Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 58 Cinta Segitiga


__ADS_3

Flash back


Elang bertanya kepada Cindy apakah tau alamat rumah Rea, gadis itu malah bercerita kemarin dia sempat main sampai sore dirumah temannya itu, Elang meminta alamat rumah Rea kepada Cindy.


Saat jam istirahat Arkan berjalan menuju foto copyan yang disebutkan Elang, dia berbicara pada mas mas yang ada disana, kalau dia berencana menitipkan motornya disitu juga, mas mas itu menyebutkan harga yang harus dibayar perharinya, Arkan setuju kemudian melongok ke arah belakang tempat itu dimana memang terlihat banyak motor yang dititipkan, iseng dia bertanya kepada mas mas yang terlihat sibuk bekerja mengkopi beberapa dokumen.


"Elang juga titip motor disini Mas?"


"Iya, tapi ga tau tuh tadi tiba-tiba dia bawa motornya pergi, padahal kan masih jam sekolah, buru-buru kayak dikejar setan"


Arkan sedikit kaget tapi dia tau mau kemana saingannya itu pergi.


"Sial kenapa juga aku meminta dia menemui Rea" gerutu Arkan dalam hati


Arkan berlari menuju parkiran motor, menaiki motornya memakai helm kemudian pergi keluar gerbang sekolah.


"Hoiiiii... mau kemana?" teriak satpam yang tidak dia hiraukan


"Laporin BK lah" satpam itu pergi meninggalkan posnya menuju ruangan BK


Flash back off


"Arkan" Rea berdiri dari kursinya


"Dia bukan pacarnya tante" ucap Arkan


"Kamu juga bukan pacarnya" balas Elang

__ADS_1


"Terus ngapain loe ada disini" bentak Arkan


"Lha loe ngapain juga disini, kan loe yang nyuruh gue nemuin Rea tadi"


Kata-kata Elang membuat Arkan terdiam.


"Udah ah kalian ngapain sih" ucap Rea sebal kemudian pergi menaiki anak tangga


"Mau kemana?" tanya Arkan


"Mandi, udah sana kalian bertengkar aja terus, udah bolos juga" Rea mlengos kemudian berlari menaiki anak tangga


Lidia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan tiga ABG didepannya.


"Sini duduk" perintah Lidia ke Arkan


"Udah kalian berdua duduk yang manis disini jangan cakar-cakaran, tungguin tu cewek jutek sampai selesai mandi, tante mau keluar ada urusan" ucap Lidia sambil berlalu meninggalkan dua anak laki-laki yang dia tau sedang memperebutkan anak gadisnya


****


Selesai mandi Rea turun kemudian duduk dihadapan kedua cowok yang sudah dia perintah untuk duduk bersebelahan dimeja makan, memandangi mereka satu persatu


"Kalian bolos ya kan?"


Mereka berdua terdiam seperti anak kecil yang sedang kena marah ibu mereka.


"Udah tau nanya, lagian kamu juga bolos" sahut Arkan yang kemudian mendapat balasan plototan mata dari gadis didepannya

__ADS_1


"Udah sok keren kalian bolos" lanjut nya


"Aku kan bolos pengen ketemu sama kamu, salah siapa ga balas satupun chat yang aku kirim " ucap Elang yang diikuti gelak tawa dari Arkan


"Rasain loe dicuekin" batinnya dalam hati , Elang yang melihat Arkan tertawa langsung menyumpal mulut saingannya itu dengan sepotong roti diatas meja, bukannya marah Arkan malah tertawa geli, sambil mengambil roti dari mulutnya dengan tangannya, kemudian memakannya lagi.


"Udah sana balik ke sekolah" perintah Rea sambil membuat gerakan tangan menyuruh mereka pergi


"Aku kan tinggal disini kenapa musti pergi?" Arkan berbicara santai masih menikmati roti yang dia makan


"Apa? jadi kalian tinggal serumah?" tanya Elang


Rea mengambil beberapa tisu diatas meja meremasnya kemudian melemparnya ke arah Arkan, tapi tidak mengenai orang yang dituju, membuat dia semakin marah


Rea kemudian bangun menarik kedua cowok itu susah payah untuk berdiri dari kursinya ingin mengusir mereka pulang kembali ke sekolah. Gadis itu melingkarkan satu tangannya di lengan Arkan dan tangan yang lain dilengan Elang. Menarik mereka berdua untuk keluar rumah, sampai didepan pintu Rea ingin melepaskan tanggannya, tapi dua cowok itu kompak sama-sama menjepit tangan Rea dengan lengan mereka.


Rea berontak tapi kedua cowok itu tidak ada yang mau melepaskan jepitannya, Rea berjongkok kemudian duduk dilantai sambil berpura-pura menangis,baru kedua cowok itu mau melepaskan tangannya, masih dengan posisi terduduk dia memandangi secara bergantian dua cowok yang sedang heran dengan kelakuannya, secepat kilat dia masuk menutup pintu rumahnya. Kedua cowok tadi kaget saling berpandangan.


"Sudah pergi, balik ke sekolah sana" teriak Rea dari dalam


Arkan dan Elang sama-sama tersenyum


"Kekanak-kanakan" ucap Elang


"Tapi menggemaskan"


imbuh Arkan yang membuat mereka berdua saling memandang, menghela nafas kesal sadar akan kesamaan pikiran mereka, kedua cowok itu kemudian berjalan keluar teras saling sikut.

__ADS_1


Sampai dihalaman mereka melihat dua motor yang terparkir dengan jarak yang tidak terlalu jauh, motor dengan tipe yang sama persis cuma beda warna membuat mereka menghela nafas bersamaan untuk kedua kalinya.


__ADS_2