Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 27 Tersipu Malu


__ADS_3


Hari Minggu siang Rea kembali datang ke My Cafe untuk latihan lagi sesuai kesepakatan bersama kelompoknya kemarin, kafe tidak seramai hari Sabtu, dia datang diantar pak Rahmat kemudian ditinggal seperti kemarin, gadis itu melihat Elang masih sibuk mencuci mobil pelanggan, dia memang datang satu jam lebih awal dari waktu yang telah disepakati, Rea duduk di tempat favorit nya dekat dengan jendela, memesan milk shake vanilla rasa kesukaan nya. Dia mengambil HPnya memasang headset mendengarkan lagu favorit nya sambil membuka catatan pelajaran untuk ujiannya besok pagi. Tiba-tiba satu piring kentang goreng mendarat di depan nya, Rea langsung melepaskan headset nya saat melihat tante Maya sudah ada didepan nya.


Tante Maya tersenyum kemudian duduk didepan Rea.


"seperti nya tante ganggu ya?


"Ah enggak kok tante, aku lagi baca baca aja"


Kemudian mereka ngobrol santai biasa, dari kenapa Rea pindah, tinggal dimana sekarang, punya kakak atau adik atau tidak, apa makanan kesukaan nya, lalu obrolan sampai ke nama adik Elang yang namanya sama dengan dia


"Kata Elang nama kamu persis nama anak tante, adik Elang, Bumi?" tanya tante Maya


"Iya tante, aku Andreadina Bumi, kalau adik Elang nama lengkap nya siapa?"


"Banyu Bumi Prameswari, banyu nama papa nya, Prameswari nama belakang tante, kalau kamu? Apa tidak memakai nama keluarga dibelakang namamu? " tanya Tante Maya


Rea terdiam sejenak, merasa kalau pertanyaan tante Maya seperti nya menjebak, tak kurang akal Rea pun menjawab


"Andreadina Bumi Haninditya"


"Aku ga bohong, Haninditya nama keluarga mama" batin Rea.


Tante Maya hanya tersenyum. Kemudian mempersilahkan Rea melanjutkan apa yang dia lakukan tadi.


Rea masih duduk di tempat nya, memandangi Elang dari tempat duduknya. Tante Maya menyapa dia lagi, kali ini sudah membawa tas dan terlihat akan beranjak pergi


"Mau nganter Bumi les renang dulu" tante Maya berkata kepada Rea sambil melambaikan tangan

__ADS_1


Rea hanya mengangguk tersenyum.


Tante Maya masuk ke mobil, pergi dari area kafe, menelpon suaminya.


"Sepertinya bukan Rea"


Flash back


"Sayang, aku dapat informasi kalau Farhan sedang sakit, dia membutuhkan transplantasi ginjal, dan Heru Pradipta meminta seseorang untuk Menemukan Elang" ucap Banyu suami Maya


Maya hanya terdiam


"Sepertinya 17 tahun ini kita sudah berusaha dengan baik menyembunyikan Elang dari Farhan, apa kamu tidak ingin mempertemukan mereka?"


"Mas Banyu" Jawab Maya tanpa bisa melanjutkan kata katanya


"Kenapa? Aku tidak masalah jika Elang bertemu ayah kandung nya, aku juga percaya sudah tidak ada lagi cinta dihatimu untuk Farhan" mencium tangan istrinya


Flash back off


Mobil Maya berhenti di lampu merah, Maya menggigit Jari tangannya menyandarkan sikunya ke pintu mobil memikirkan sesuatu lagi


***Flash Back* on**


"Kemungkinan Heru Pradipta meminta cucunya anak dari Farhan dengan istrinya sekarang untuk mencari Elang, agar kita tidak curiga, aku belum tau apakah cucunya laki laki atau perempuan, orang kepercayaanku masih mencari informasi lebih lanjut"


Flash back off


Rea melirik jam didinding kafe, 15 menit sebelum waktu berlatih bersama kelompoknya, tapi belum satu pun dari mereka datang, hanya dia dan Elang yang masih sibuk dengan mobil-mobil yang harus dia cuci. Tiba tiba HP Rea berbunyi

__ADS_1


"Sekarang baru menelpon" gumam Rea lalu mengangkat telpon


Ternyata dari mama nya


"Re, mama sudah kembali ke Indonesia, mama akan datang ke Kota XX untuk menemuimu, mama membawa banyak oleh-oleh buat kamu"


"Seminggu ini aku ada penilaian tengah semester Ma, minggu depannya lagi aku ada study wisata ke XX"


"Apa mau mama susul ke XX?"


"Untuk apa? besok saja aku kabari mama kalau memang udah ada waktu luang, memang mama aja yang sibuk? "


Rea Mematikan telpon, mama nya hanya bisa menggerutu "dasar, dari mana sifat cueknya ini berasal?"


Teman kelompok Rea akhirnya datang, mereka hanya berlatih sebentar karena besok pagi sudah ujian, mereka beralasan ingin belajar.


"Belajar apa?" gerutu Rea sambil melihat Randy dan Vira berboncengan pergi setelah latihan


"Ihhh.. Muka nya langsung gitu" Seru Elang sambil menunjuk pipi Rea dengan jari telunjuknya tanpa sadar


Rea langsung memegang jari telunjuk yang menyentuh pipinya tadi, menatap ke arah Elang yang seketika itu salah tingkah.


"Mau es krim?" Elang berusaha mengalihkan fokus Rea


Rea sadar cowok di samping nya sedang salah tingkah sendiri, kemudian muncul ide di kepala gadis itu untuk menggoda Elang, memasang wajah dan membuat suara yang dia buat seimut mungkin


"Ga mauuuu, mau nya baksyo tussyukkk"


"Apa'an sih??" Elang tertawa geli mendengar Rea berbicara dengan nada yang di buat-buat, sambil memegang kepala Rea mengacak acak rambut gadis itu Elang berlalu masuk ke dalam kafe.

__ADS_1


Sekarang ganti Rea yang salah tingkah, pipinya sudah memerah, tersipu malu.


__ADS_2