
Pagi itu di kediaman Pradipta seorang dokter baru saja keluar dari sebuah kamar, berpapasan dengan Lidia yang terlihat mengenakan baju casual tidak glamour seperti biasa.
"Apa dia sebentar lagi mati?" tanya Lidia penasaran
"Heh.. kau ya, kau ingin suamimu cepat mati rupanya?" dokter Hendi kaget dengan pertanyaan Lidia tadi.
Lidia hanya tersenyum menggoda kemudian tertawa
"Hahahaha... aku tidak sejahat itu Hen, tapi pasti aneh kalau aku berpura-pura kawatir dengan keadaan Farhan" langsung terdiam seolah barusan tidak tertawa
"Aku heran, bagaimana kalian menjalani pernikahan selama ini"
"Kau tau Hen, aku ingin mengajukan cerita rumah tanggaku ini kepada produser, aku yakin kalau sampai di adaptasi menjadi sebuah film, pasti akan menembus box office"
Dokter Hendi hanya geleng geleng kepala.
"Oh ya bagaimana kabar mertuaku? sudah lebih dari tiga bulan ini dia tidak berkabar, apa jantungnya semakin parah?"
"Om Heru lebih nyaman tinggal di XX, selain di negara itu rumah sakit nya lebih memadai, beliau lebih tenang karena tidak perlu terganggu dengan urusan rumah tangga kalian" cibir dokter Hendi
"Sudah aku harus segera ke rumah sakit, aku sibuk" dokter Hendi sudah melenggang pergi meninggalkan Lidia
Perempuan itu hanya bisa menghela nafas nya pelan, menatap punggung dokter Hendi yang sudah pergi menjauh. Tangannya memencet nomor di HP yang sedari tadi dia genggam, menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Aku sudah private booked salon langganan kita, aku tunggu jangan sampai terlambat oke"
------
Laras masuk kedalam salon yang hari ini sudah full di pesan Lidia hanya untuk melayani mereka berdua tanpa boleh ada customer lain yang masuk selama mereka belum selesai treatment.
Laras sudah mengganti bajunya dengan jubah bermotif batik yang sudah disiapkan oleh salon, kemudian duduk di samping Lidia untuk mendapatkan perawatan yg sama seperti sahabatnya itu.
Dua orang pekerja salon sedang sibuk melakukan tugasnya.
"Aku tidak bisa bermain denganmu lama-lama, jam 3 aku harus jemput Aryan di sekolah"
"Sibuknya nyonya Andi" cibir Lidia
"Kamu tau kan kalau anak-anak sedang liburan ke XX"
"Iya aku tau, apa kita susul saja mereka?" Lidia terlihat antusias
"Kamu tu kayak ga pernah muda aja deh" sahut Laras sambil mengganti chanel TV didepan mereka menjadi acara gossip.
"Sudah lama aku tidak nonton acara gossip" sahut Lidia
"Aku dirumah juga ga bisa sering nonton, karena ga mungkin aku nonton acara gossip didepan Aryan, apalagi didepan papa nya, bisa-bisa aku diceramahi dari A sampai Z"
"Aryan seperti Andi ya, menempel terus, ga bisa jauh dari kamu"
__ADS_1
"Emberrrr"
Presenter acara gossip kembali membawakan berita setelah bebarapa commercial break.
Berita selanjutnya datang dari seorang model sekaligus artis kita Lidia Haninditya
Lidia yang tengah meminum wedang jahe yang disediakan salon agak sedikit mendelik kaget. Laras juga tak kalah kaget ada berita tentang sahabatnya di TV.
Kita selama ini tau kalau Lidia ini cantik, badannya bagus karena dia kan seorang model, aktingnya juga mumpuni, tapi setau publik masih single, nah pagi ini di akun media sosial yang suka candid'in artis itu tuh, Lidia kepergok terlihat keluar dari rumah seorang pengusaha kaya raya berinisial HP
Aduh mba Lidia jadi kepo Nih
Ucap si presenter yang dibuat dengan gaya yang agak sedikit dibuat-buat
Kemudian acara TV itu menampilkan cuplikan video yang dimaksud
"Gila juga tu akun candid-candid an dari mana bisa dapet foto aku tadi pagi?"
Laras malah tertawa terpingkal-pingkal, sambil menepuk nepuk paha sahabatnya itu
"Pengusaha berinisial HP, Heru Pradipta, mati deh Lid, kamu dikira istri mertuamu, hahahaha" Laras tidak bisa menahan tawanya
Lidia hanya geleng-geleng kepala, berfikir pasti managernya sudah sibuk dihubungi awak media yang minta klarifikasi berita ini.
"Apa aku terima aja saran Dona (manager Lidia) untuk jujur ke publik kalau aku sudah menikah dan punya anak" gumam Lidia dalam hati
__ADS_1