
Jam pulang sekolah
Elang mendekat ke arah Rea, mengajaknya pulang bersama, tapi gadis itu menolak, dia minta besok saja karena hari ini dia sudah janji akan pergi membeli sesuatu untuk diberikan kepada mba Anisa sebagai hadiah lamaran bersama Arkan. Elang hanya mengiyakan dan memintanya hati-hati, meskipun dalam hatinya sedikit cemburu.
Melihat Arkan Rea berdiri mendekat, begitu juga Elang yang berjalan keluar pintu mendahului langkah kaki Rea. Membisikkan sesuatu ke telinga Arkan
"Hati-hati bawa cewek gue"
Kemudian tersenyum ke arah Rea.
"Apa yang dia bilang?" tanya Rea ke Arkan penasaran
"Jangan macam-macam Rea pacar gue" ucap Arkan sambil berlalu
"Kalian udah jadian?" tanya Arkan kemudian
"Aku hanya bilang pengen jalan sama dia" ucap Rea polos
Arkan menghentikan langkahnya, memukul kepala Rea dengan coklat batang yang dia pegang dari tadi.
"Itu namanya kamu nerima dia jadi pacar"
Rea merebut coklat yang dipegang Arkan, membukanya
"Dari mana dapat coklat?" tanya Rea
"Ken" jawab Arkan enteng yang sudah berjalan lagi meninggalkan Rea yang tiba-tiba mematung
"Apa dia bilang suka sama kamu?"
"Kenapa?"
"Gapapa cuma nanya aja, aku ketemu Ken tadi pagi, dan dia tanya apa kamu sudah punya pacar?"
"Lalu kamu jawab apa?"
"Belum"
"Aku belum punya pacar tapi aku sudah punya calon istri katakan pada Ken kalau dia bertanya lagi" ucap Arkan santai
__ADS_1
"Hah?serius Ar? Apa kamu dijodohin sama om Andi?kapan?"
Arkan tidak menjawab pertanyaan Rea, membuat gadis itu merajuk karena penasaran.
****
Mereka pergi kesebuah toko kain, membeli sepasang kain batik untuk diberikan ke mba Anisa dan calon suaminya. Rea masih sibuk melihat bermacam-macam kain yang didisplay toko, menunggu Arkan membayar, matanya berhenti melihat sebuah manekin yang dipasangi kain batik dan kain brokat berwarna nude oleh pelayan toko.
"Mau beli?" tanya Arkan yang melihat Rea memandang kagum ke arah manekin
"Cantik ya Ar" tanya nya "aku besok mau bikin kebaya warna kayak gini lah pas lamaran, warnanya everlasting banget"
"Dan aku akan memakai kemeja batik dengan warna senada dihari lamaran kamu" ucap Arkan sambil melihat manekin yang dipandangi Rea
Gadis itu menoleh mendengar ucapan Arkan, tapi tidak bertanya apa maksud dari omongannya itu.
"Kalau tidak ada yang mau dibeli lagi ayo pulang, kita harus ikut membantu persiapan buat acara nanti malam" ucap Arkan yang tidak ingin sampai Rea menanyakan maksud ucapannya barusan.
****
Arkan dan Rea kaget setelah sampai dirumah, disana sudah berdiri sebuah tenda kecil, ada mobil pick up dengan muatan penuh kursi dan beberapa meja catering
"Pasti mama sama tante Lidia" tebak Arkan
Rea mendekat benar saja dia mendapati mama dan tante Laras nya sedang sibuk mengarahkan beberapa orang, malah Rea tidak melihat pak Rahmat, Bi Ulfa dan mba Anisa.
"Lha yang punya gawe mana tante?" tanya Rea
"Oh.. tante sama mamamu suruh mereka pergi ke salon untuk memanjakan diri, sekalian meminta salon untuk merias Anisa dan Bi Ulfa, biar paripurna gitu Re"
Wanita itu masih sibuk memerintah orang menata beberapa vas bunga dan kursi.
"Yang mau lamaran anak siapa sih kok yang heboh malah mereka" gerutu Rea yang didengar oleh Arkan
"Mereka mungkin berfikir sedang melakukan simulasi" ucap Arkan sambil berlalu
"Simulasi? emang mau menghadapi bencana alam" Rea menggelengkan kepalanya heran
Malam hari
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan hampir pukul 7 malam berarti rombongan keluarga dari calon suami Anisa segera datang.
Bi Ulfa dan Anisa bengong melihat tatanan tenda ditaman
"Um, kan yang datang cuma sekitar 30an orang, apa ga mubadzir semua makanan ini nantinya?"
Bi Ulfa hanya terdiam mengingat ucapan Laras dan Lidia tadi pagi
"*udah ga usah repot-repot masak buat suguhan Bi, bibi sama Anisa pergi ke salon aja, urusan jamuan buat tamu serahin sama kita aja"
"pokoknya Bi Ulfa terima beres, dan acara nanti malam pasti perfect bi, sempurna*"
"Perfect nis" ucap Bi Ulfa
Anisa hanya mengernyitkan dahi
Keluarga besar pak Rahmat sudah datang sekitar sepuluh orang, selang sebentar rombongan pelamar datang dengan membawa sekitar lima buah mobil, satu persatu tamu turun dari mobil. Yang punya rumah sudah menyambut berjejer rapi.
"mba Anisa yang dilamar kok aku yang deg degan ya Ar"
Arkan hanya terdiam sedang sibuk membalas pesan dari seseorang, Rea mencuri lihat pesan yang sedang Arkan balas, raut wajahnya berubah
"Ngomong apa kamu tadi?" tanya Arkan
Rea cemberut melihat nama kontak yang sedang berbalas pesan dengan Arkan
"Ga ngomong" jawabanya ketus
Arkan memasukkan HPnya kekantong celana, melihat sesosok orang yang dia kenal kemudian melihat ke arah Anisa
"Kok bajunya sama kayak rok mba Anisa" gumam Arkan
"Re bukannya itu pak Lucky?, calon suami mba Anisa pak Lucky ya?" Arkan menengok kesamping, ternyata Rea sudah tidak berdiri disampingnya
Gadis itu benar-benar marah hanya karena melihat Arkan mendapat pesan dari Ken
"malam minggu ini kamu ada acara ga? Aku mau ngajak kamu nongkrong di kafe favorite anak-anak sekolah kita"
Pesan dari Ken yang membuat Rea marah.
__ADS_1