MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Wanita Zona_X ?


__ADS_3

Lampu merah,tempat berhentinya kendaraan sejenak.Berderet jenis kendaraan yang menyalakan lampu stop.Bising,tidak usah membunyikan klakson,tidak ada gunanya.Apa susahnya bersabar sebentar.Dari beberapa orang yang tidak menyukai warna merah lampu ini,ternyata ada banyak jiwa yang sedang memperjuangkan hidup di sini,padahal ini masih pagi.


Seorang anak lelaki membawa tissue dagangannya mendekati mobil-mobil yang sedang menunggu tanda merah itu kembali ke hijau.


Seorang penumpang yang duduk di kursi belakang membuka kaca jendela mobilnya,wanita cantik berhijab.Membeli satu tissue tanpa mengambil kembalian uangnya,baik sekali.Terlihat senyum merekah dari anak lelaki penjual tissue itu,rasanya mendapat sebongkah berlian.


"Ini abah."


Terdengar suara lembut gadis itu memberikan tissue kepada orang yang duduk di kursi depan,sepertinya itu Ayah sang gadis.Terlihat sangat harmonis,sangat beruntung karena memiliki keluarga yang lengkap.


Sang gadis menaikkan kembali kaca mobilnya.Walau samar-samar tapi masih terlihat,merapikan hijabnya yang menutup dada.Cantik,wanita yang sempurna dari segi fisik ataupun kehidupannya.Setiap takdir memang berbeda-beda,ada rasa iri di lubuk hati lain yang sedang memperhatikan tetapi apa daya.Hilangkan saja rasa seperti itu,hanya akan membuat sang pencipta murka.Mengapa tidak bersyukur.


Kendaraan sudah mulai bergerak,ternyata sudah hijau.Naina tersadar dari fokusnya yang sejak tadi hanya memperhatikan gadis berhijab itu.Ia juga mulai bergerak bersama motor matic tuanya.Sepertinya hari ini tidak akan telat,jalanan tidak terlalu macet.


Dalam perjalanannya,ternyata gadis itu masih terbayang-bayang dibenaknya,yang dibayangkannya kali ini tentang sebuah pesan yang tidak henti-hentinya ia dengar dari seorang adik lelaki yang sedang mondok di Pesantren.


Kak,mau sampai kapan kak Naina tidak menutup aurat.Kasihan bapak,dia yang menanggung dosa kakak dan sebagai saudara laki-laki,pastinya aku juga ikut terseret karena aurat kakak itu.Hidayah itu dikejar,bukan ditunggu.


Setiap kali bertemu Arka,itulah yang akan Arka ucapkan pertama kali.Setiap kalimat-kalimat itu sudah Naina hafal,tidak sia-sia anak itu mondok.


Gadis berhijab tadi,auranya begitu kuat.Naina terus memikirkannya bahkan membandingkan dirinya yang rasanya hanya diujung kuku gadis itu.


Hatinya bergetar,apa ini saatnya bagi dirinya untuk merubah penampilannya?.


Brug...


Sejak tadi dirinya tidak fokus pada jalan karena aura gadis itu,hingga menabrak mobil mewah yang ada di hadapannya.Dia merasa jalan di depannya masih lancar,tidak sadar kalau sudah macet kembali hingga insiden ini harus terjadi.


Mobil yang ia tabrak terlihat lecet parah.


Oh Naina,kenapa kamu sangat ceroboh.Musibah lagi.


Pikirnya dengan wajah khasnya ketika ia sedang takut,seperti anak kecil yang memendam tangisnya.


Mobil itu terlihat menepi.


Matilah aku....


***

__ADS_1


"Sekretaris Ben,Mengapa memberi tahu Papa kalau hari ini kita tidak sedang sibuk?"


Dennis tahu kalau info yang didapat Papanya pasti dari Sekretaris pribadinya ini.


"Maaf,Tuan muda.Saya bisa apa jika Tuan besar yang bertanya," jawab Sekretaris Ben yang duduk di balik kursi kemudi.


"Bukankah kamu tahu kalau siang nanti aku ada janji makan siang."


"Maaf,Tuan muda.Tapi saya hanya menjawab jujur dengan pertanyaan tuan besar," ujar Ben yang merasa tidak sedang membuat kesalahan.


"Jadi,kamu pikir untuk makan siang ini bukan sesuatu yang penting?sudah berapa jauh kamu mengenalku?"


Dennis pikir tanpa menjelaskan ke Sekretarisnya itu,sudah tahu tentang isi hati dirinya saat ini.


Sekretaris Ben merasa sedang berada disebuah persimpangan,dia yang sudah mengirim orang untuk mencari tahu tentang gadis pengantar bunga itu,sudah tahu informasi mengenai Naina.Bahkan dia sudah mengurungkan niat untuk melanjutkan ini.Wanita yang tinggal di lingkungan Zona X,mana mungkin dia wanita baik-baik.


"Maafkan saya Tuan muda,dan saya rasa Tuan muda tidak perlu melanjutkan ini lagi."


"Apa maksud kamu?"


Dennis terkejut dan sedikit kecewa dengan ucapan Sekretarisnya itu.


"Saya lebih mendukung untuk Tuan muda ke pondok pesantren sesuai rencana tuan besar." Sekretaris Ben sudah tahu dari Tuan Atmajaya kalau Dennis akan dijodohkan dengan putri seorang Kyai dan baginya ini jauh lebih baik daripada wanita dari Zona X itu.


"Ternyata selama ini aku salah,aku pikir kamu sudah sangat mengenalku" Dennis benar-benar kecewa pada Sekretarisnya itu,bagaimana mungkin Sekretaris Ben tidak mengerti akan hatinya yang sudah terpaut pada wanita pengantar bunga itu,bagaimana mungkin sekretarisnya itu mendukung Papanya.


"Maaf,Tuan muda.Saya sangat mengerti maksud Tuan muda tetapi wanita itu tidak pantas untuk masuk dalam lingkup keluarga Atmajaya."


Sekretaris Ben hanya berpikir kalau kehormatan keluarga Atmajaya jauh lebih penting,wanita Zona X itu?sama sekali tidak pantas untuk keluarga konglomerat yang baik ini.


"Sekretaris Ben,jadi ini sifat aslimu?kenapa baru menunjukkannya sekarang.Sejak kapan kamu memandang rendah status seseorang?hanya karena dia seorang pengantar bunga?" Dennis benar-benar tidak percaya kalau Sekretarisnya akan berpikir seperti itu,bahkan dia dan keluarganya saja tidak sedikitpun pernah memandang rendah orang hanya dari statusnya.Dennis belum tahu maksud penolakan Sekretarisnya itu.


"Bukan karena dia seorang pengantar bunga,Tuan muda.Akan tetapi,dia wanita yang tinggal di lingkungan Zona X."


Ucapan Ben sontak membuat Dennis terkejut.


" Zona X?"Dennis menegaskan lagi ucapan Sekretsrisnya itu.Siapa yang tidak mengenal lingkungan penuh nista itu.


"Iya,Tuan muda."

__ADS_1


"Kamu yakin dengan ucapanmu?"


Dennis seperti tidak terima dengan informasi yang ia dengar,ia berharap ada kesalahan di sini.


Cinta sudah menjalar ke dalam dirinya,wanita itu tidak bisa membuatnya tenang,ia bahagia ketika membayangkan wajah lucu Maemunah,ia benar-benar sudah jatuh cinta.Semudah itu?dia juga tidak percaya dengan apa yang dia rasakan saat ini,cinta?.


"Hanya itu yang saya tahu,Tuan muda.Orang-orangku tidak bisa mencari tahu terlalu dalam,semua orang tahu kalau sangat sulit untuk mengorek kehidupan wanita-wanita yang berada di sana,tapi saya yakin kalau orang-orangku tidak akan salah memberikan informasi.Wanita itu memang salah satu wanita-wanita yang bekerja di sana dan bahkan dia juga tinggal di sana"


"Apa kamu punya bukti yang bisa meyakinkanku?" Dennis masih tidak bisa menerima fakta ini,menyakitkan.Sebaik-baiknya keluarganya,mana mungkin mereka akan menerima wanita yang berasal dari Zona X.


"Ini,Tuan muda" Sekretaris Ben memberikan Ponselnya kepada Dennis yang duduk di kursi belakang.


"Di situ ada foto dimana wanita itu sedang berada di lingkungan Zona X," sambungnya.


Dennis mulai membuka galeri foto di ponsel pintar milik sekretarisnya itu.


Dennis menyadarkan tubuhnya ke sandaran kursi mobilnya,rasanya tulangnya seperti mati rasa.Wanita yang membuatnya mengembalikan rasa cinta pada dirinya,benar terlihat sedang berada di lingkungan Zona X.


Foto yang sangat terinci,mulai dari Naina memarkir motornya di lingkungan menjijikkan itu,berbicara sangat akrab dengan salah satu wanita sexi berbaju merah,ada lelaki yang baru tiba dan mendekati wanita sexi yang merupakan lawan bicara Naina dan bahkan memeluk mesra wanita sexi itu yang sudah dapat disimpulkan kalau hubungan mereka adalah pelanggan dan pemuas nafsu lelaki hidung belang.


Ibu jarinya bergetar menggeser layar ponsel itu,terlihat gambar lain dimana Naina berjalan masuk ke dalam Zona X.


"Saya rasa,bekerja sebagai pengantar bunga hanya sebuah kedok dan anda adalah target selanjutnya."


Lagi-lagi ucapan Sekretaris Ben membuat Dennis semakin tidak berdaya.Dennis tidak mampu lagi untuk berucap.Ia hanya terdiam dan mencoba berperang dengan hatinya yang tidak ingin menerima ini,tapi foto-foto ini sudah menjawab segalanya.


Brug....


Suara keras terdengar di belakang mobilnya,sepertinya sesorang menabrak mobilnya dari belakang.Menyadarkannya kembali dari lamunan menyakitkannya.


"Sepertinya seseorang menabrak kita,Tuan muda."


Sekretaris Ben melihat dari spion.


"Tuan muda di mobil saja,biar saya yang melihatnya," sambungnya dan langsung menepikan sedikit mobilnya.


_______


TETAP TINGGALKAN JEJAK YAH❤️

__ADS_1


like,koment,vote dll😍


Terima kasih🙏


__ADS_2