
Rea sudah merebahkan tubuhnya dikasur, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi matanya masih sulit terpejam, dia membuka aplikasi chat di HPnya, menggeser list chat, menemukan nama yang dia cari, kemudian mulai menuliskan pesan
"Aku tidak tau alasan kenapa kamu tiba-tiba akan pindah sekolah keluar negeri, tapi yang pasti dimanapun kamu berada aku berharap kamu selalu bahagia, I will miss you, aku akan sangat merindukanmu Arkan, maaf tidak bisa mengantarkan keberangkatan mu"
Tanpa dia sadari yang dikirimi pesan juga belum bisa tidur, entah apa yang ada di pikiran cowok itu, niat banget untuk berbohong, Arkan pun membalas
"Tidak apa apa, jaga dirimu ya Rea, see you"
Tanpa disadari Rea malah menangis, gadis itu benar benar mengira Arkan akan pergi keluar negeri dan meninggalkan dia.
Kadang kita mengabaikan orang yang perhatian kepada kita, sampai suatu ketika orang itu pergi meninggalkan kita, baru terasa berartinya orang itu dalam hidup kita.
***
Seminggu sudah hampir berlalu, anak anak sudah menjalani penilaian akhir semester, test hari terakhir adalah seni musik, bukan pak Anton namanya kalau tidak memberikan kejutan kepada muridnya, dari awal pembentukan kelompok pak Anton sudah menunjukkan bahwa beliau lain dari pada yang lain, hari itu juga pak Anton baru memberikan pengumuman bahwa tugas seni musik semua kelompok dari kelas XI 1-8 harus tampil saat acara malam keakraban besok waktu study wisata, anak anak heboh karena mereka harus tampil didepan anak kelas lain, bukan hanya didepan teman sekelasnya sendiri.
Rea agak kecewa karena dia dan kelompoknya sudah benar-benar berlatih kemarin, tapi dia masih bisa santai dibanding teman temannya yang lain, mereka heboh karena ada yang malu tampil didepan kelas lain, malu bakal dilihat gebetannya lah, dan alasan lainnya yang mereka buat-buat sendiri.
__ADS_1
Elang masuk kedalam kelas, selesai dari lapangan karena semua ketua kelas baru saja dikumpulkan untuk diberi arahan acara jeda tengah semester. Elang meminta perhatian teman sekelasnya, kemudian menyampaikan informasi yang dia dapat tadi. Bahwa untuk hari pertama diadakan lomba basket dan kebersihan keindahan kelas, hari kedua lomba pidato dan memasak, hari ketiga jalan santai, hari keempat sampai ke tujuh mereka pergi study wisata.
Elang mulai memimpin diskusi kelas untuk siapa saja yang bisa mewakili kelas mengikuti lomba yang telah dia sebutkan tadi,
"Basket yang pasti elo lah Lang"
"Iya, siapa lagi"
"Enggak, gue ga bisa" Jawab Elang tegas
Rea berbisik kepada Sevia "emang Kenapa dia ga bisa? Aku dengar dari Ken dia sering ikut lomba basket"
Rea menatap Elang dengan pandangan sedikit kasihan.
Mereka akhirnya sepakat siapa yang akan mewakili kelas untuk lomba basket dan untuk kebersihan kelas hari minggu mereka sepakat untuk ke sekolah bersih bersih.
Untuk hari kedua lomba pidato tentu saja yang paling pintar di kelas, tidak perlu di ragukan lagi. Giliran lomba memasak Semua anak menyebut nama Rea
"Hei kalian ngeledek aku ya?" Rea
__ADS_1
"Ayo lah Re" Seru yang lainnya
"Aku goreng telor aja ga bisa" Jawab Rea
"Ahhhhh....." Semua anak kecewa
Rea hanya menekuk bahunya sambil menatap Elang berbicara Tanpa suara "aku ga bisa"
Akhirnya diputuskan Sevia dan cindy yang akan ikut lomba memasak.
"Oke untuk hari ketiga jalan santai ga ada masalah ya, jangan lupa bawa seragam olahraga" Elang menjelaskan dan memastikan agar teman temannya tidak lupa.
"Besok minggu jam 3 sore kita kumpul di sekolah untuk bersih bersih " Elang berkata sambil berlalu meninggal kan kelasnya
Rea melihat Ken sudah berdiri didepan pintu kelasnya sambil memegang helm, melambaikan tangan kepada Rea, lalu menyusul Elang yang sudah tidak nampak belakang punggungnya.
"Mereka mau pergi berdua? Kenapa aku merasa agak gimana, tahu bahwa bukan hanya aku cewek yang dibonceng Elang dibelakang motor nya" bisik rea dalam hati
Sadar Rea sadar gumam nya sambil menepuk nepuk pipinya
__ADS_1