Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 6 Ruang Tunggu Bandara


__ADS_3


Rea masih termenung diruang tunggu Bandara, dia hanya membawa satu tas kecil karena semua barang nya sudah dibawa pak Rahmat dan bi Ulfa.


"Dia sama sekali tidak mengirimiku pesan, apa papanya ga bilang aku pergi sebentar lagi?" gumam Rea.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Rea terlonjak kaget, ternyata Lisa melakukan panggilan lewat video.


"Reaaaaa..... Hari ini kamu berangkat ya, ahhhh bakal kangen kamu sumpah," ucap Lisa


Rea juga melihat Ivy disebelah Lisa


"Aku juga bakal kangen kalian tau," gadis itu seperti hampir menangis.


"Re.., jangan lupakan kami," kata Ivy


"Ah kalian jangan bikin aku sedih, aku kan ga sampai pergi keluar negeri, kalian bisa menemuiku sesuka kalian kalau kalian mau dan kita masih bisa terus berkirim pesan kan?" ucapnya sambil menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes.


"Hati hati ya Re, sudah jangan menangis" ucap Lisa yang terlihat juga hampir menangis.


"Oh ya hari ini Arkan ga masuk, apa dia sakit?" lanjutnya


Rea agak terkejut, raut wajahnya sudah berubah, tapi dia langsung tersadar dan menyembunyikan ekspresi wajahnya itu.


Gate menuju pesawat yang akan membawa gadis itu ke kota untuk menemukan kakaknya terbuka. Rea kemudian mengakhiri video call dengan dua sahabat baiknya itu.

__ADS_1


Gadis itu berjalan sambil memegang boarding pass di tangan nya mengantri masuk, mata nya berkeliling menatap ruang tunggu Bandara itu.


"Arkan aku pergi ya" bisiknya dalam hati


Pesawat menuju Kota XX Sudah take off. Rea bersandar dikursinya sambil menatap jendela.


Diluar Bandara seorang cowok menatap pesawat yang baru saja take off itu.


"Kamu akan baik baik aja kan Re? " bisik Arkan


Flash back on


Pagi sebelum sarapan di ruang kerja, Andi dan Laras sedang berbicara, Arkan yang sedang berjalan untuk turun menuju ke ruang makan berhenti didepan ruang kerja papanya, mendengar apa yang sedang orang tuanya bicarakan karena pintu ruangan itu tidak tertutup rapat.


Arkan terkejut mendengar kalimat yang diucapkan mamanya.


"Tidak, anak itu belum tau," jawab Andi.


"Apa Lidia sudah memberikan penjelasan?" tanya Laras lagi ke suaminya.


"Belum, wanita itu sibuk di Paris untuk pemotretan dan dia akan menjalani syuting film baru kata managernya"


"Apa mungkin hasil test DNA itu salah? tidak mungkin Lidia berselingkuh dari Farhan, aku kenal betul siapa Lidia, dia sahabatku," ucap Laras, wanita itu terlihat menggigit kuku jari telunjuknya.


"Aku harap begitu, tapi hasilnya berkata lain, semua akan lebih mudah kalau Rea adalah anak kandung Farhan," Andi menatap dan menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


Arkan masih membeku didepan pintu, ia terkejut dengan kenyataan yang barusan dia dengar, didalam hatinya dia benar benar merasa kasihan kepada gadis yang disukainya itu.


Arkan mengenang masa kecilnya


Arkan dan Rea kecil sedang bermain ditaman rumah Kakek Rea, mobil Farhan masuk ke halaman rumah besar itu, Rea kecil berlari menuju pintu mobil yang terbuka.


"Ayahhhhh.." Rea kecil berlari girang menuju ayahnya.


Tiba tiba badan kecil gadis itu jatuh ke tanah, tangan Farhan mendorong badan anak itu untuk tidak memeluknya, meskipun pelan namun Rea hanya anak kecil yang baru berusia 5 tahun, dorongan pelan itu tetap membuat dirinya jatuh terduduk.


Andi yang juga turun dari mobil kemudian menggendong Rea, melihat Farhan berjalan cuek masuk kerumah, laki-laki itu membawa Rea kecil kembali bermain di taman bersama Arkan. Arkan kecil melihat heran adegan didepannya tadi, tidak mengerti sama sekali kenapa ayah teman nya itu tidak seperti papanya. Andi menurunkan Rea dari gendongannya.


"Arkan lanjutkan main Sama Rea ya, papa mau masuk dulu," perintah Andi ke anaknya


Arkan kecil menganggukkan kepala.


"Rea dengarkan om, ayahmu sedang capek karena bekerja seharian di kantor , jadi tidak usah dekati ayahmu dulu ya"


"Iya" Jawab Rea kecil sambil menganggukkan kepalanya.


Namun perkataan om Andi terus terpatri di otak Rea, di memoriny tercatat bahwa jangan dekati ayah.


Flash back off


Arkan benar-benar merasa kasihan kepada sahabat yang disayanginya itu, pasti sulit selama ini hidup dengan ayah yang tidak menyanyangi dirinya sama sekali, cowok itu membayangkan bagaimana perasaan Rea saat menghadapi perlakuan dingin sang ayah, lalu apa yang akan terjadi kalau Rea sampai tau kenyataan bahwa dia bukan anak kandung dari ayahnya, orang yang selalu dia harapkan bisa menyayanginya.

__ADS_1


__ADS_2