
Pagi itu Pak Alif sang kepala sekolah memanggil beberapa guru termasuk guru BK dan wali kelas XI-2 Bu Laily, beliau membahas kejadian yang menimpa Rea.
"Sayang sekali belum ada kamera pengawas di sekolah" ucap pak Alif
"Akan sangat susah mencari pelakunya pak, kita juga tidak bisa asal tuduh" bu Ambar sang guru BK mengutarakan pendapatnya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? orang tua Rea tentu akan meminta pertanggung jawaban pihak sekolah" Bu Laily terlihat kawatir
Pak Alif terdiam karena bingung memikirkan jalan keluar dari masalah ini, tapi akhirnya beliau memutuskan untuk memberi perintah ke semua wali kelas untuk mengumumkan ke tiap kelas nya, berbicara dari hati ke hati agar murid yang melakukan perbuatan tersebut mau mengakuinya sendiri.
"Jadi kemarin kalian pasti sudah mendengar atau beberapa dari kalian malah melihat secara langsung kalau ada seorang siswi jatuh pingsan di sekolah, ada orang yang kemungkinan besar adalah murid disini yang dengan sengaja mencampurkan sesuatu ke minuman siswi tersebut, yang mengakibatkan siswi itu jatuh pingsan"
"Jika diantara kalian ada yang merasa melakukan perbuatan itu ke siswi kelas XI-2 bernama Rea, pak guru, bu guru minta silahkan datang menghadap untuk mengakui perbuatan tersebut, pihak sekolah akan menjamin kerahasiaan identitas kalian"
Begitu kira-kira pengumuman yang disampaikan oleh setiap wali kelas ke murid-muridnya, beberapa siswa terlihat terkejut, beberapa seolah tidak menganggap pengumuman itu penting, parah nya sampai pulang sekolah belum juga ada siswa yang datang untuk mengakui perbuatannya.
Sementara Ken yang juga mendengar pengumuman dari wali kelasnya sedikit takut karena terakhir dia bertemu dengan Rea, gadis itu bercerita soal dirinya yang alergi strawberry.
Pulang sekolah, Pak Alif mengajak wali kelas Rea untuk menjenguk Rea di rumah sakit, Ken juga ikut karena dia memang pulang bersama papa nya.
Ternyata dirumah sakit sudah ada beberapa teman kelas Rea yang datang menjenguk, saat masuk pak Alif dan Bu Laily menyalami Rea dan mamanya, menanyakan bagaimana keadaan siswi nya tersebut, kemudian pak Alif, Bu Laily dan Lidia berbicara bertiga disofa sementara anak-anak sibuk mengobrol sendiri berkerumun disekitar ranjang pasien.
"Rasanya pingsan kayak apa sih Re?" tanya Vira penasaran "tiba-tiba gelap gitu ya, ga sadar apa-apa"
Rea hanya tertawa
"Ih kamu tuh" hardik Sevia ke Vira
"Ya kan aku belum pernah ngalamin yang namanya pingsan Sev, event pas lagi upacara banyak yang pingsan dan aku pengen pingsan juga, tapi ga pingsan pingsan aku nya " ucap Vira polos membuat semua temannya tertawa
"Sttttt jangan keras-keras ngomong nya" ucap Cindy sambil melihat ke arah kepala sekolah dan wali kelas nya yang sedang terlihat serius berbincang dengan ibunda Rea.
"Re, apa mungkin ada yang denger omongan kita pas dikamar mandi? waktu kamu cerita soal alergi strawberry, karena kita juga tidak tau disana ada orang selain kita atau tidak, dari kemarin aku kepikiran" ucap Ken yang membuat semua mata teman-teman Rea tertuju kepadanya tak terkecuali Elang dan Arkan yang juga ada disana
Ken menyadari pandangan aneh anak-anak ke dirinya "eh sumpah demi apa, jangan-jangan kalian pada ngira gue yang ngeracunin Rea" Ken terlihat kawatir
"Aku tau bukan Ken" ucap Rea "buatku sudah ga penting nyari siapa pelakunya, lagian aku juga udah baik-baik aja" Rea tersenyum
Pak Alif mendekat kemudian meminta maaf ke Rea karena tidak bisa menemukan pelakunya, sementara dari obrolan mereka tadi Lidia memutuskan tidak akan memperpanjang masalah atau pun membawa musibah yang menimpa anaknya ini keluar lingkup sekolah.
__ADS_1
"Kita anggap masalah ini selesai pak" ucap Lidia"tapi saya harap tidak akan terulang kembali"
Pak Alif mengangguk menyetujui kalimat Lidia.
"Sekali lagi kami minta maaf" ucap Pak Alif sebelum berpamitan pulang.
"Ken, ayo" ajak pak Alif kepada anak gadisnya
"Aku mau disini sebentar lagi boleh ya Pa, nanti aku pulang sendiri aja naik taxi"
Pak Alif melihat ke arah Lidia, wanita itu tersenyum bertanda mengijinkan Ken untuk tinggal lebih lama disana.
"Jangan mengganggu Rea, kalau sudah selasai ngobrol langsung pulang, kalian juga" pak Alif menunjuk semua muridnya yang ada disana
Anak-anak hanya menganggukkan kepala, setelah pak Alif dan Bu Laily keluar dari kamar, mereka menghela nafas lega. Lidia mengantar kedua orang guru tersebut sampai ke lobby rumah sakit, karena melihat banyak teman Rea, Lidia meminta ijin anaknya untuk pulang kerumah sebentar.
"Wah aku ga bisa bayangin jadi mba Ken" ucap Sevia
Ken hanya tersenyum "Papa ku ga segalak yang kalian kira kok" ucap Ken yang tau maksud dari perkataan Sevia
Alih-alih mengajak Rea ngobrol, mereka malah asik sendiri-sendiri, meninggalkan Rea duduk sendiri di ranjangnya. Elang mendekat berdiri disamping ranjang Rea.
"Mikir'in apa sih?" tanya Elang
Arkan menatap ke arah Elang yang sudah duduk diatas ranjang Rea.
"Ga mikir apa-apa kok cuma 2 hari disini aku udah bosen" jawab Rea
"Em..... Lang tadi pagi dokter bilang besok aku sudah boleh pulang, ayo kita pergi ke pantai yang pernah kamu ceritakan" lanjut Rea
"Langsung setelah keluar dari sini?"
Rea mengangguk
"Apa kamu benar-benar udah gapapa?" Elang memegang kening gadis didepannya spontan Rea memegang tangan Elang, membuat seseorang yang dari tadi mencuri pandang Ke arah mereka memalingkan muka.
"Hem.. Iya aku gapapa" Rea tersenyum
Vira mendengar apa yang baru saja temannya itu bicarakan kemudian berseru "kalian mau pergi ke pantai? Ikut donk kita pergi rame-rame aja" menatap temannya yang lain dengan pandangan mengajak
__ADS_1
"Yah gue kan mau kencan berdua kenapa malah mau pergi rame-rame" batin Elang
"Gue ikut" ucap Arkan
"Kalau gitu aku juga mau ikut" Ken mengacungkan telapak tangannya
"Vira Sevia ikut" ucap Vira sambil mengangkat tangan Sevia dengan paksa
Cindy menatap ke arah Rea "aku ga bisa ikut aku besok kerja"
Rea meliik ke arah Elang
"Kalau bawa motor nanti kita konvoi tapi jauh, kasihan Sevia, kalau bawa mobil gapapa kalian desak-desakan?" tanya Elang
Mereka terdiam memikirkan pertanyaan Elang
"Aku ikut" tiba-tiba ada suara dari arah pintu, ternyata suara pak Lucky yang datang menjenguk bersama Bu Anisa, mereka masuk mendekat ke arah Rea , Anisa meletakkan buah yang dia bawa dimeja kemudian berbicara kepada Rea bertanya tentang keadaan nya.
"Boleh ga bapak ikut?" tanya pak Lucky
Mereka semua hanya saling pandang satu sama lain.
"Gagal deh kencan, malah jadi nya piknik" raut muka Elang berubah masam
-
-
-
-
-
-
***NB. untuk pelaku yang berbuat jahil sampai bikin Rea masuk Rumah sakit nanti bakal aku cerita'in di novel satu nya ya guys 😂 kebongkar pas mereka udah dewasa
Terima kasih buat yang udah ma*mpir baca jangan lupa LIKE dan KOMEN ya
__ADS_1
THANKS A TON 💕💕💕**