Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 24 Petunjuk lagi


__ADS_3


"Kenapa berhenti tiba-tiba? bahaya tau," Elang memarahi kecerobohan Rea.


"Kau kan yang menabrakku," Rea kesal karena merasa cowok itu sedang memarahinya.


"Aku baru ingat HP ku ketinggalan diatas," ucap Rea sambil berlalu melewati Elang yang berdiri menghalangi jalannya, gadis itu berlari cepat naik ke atas lagi.


Seorang perempuan cantik memandangi kejadian barusan dari bawah tangga , Elang menatap ke arah perempuan itu dan merasa malu. Cowok itu turun dari tangga, berlalu melewati perempuan itu yang segera berbisik sebelum anak laki lakinya berlalu.


"Cantik," bisik Maya ke anaknya yang hanya bisa tersenyum menahan malu.


Elang menghampiri Randy dan Vira yang sudah duduk di salah satu meja kafe, sementara Cindy belum bergabung karena dia harus melakukan pekerjaannya menjadi pelayan di kafe itu.


Rea turun memegang HPnya kemudian bergabung bersama dengan teman temannya, dari arah pintu kafe terlihat seorang laki laki masuk bersama dengan seorang anak kecil, anak itu segera menghambur ke arah wanita cantik yang pernah Rea lihat juga sebelumnya di kafe ini.


"Itu kakak Elang disitu," ucap wanita itu ke arah Elang, anak kecil itu menghampiri Elang, menghambur memeluk pinggang cowok itu.


"Halo Bumi," seru Vira, gadis kecil itu hanya tersenyum.


"Ini nama kakak nya juga sama kayak kamu," ucap Elang kepada gadis kecil itu sambil menunjuk ke arah Rea.


"Dia ingat nama lengkapku," pikir Rea


Kemudian Maya mendekat ke meja mereka, tentu saja wanita itu sudah mengenal teman Elang yang lain kecuali Rea yang memang anak baru.

__ADS_1


"Kenalin ini Rea mah," ucap Elang ke wanita cantik itu.


"Mama?" bisik gadis itu dalam hati.


"Halo Re, senang berkenalan dengan kamu, jangan sungkan panggil aja tante Maya atau tante May terserah kamu." wanita itu mengulurkan tangannya, Rea masih terkejut, meskipun kemungkinan memang Elang adalah kakak yang dia cari, tapi dia tidak pernah menyangka akan secepat ini.


"Rea tante," jawabnya sambil menyambut uluran tangan Maya.


"Kalian pesen aja apa yang kalian mau, anggap aja kalian sedang dirumah Elang bukan di kafe tante," ucap Maya ke Randy, Vira dan Rea.


"Ayo Bumi, katanya mau nyari buku mewarnai," ajak Maya sembari menggandeng bocah kecil yang ternyata adalah adik perempuan Elang.


Laki-laki yang sudah bisa dipastikan adalah papa tiri Elang berdiri, badannya tegap wajahnya terlihat penuh wibawa.


"Jadi apa dia pak Jaksa yang tidak kenal takut menuntut orang orang yang berbuat kriminal?" batin Rea dalam hati.


Rea menatap wajah Elang yang duduk disampingnya, yang sedang asik bercanda dan tertawa dengan Randy dan Vira.


"Sedikit lagi untuk memastikan cowok ini adalah kakakku."


Randy dan Vira sudah pamit untuk pulang, sementara Rea masih duduk berdua dengan Elang dimeja yang sama, Cindy tidak bisa ikut bergabung karena hari Sabtu kafe ramai pengunjung yang rata-rata adalah remaja dan orang dewasa yang datang dengan pasangan mereka.


Setiap hari Sabtu di My Cafe ada live musik dari band lokal ,terlihat beberapa anak band mulai datang menyiapkan alat musik diatas tempat yang akan digunakan sebagai panggung sementara mereka.


Rea memutar badannya untuk melihat ke arah band yang akan segera tampil itu, Elang juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Kamu ga ngeband Lang? kan kamu bisa main gitar, main keyboard juga bisa, alat musik apa lagi yang kamu bisa?" Rea membrondong Elang dengan pertanyaan.


"Drum," Jawab Elang sedikit ragu.


"Aku juga punya teman yang bisa main drum," cerita Rea sambil membayangkan wajah Arkan yang kemudian langsung membuatnya cemberut karena beberapa hari ini sahabatnya itu tidak memberi kabar sama sekali.


"Aku tidak tau kenapa, cowok terlihat lebih keren saat mereka bermain alat musik."


"Apa yang dia maksud aku?" pikir Elang.


Elang sudah Ge-er mendengar omongan Rea tapi sayang gadis itu tersenyum sambil melihat salah satu anak band yang sedang memegang gitar didepan, menandakan bukan Elang yang dimaksud gadis itu.


"Aku punya teman di XX (menyebutkan nama Kota lamanya), dia bisa main drum, dan dia juga suka basket kayak kamu."


"Dari mana kamu tau aku suka basket?" tanya Elang heran "Pasti Ken yang cerita" lanjut Elang.


Rea hanya tersenyum, sambil masih menikmati lagu yang dibawakan vokalis band didepannya.


*Masih menantikan bagaimana akhirnya kisah kita


Meskipun jauh ku yakin satu hari kan bertemu


menggenggam tanganmu tak akan kulepaskan


kubiarkan dunia cemburu*

__ADS_1


Sepenggal lirik lagu yang dibawakan band malam itu.


__ADS_2