Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 35 Ayah Kandung


__ADS_3


Elang duduk diruang tengah rumahnya, papa dan mama nya sudah duduk dihadapan remaja itu, menatap ke arah anaknya penuh ragu, Elang sudah penasaran apa yang akan orang tuanya bicarakan sampai menunggu selarut ini, menunggu Bumi tertidur lelap.


"Lang, papa tau kamu sudah cukup dewasa, papa juga tau kamu anak yang pengertian, jadi dengarkan omongan papa baik-baik, apapun yang akan papa sampaikan tidak akan merubah apapun dikehidupan kita, oke?"


Mama nya terlihat tegang, kedua tangannya memegang sofa erat. Elang hanya mengangguk menandakan dia mengerti.


"Sebelum menikah dengan papa, mamamu sudah pernah menikah dengan seorang laki-laki, dan dari pernikahannya dengan laki-laki itu lahirlah kamu, jadi ayah kandungmu bukan papa"


Elang kaget mendengar kata-kata papa nya, mulutnya hanya bisa menganga tanpa bisa mengeluarkan satu katapun. Apalagi melihat mama didepan nya sudah menangis, merasa bersalah kepada anaknya, atau mungkin mengingat masa lalu yang sudah ingin dia lupakan selama ini. Setelah tenang anak itu bertanya, matanya terlihat menggenang


"Kenapa kalian baru memberitahu hal ini ke aku sekarang?"

__ADS_1


Papa dan mamanya saling pandang, mereka yakin benar pertanyaan itu yang akan muncul pertama kali dari mulut anak laki-lakinya setelah mereka memberi tau kebenaran kalau Elang bukan anak kandung Banyu.


"Papa merasa ini waktu yang tepat, karena keluarga ayah kandungmu sedang mencari keberadaanmu sekarang"


Anak itu terlihat memegang kepala dengan kedua tangannya, menunduk.


"Apakah ini alasan papa selalu mengajak kita berpindah-pindah dulu?"


Meskipun Elang tau sebenarnya pekerjaan papa nya sebagai jaksa yang membuat dia sering dipindah tugas, mau tidak mau Elang hanya mengikuti kemana orang tuanya pindah.


"Lang, mama papa sadar, kami salah karena tidak menceritakan kebenaran ini kepadamu lebih awal, karena jujur mama dan papa sebenarnya ingin menyimpan rahasia ini rapat-rapat, tapi mama dan papa tau kalau sampai kenyataan ini kamu dengar dari mulut orang lain, akan lebih menyakitkan untuk kita semua"


"Papa pastikan tidak akan ada yang berubah setelah ini, kamu tetap anak laki-laki papa satu-satunya, kakak Bumi" sudah duduk di samping anaknya kemudian membenamkan kepala Elang kedalam pelukannya

__ADS_1


Mamanya hanya bisa menangis, antara sedih atau terharu melihat kejadian dihadapan nya.


"Lalu siapa, ayah kandungku? dimana dia sekarang?" tanya Elang setelah melepaskan diri dari pelukan papanya.


Banyu hanya melihat ke arah istrinya yang diam sedari tadi tanpa berniat terlibat dalam pembicaaran itu, ataupun menjawab pertanyaan anaknya.


"Ayahmu tinggal di Kota XX, dia seorang pengusaha"


"Tidak akan terjadi apa-apa kan? meskipun dia tau keberadaanku?" tanya Elang kepada papa nya, papanya melihat ada ketakutan dimata anak itu.


"Dia tidak pernah sekalipun selama 17 tahun ini mencarimu, memberikan nafkah untukmu anaknya, jadi kamu tidak usah kawatir, dan apapun yang akan terjadi papa dan mama akan tetap melindungi kamu"


Kata-kata papanya sedikit menenangkan pikiran Elang yang sudah kacau dari tadi, bagaimanapun sikap papanya yang keras kepadanya selama ini adalah bentuk kasih sayang yang di berikan kepadanya.

__ADS_1


Elang ingat betul bagaimana saat dirinya mengalami kecelakaan motor hampir satu tahun yang lalu, papanya adalah orang yang paling merasa bersalah, menemani nya bolak balik fisioterapi ditengah kesibukan pekerjaannya sebagai seorang jaksa, bahkan setelah kejadian itu papanya jadi overprotective kepadanya, sekali ketahuan dia ikut balapan 3 bulan kerja dicucian mobil hukumannya, bahkan dia memastikan anaknya tidak boleh membonceng orang dibelakang motor nya tanpa mengenakan helm. Kasih sayang yang benar-benar tulus dari orang tua ke anaknya.


__ADS_2