Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 16 My Cafe


__ADS_3


Beberapa jam yang lalu


Setelah rapat kelompok tadi Rea keluar kelas menuju gerbang bersama Cindy. Mereka berjalan beriringan sesekali bercanda dan saling bercerita tentang keluarga mereka, Cindy ternyata punya seorang kakak yang sudah lulus SMA tapi karena keterbatasan keuangan keluarganya, sang kakak tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara Rea, gadis itu hanya bercerita kalau dia tidak punya saudara.


Saat sampai didepan gerbang Rea baru sadar kalau biasanya Cindy pulang bersama Sevia, sementara Sevia sudah pulang dari tadi.


"Kamu mau aku anter ga Sin?" tanya Rea mencoba menawari tumpangan ke temannya itu.


"Ga usah Re, aku bisa naik ojek, soalnya aku mau langsung ke kafe tempat aku kerja paruh waktu."


"Kafe yang dibilang Karmila kafe remang-remang ya?" tanya Rea polos.


"iya benar." Cindy tersenyum getir.


"Dasar seenaknya saja ngomong kayak gitu, kalau bukan karena aku murid baru udah aku hajar tuh orang," ucap Rea yang membuat Cindy tertawa.


"Bagaimana kalau aku antar ke tempat kerjamu? aku juga pengen liat tempat kerja kamu, aku penasaran," pinta Rea.


"Tapi---," belum sampai Cindy menyelesaikan kalimatnya, Rea sudah menarik lengan temannya dan ia bergelayut manja disana.


Cindy tersenyum dan akhirnya mengijinkan temannya itu untuk pergi bersamanya "Kita mau naik apa sekarang?"

__ADS_1


"Itu, mobil jemputanku udah datang," ucap Rea sambil menunjuk mobil hitam disebrang jalan.


Pak Rahmat melihat sekolah sudah sepi, ia kemudian memutar mobil untuk menjemput Rea langsung didepan sekolahnya. Cindy terlihat terbengong melihat Rea membukakan pintu sedan mewah itu, tangannya membuat gerakan menyuruh temannya itu masuk, setelah itu dia duduk dikursi belakang disamping Cindy.


"Kenalkan ini pak Rahmat, paman aku."


Pak Rahmat terkejut mendengar perkataan nonanya yang memperkenalkannya sebagai paman bukan sopir ke temannya.


"Kenalkan pak saya Cindy," ucap gadis itu sopan.


Pak Rahmat tersenyum Ramah dan membalas sapaan gadis itu "Salam kenal juga mba Cindy."


"Panggil Cindy aja pak," gadis itu merasa aneh di panggil mba oleh orang yang jauh lebih tua bahkan terlihat lebih tua dari ayahnya.


"My Cafe, nanti ikutin arah dari saya aja ya pak biar cepat sampai," pinta Cindy.


Pak Rahmat hanya mengangguk dan tetap fokus menyetir.


"Sebenernya bapak tadi pengen nyuciin mobil, ini mobil nya udah kotor, tapi ga tau dimana cucian mobil yang bagus."


Cindy sedikit heran karena tadi dia lihat mobil yang dibawa pak Rahmat masih kinclong dan sama sekali tidak kelihatan kotor.


"Tau cucian mobil dekat Sini ga sin?" Tanya Rea.

__ADS_1


"Kebetulan disamping kafe tempatku kerja ada cucian Mobil Re."


"Kebetulan banget, kita nyuciin di sana aja ya Pak, sekalian aku mau nongkrong liat Cindy kerja."


Cindy terlihat agak malu kemudain menyenggol lembut lengan temannya itu "Masa orang kerja mau diliatin."


❤❤❤❤❤


Di dalam kafe Rea memilih duduk disamping jendela yang dengan jelas bisa melihat pemandangan luar. Cindy terlihat sedang berbicara dengan seorang wanita cantik, wanita itu terlihat memberi arahan ke Cindy dan yang pelayan lainnya.


Wanita itu masuk kedalam ruangan kemudian keluar membawa tas, memegang kunci mobil di tangannya, Rea masih melihat ke arah wanita itu sampai membuka pintu mobil sambil melambaikan tangan, Rea menengok dengan siapa wanita itu melambaikan tangan ternyata yang di sana juga terlihat membalas melambaikan tangan.


"Mungkin dia bos nya, Elang cuma


karyawan kayak Cindy," batin Rea sambil meminum segelas milkshake vanilla.


Karena kafe agak sepi Cindy mendekati Rea dan duduk didepannya, Rea tersenyum senang karena mendapat teman ngobrol, mereka terlibat perbincangan hangat,


Cindy menceritakan bagaimana awal mulanya dia bisa diterima kerja paruh waktu di kafe ini. Keluarganya benar-benar dalam masa sulit waktu itu, sampai dia hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya. Elang sebagai ketua kelas awalnya menemui dia hanya untuk menanyakan kenapa lama tidak masuk sekolah, tapi malah membantu dia dengan mengenalkannya pada pemilik kafe ini.


Berkat Elang dia masih bisa sekolah dan juga bisa membantu orang tuanya. Cindy juga bercerita bahwa kafe dan cucian mobil disebelahnya adalah milik keluarga Elang. Lihat saja nama cucian mobil nya "Banyu car wash" itu Kan nama Elang, cerita cindy panjang.


Rea hanya terdiam mendengar cerita Cindy, merasa terlalu sombong karena tadi sempat menganggap Elang adalah karyawan cucian.

__ADS_1


__ADS_2