
Rea dan Arkan berjalan pergi dari lapangan basket, anak-anak kelas XI-2 juga bubar karena merasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi di lapangan, tim baket kelasnya tidak ada harapan lagi untuk bisa lolos kebabak final, mereka memilih untuk jajan di kantin atau sekedar ngobrol dan nongkrong ga jelas disekitar kelas mereka, Arkan masih memakai seragam olah raga milik Elang, meletakkan baju seragam nya dipundak sambil menggendong tas dibahu kanannya, terlihat anak-anak perempuan memandang Arkan, bintang dadakan bebarapa menit yang lalu.
Rea yang merasa Arkan menjadi pusat perhatian menggerutu dalam hati
"Kenapa kamu sok keren buka baju didepan semua orang" Rea sedikit cemberut
"Kenapa??" tanya Arkan yang melihat perubahan mimik wajah Rea
"Gapapa, bukannya kamu pindah keluar negeri? kenapa malah muncul disini?" tanya Rea agak sedikit penasaran.
Arkan berhenti berjalan, berbalik berdiri tepat dihadapan Rea
"Karena aku tau Lisa ga bisa jaga rahasia, jadi aku bohong" sambil menjulurkan lidahnya mengolok olok Rea
"Kamu ya.." Rea hampir memukul tangan Arkan tapi cowok itu sudah kabur lebih cepat
Rea tersenyum senang, kemudian berjalan menyusul Arkan
"Arkan tunggu, mau kemana sih??" tanya Rea
Arkan berbalik dan menjawab "ke ruang kepala sekolah, dari tadi aku ga tau aku ini masuk ke kelas berapa" Jawab Arkan sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
Elang yang sedari tadi masih saja mengawasi dua orang itu berbisik lirih sendiri
"Cih.. Apa aku cemburu?"
-----
Arkan mengetuk pintu ruang kepala sekolah, pak Alif memintanya masuk, Arkan membuka pintu, di dalam ternyata ada Ken yang ntah kenapa terlihat sedang merengek ke arah pak Alif ayahnya.
"Sudah nanti kita bicarakan lagi dirumah" kemudian pak alif meminta Ken meninggalkan ruangannya
Ken menatap Arkan, tapi cowok itu tidak membalas menatap Ken.
"Aku ga pernah liat dia, apa anak baru?" bisik Ken dalam hati
Pak alif mempersilahkan Arkan duduk, Arkan menjelaskan kalau tadi pagi sudah sampai ruang kepala sekolah tapi pak Alif tidak ada di tempat, pak Alif meminta maaf karena tadi beliau harus berkeliling ikut menjadi dewan juri penilaian kebersihan dan keindahan kelas.
Pak alif kemudian mengantar Arkan ke ruang Guru, memanggil salah satu guru untuk keluar.
"Pak Lucky ini Arkan murid pindahan yang Saya ceritakan kemarin, yang akan masuk dikelas XI-4"
"Arkan ini pak Lucky guru olah raga yang juga Wali kelas XI-4"
Arkan dan pak lucky terlihat kaget, apalagi Arkan yang menahan malu karena pertemuan pertama mereka dimulai dari hal konyol yang dilakukan Arkan. Pak lucky kemudian mengajak Arkan ke kelas XI-4
__ADS_1
"Ayo kita kelas, bapak mau ngasih briefing anak-anak buat lomba pidato dan lomba memasak besok"
Arkan berjalan sedikit dibelakang pak Lucky
"lomba memasak? ada-ada aja" gumam Arkan
Saat menyusuri jalan setapak menuju kelas XI-4 Pak Lucky mengajak Arkan berbincang.
"Kamu jago main basket juga ya? "
Arkan hanya tersenyum
"Tapi Kenapa tadi kamu malah main untuk kelas lain dan melawan kelasmu sendiri?"
Arkan terperanjat dengan kata kata pak Lucky
"Jangan bilang aku tadi ngebantu Rea buat ngelawan tim kelas XI-4, ****** gue" batin Arkan
Kemudian dia tersadar lagi "artinya aku ga sekelas sama Rea donk?"
Arkan berjalan gontai dibelakang pak Lucky.
"Jadi pak lucky tadi berdiri di dekat lapangan basket untuk menyemangati dan memberi arahan kepada tim basket kelasnya"
__ADS_1
Arkan semakin gontai.