
Shalat Maghrib telah selesai,beberapa orang sudah keluar dari Mesjid kecil yang terletak di pinggir jalan ini.
Begitupun dengan kedua lelaki yang hanya menggunakan kemeja dan dasi,mereka melepas jas sebelum shalat tadi.Dennis dan Sekretaris Ben berjalan ke luar menuju mobil.
Melihat ke sekeliling mobil,tidak ada tanda-tanda gadis yang bersama mereka.
"Sekretaris Ben,kemana dia?"Tanya Dennis.
Sekretaris Ben menunjuk masuk ke arah mesjid.Melihat dari kejauhan,seorang gadis di dalam mesjid sedang melepas mukenanya dan meletakkan kembali ke lemari di sudut mesjid,gerakan gadis itu terus mereka perhatikan dari halaman mesjid melalui jendela-jendela kaca mesjid.
Ternyata dia juga shalat.
Gumam Dennis kagum.
Naina berjalan keluar.Menenteng tas kecilnya,tumben tidak memakainya ke dada seperti tukang parkir.Gadis ini berhenti sejenak di depan pintu mesjid,ada kotak sedekah di sana.Mengambil lembaran uang dari dalam tasnya dan memasukkan ke dalam kotak sumbangan itu.Menepuk dua kali kotak itu kemudian tersenyum.
Ada senyuman juga yang terpancar dari salah satu lelaki-lelaki yang sejak tadi memperhatikannya.
Gadis yang baik.
Gumam sang Tuan muda ini lagi.
Naina memakai sepatunya,bukan sepatu branded itu.Ada sedikit kekecewaan di hati Tuan muda.Naina berjalan mendekati mereka ke mobil.
"Maaf,apa Tuan-Tuan sudah menunggu lama?" ujarnya.
Dennis menatap ke bawah.
Naina merasa tidak nyaman dengan tatapan itu.Tidak ada jawaban dari pertanyaan Naina.
"Mengapa tidak memakai sepatunya?"Dennis berkacak pinggang.Nada suara yang terdengar tidak enak.
"Sepatu?" Naina menatap kakinya.
Mampuslah saya.
"Oh,sepatu itu.Sepatu itu..." mulai gelagapan.
"Tuan muda,sebenarnya saya tidak nyaman memakai barang mahal seperti itu" nada seperti memohon agar Tuan muda ini bisa mengerti.Sayang sekali,itu hanya membuat Dennis kesal.
"Sepertinya anda memang tidak berniat melunasi hutang anda" ucap Dennis beralasan dan berbalik kemudian membuka pintu.Naik ke atas mobil.Sekretaris Ben terkejut,Tuan mudanya membuka pintu mobil sendiri.Sudah pasti ini tidak baik.
Naina mencoba membujuk.
"Tuan muda,bukan seperti itu.Ta-tapi..."
Sekretaris Ben memotong ucapan Naina.
"Nona,saya sudah katakan jangan membuat kekecewaan"ucap Sekretaris Ben pelan.
Mendengar ucapan Tuan Sekretaris ini,Naina kembali menatap Dennis.
"Tuan muda,saya berjanji.Besok saya akan memakainya" ucapnya dari luar pintu mobil.
__ADS_1
"Hhmmm..naiklah" jawab Dennis dari kaca jendela yang terbuka.
Sekretaris Ben berjalan mengitari mobil yang diikuti Naina dan membukakan pintu mobil untuk Naina.
Mobil mereka kembali melaju membelah jalan,sudah tidak macet.
Dalam waktu beberapa menit,mobil ini sampai ke depan rumah sang Nyonya Artis.Kedua Security segera membuka gerbang setelah melihat siapa yang datang.Menundukkan kepala kepada Sekretaris Ben yang kaca jendelanya terbuka.Sekretaris Ben membalas dengan senyuman ramah.
***
Baru saja Bi Sumi ingin ke atas memanggil majikannya,Azea dan Rangga sudah keluar dari lift.Ada Ray dalam gendongan Rangga.Ini sudah jam makan malam untuk keluarga ini.
"Nyonya,Tuan..Di depan ada Tuan Dennis" ujar Bi Sumi
Azea terdiam sejenak.
"Sekretaris Ben?" Tanya Azea yang bermaksud,apa Sekretaris yang ia tuduh berselingkuh itu juga ada.
"Iya,Nyonya.Tuan Sekretaris juga ada.Apa saya memanggil Nona Diana?"Tanya Bi Sumi yang sudah tahu permasalahannya.Semua orang di kediaman Nyonya artis ini sudah tahu tentang sakit hatinya Diana saat ini.
"Iya,Bi.Katakan kalau ini perintah,paksa dia keluar dari kamarnya"ujar Azea.
Azea berjalan keluar menuju ruang tamu,diikuti Rangga dan Ray.
Terlihat Dennis masih berdiri di depan pintu,Sekretaris Ben dan Naina juga berdiri di belakangnya.Azea terkejut melihat Naina.
Astaga,apa-apaan Kak Dennis.Apa dia akan membuat perang di rumahku.
Dennis mendekati Ray.
"Apa kamu sudah bisa berjalan?" memberikan kepalan tinjunya kepada ponakannya itu yang di balas tos oleh Ray dengan geli tawa dari Ray yang sangat lucu.Sudah menjadi kebiasaan Dennis setiap kali bertemu dengan Ray.
"Mengapa hanya berdiri.Ayo,silahkan duduk"ujar Rangga.
Dennis dan Sekretaris Ben mengikuti Rangga dan duduk di sofa.Sementara Naina masih berdiri terperangah dalam diamnya.
Saya benar-benar berada di rumah Mbak Azea.
Sejak pertama masuk ke halaman rumah,ia sudah tercengang dengan rumah mewah ini.Di tambah ia sudah melihat secara langsung Azea dan Rangga.Pasangan yang sangat terkenal akan keromantisan mereka.Ia masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya,ia benar-benar berada di rumah artis yang memiliki banyak penggemar ini.
"Eehhmm" Dehaman Dennis mengagetkannya.Dennis memberi kode kepada Naina agar duduk di sampingnya.Naina merasa tidak enak untuk duduk bersama orang-orang kaya ini tetapi mata Dennis yang begitu tajam membuatnya mengalah.
Terlihat Bi Sumi dan Diana muncul dari dalam.Diana menghentikan langkahnya melihat wanita yang ia labrak kemarin,darahnya kembali mendidih.Andai tidak ada Dennis dan Rangga,mungkin dia sudah membabi buta menghajar Naina.
"Bi Sumi,tolong bawa Ray ke susternya" ucap Azea.
Bi Sumi segera mengambil Ray dari pangkuan Dennis.
"Diana,duduklah!" sambung Azea menepuk sofa di sampingnya,tepat di hadapan Naina.Walau sangat terpaksa,Diana duduk di samping Nyonya Bosnya.
Suara gemuruh di dapur terdengar,Boby dan para team yang datang dari rumah sebelah melalui pintu belakang.Para Bibi segera menahan Boby dan para team yang hendak ingin keluar untuk mendengarkan.
"Dasar tidak sopan,kalian tidak boleh keluar" ujar Bi Inah.
__ADS_1
"Kami penasaran,Bi" sambung Boby.
Bi Sumi maju mendekati mereka.
"Kalau kalian keluar,kalian tidak akan mendapatkan jatah makan sampai satu minggu ke depan" ujar ART paruh baya ini.Sedikit kejam.
Akhirnya para lelaki-lelaki ini hanya menguping dari balik tembok.
***
Di ruang tamu.
Suasana sudah seperti berada di ruang sidang.Melihat Diana,Naina merasa sedikit takut.Walau ia tidak punya salah sama sekali.
"Kalian pasti sudah tahu tujuan kami datang kemari" Dennis mulai membuka pembicaraan.
"Pastinya kami ingin meluruskan sebuah kesalahpahaman" Sambung Dennis.Semua orang hanya terdiam.
"Sebelumnya kenalkan,dia Naina.Salah satu pegawai Beauty Flowers,dia adalah gadis yang kalian labrak kemarin,bukan?" Dennis sedikit tidak nyaman mengucapkan kalimat terakhirnya itu.Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Naina kemarin.
"Langsung saja pada pointnya.Apa hubungan anda dengan Sekretaris Ben?" Azea langsung memotong pembicaraan Dennis,tidak ingin berbasa-basi.Dia juga tetap berada di kubu Diana.
Naina sangat takut mendengar nada ucapan Azea.
"Sa-saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Tuan Sekretaris,Nyonya" jawab Naina gelagapan.
Diana menarik ujung bibirnya.
Munafik.
Batin Diana.
"Saya tidak suka berbasa-basi" lanjut Azea lagi.
"Jika tidak ada hubungan apa-apa,lalu mengapa anda makan berdua dan mendapatkan barang branded dari Sekretaris Ben?" Azea menyerangnya lagi.
Naina tidak tahu harus menjawab apa.
Sekretaris Ben juga tidak tahu harus menjawab apa.
"Saya yang mengutus Sekretaris Ben" jawab Dennis.
Azea menatap kakaknya,sedikit terkejut.
"Maksud kakak?" tanyanya.
"Dia adalah gadisku,bukan gadis Sekretaris Ben" tegas Dennis.
Semua orang terkejut mendengarnya.
"Tuan muda" Naina sangat shock mendengar ini.
Azea sudah seperti kehilangan kata-kata.Sedang berperang dengan akalnya.Sangat-sangat terkejut.
__ADS_1
______
Beri like koment dan votenya dulu yah para readers.Hehe terima kasih