aku juga akan bilang seperti itu kalau ada yang bertanya"


Elang sedikit kaget dengan alasan yang diucapkan Rea, sementara gadis tidak peduli apa alasan yang ada dipikiran Elang, tidak berniat untuk menayakannya juga.


------


Didalam bus kelas XI-4 Arkan menyandarkan kepalanya dikursi, tidak mungkin dia tidak tau apa yang sedang menjadi gossip anak-anak satu angkatannya sekarang.

__ADS_1


"Apa kamu menyukainya? bagaimana kalau kamu menyukainya? bagaimana kalau kamu tau bahwa dia bukan kakak kandungmu? terus apa artinya aku selama ini buatmu?" banyak pertanyaan dipikiran Arkan


seketika dia melonjak ingin turun dari bus menemui gadis yang mengganggu pikirannya itu, tapi pak Lucky dan tour guide sudah naik ke atas bus.


"Mau kemana? ayo duduk kita sudah mau jalan!" perintah pak Lucky , Arkan hanya bisa menurut


Sudah hampir 15 menit bus berjalan menuju sebuah museum, lokasi yang akan mereka kunjungi untuk belajar sejarah, Pak Lucky terlihat berdiri dari tempat duduknya, berbicara kepada tour guide didepan, Ken cepat-cepat berdiri kemudian berjalan menuju kursi yang ditinggalkan Pak Lucky.


"Apa kamu sudah tau alasan mereka berpelukan?" tanya Ken


"Aku tidak perlu tau" jawab Arkan


"Elang bilang Rea teringat kakeknya kemudian menangis, Elang hanya kasihan kemudian memeluknya?


"Heh...." Arkan tersenyum sinis, tidak berniat sama sekali membicarakannya dengan Ken


"Aku tau Rea tidak mungkin menyukai Elang, karena dia bilang sudah ada cowok yang dia suka"


Arkan menegakkan badannya mendengar ucapan Ken, seperti mendapat bocoran ujian kehidupannya selama ini, matanya sudah berbinar.


"Apa Rea bilang begitu ?"


"Iya, aku berani sumpah, dia bilang sudah ada cowok yang dia suka"


Ken berjalan kembali ke tempat duduknya melihat pak Lucky yang juga sudah mau kembali duduk.


"Namamu Ken kan? terima kasih informasinya" Arkan tertawa girang.

__ADS_1


__ADS_2