MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Zara Membatalkan Perjodohan


__ADS_3

Dennis dan sekretaris Ben duduk berhadapan di ruangan kerja yang begitu mewah,ruangan milik sang direktur perusahaan,Dennis Atmajaya.Kedua lelaki ini sedang sibuk dengan berkas-berkas di hadapan mereka.


Sekretaris Via masuk ke dalam ruangan setelah pintu terbuka dengan remote yang di genggam sekretaris Ben.


"Maaf,Tuan muda.Meeting akan segera dimulai,semua orang sudah menunggu Tuan muda dan Sekretaris Ben di ruangan meeting," ucap Sekretaris Via.


"Baik,kami akan segera ke sana," balas Dennis.


Sekretaris Via segera keluar dari ruangan mewah itu.


"Tuan besar,Nyonya." Terdengar suara sekretaris Via dari pintu yang belum tertutup.Dennis dan Sekretaris Ben menoleh,melihat sekretaris Via sedang menunduk pada dua orang di hadapannya dan segera berlalu.


Atmajaya dan Rita langsung masuk ke dalam ruangan putranya.


"Mama,Papah."


Dennis sedikit terkejut,melihat kedua orang tuanya datang ke kantornya.Kalau Papanya tidak ditanyakan jika ia datang kerena Atmajaya memang sering berkunjung memantau perusahaan yang dipimpin oleh putranya ini,masih sering ikut meeting bersama Dennis,tapi Rita?Apa yang membuat Mamanya ini ikut datang juga?pikirnya.


Atmajaya dan Rita segera duduk di sofa.


"Tuan muda,saya duluan ke ruangan meeting," ucap sekretaris Ben.Selain karena untuk menghadiri meeting,ia juga tidak ingin mengganggu pembicaraan keluarga ini.


"Permisi,Tuan Besar,Nyonya besar." Sekretaris Ben berpamitan hendak keluar.


"Tunggu,Ben!tetaplah di sini,kami juga perlu berbicara denganmu," ucap Rita yang membuat Ben dan Dennis terkejut.


Walau terlihat tenang,tetapi ada rasa sedikit takut di hati sekretaris ini.Ia merasa,kedatangan orang tua atasannya ini tidak baik-baik saja.


"Maaf ... Mah,Pah.Apa yang membuat kalian datang ke sini?" tanya Dennis yang juga sepemikiran dengan sekretaris Ben.


"Apa maksud pertanyaanmu?kamu melarang kami datang kemari?" balas Rita.


"Bukan begitu,Mah.Maksud Dennis,tidak biasanya mama ke sini." Dennis ikut duduk ke sofa di hadapan orang tuanya,sementara sekretaris Ben berdiri di sampingnya.


"Zara membatalkan perjodohan." Atmajaya langsung mengatakan intinya.


Dennis hanya terdiam,terlihat sedikit terkejut.Dia tidak percaya kalau Zara yang akan melakukan ini.Harusnya dia yang mengambil resiko,bukan Zara.


Walau Dennis belum mengenal baik dengan Zara,tetapi ia tahu kalau Zara bukan sosok wanita yang akan menyudutkan orang lain.

__ADS_1


"Tadi,Kyai Abdullah menelpon kami.Kyai Abdullah terus saja meminta maaf karena tiba-tiba putrinya membatalkan perjodohan ini.Soal alasannya,Zara tidak mengatakannya," lanjut Atmajaya.


Dugaan Dennis benar adanya.


Zara,mengapa kamu yang mengambil resiko ini.Ini kesalahanku,harusnya saya yang mengatakannya,bukan kamu.


Dennis merasa tidak enak hati atas apa yang dilakukan Zara.Zara sendiri sedang tersakiti,tapi kenapa harus dia juga yang mengambil keputusan ini hingga harus tersudutkan.


"Kamu tahu,kami tidak percaya jika Zara membatalkan ini tanpa alasan.Kami juga tidak percaya jika ini mutlak karena ketidakmauan Zara.Katakan dengan jujur,Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rita penuh penekanan.


"Oiya,semalam kamu berbicara dengannya bukan?Apa yang kalian bicarakan?"lanjut Rita lagi terus bertanya.


Dennis tidak tahu harus memulai menjelaskannya dari mana.


Atmajaya dan Rita mulai curiga dengan diamnya Dennis.


" Ben,apa kamu mengetahui sesuatu?"Rita membuang pertanyaannya kepada sekretaris Ben.


Sama saja,sekretaris ini juga tidak bisa menjawab.


"Lihatlah,kalian begitu kompak tidak memberi jawaban.Sepertinya kecurigaanku selama ini benar.Ada yang tidak beres pada kamu Dennis."


"Dennis,jawab pertanyaan mamamu!apa kamu ada hubungannya dengan penolakan Zara mengenai perjodohan ini?"


Kali ini Atmajaya yang bertanya dengan nada mulai tegas.


"Kami tidak ingin semua orang menyudutkan Zara sebelum mendengar jawabanmu," lanjut Atmajaya.


Tatapan Atmajaya dan Rita begitu tajam kepada putranya.Dennis seperti tidak ada pilihan lain selain beterus terang.Entah ini waktunya sudah tepat atau tidak,dia tetap harus mengatakannya.


Menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan.


"Saya mencintai wanita lain,Mah,Pah."


Kalimat yang ia keluarkan seperti sambaran petir bagi Atmajaya dan Rita.Kecurigaan mereka benar adanya,pasti putranya ada di balik semua ini,bukan Zara yang harus mereka sudutkan.


Rasanya Atmajaya ingin bersujud di kaki Kyai Abdullah untuk meminta maaf.Bagaimana Kyai Abdullah terus meminta maaf kepadanya atas penolakan putrinya,ternyata itu semua tidak bisa dibenarkan.Putranya lah yang bersalah,bukan Zara dan keluarganya.Dialah yang harus meminta maaf pada keluarga kyai Abdullah.


"Keterlaluan kamu,Dennis." Atmajaya terlihat mulai marah.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kamu mengecawakan kami,Kami tidak tahu bagaimana kami bisa bertatapan dengan kyai Abdullah dan keluarganya setelah perlakuanmu ini pada putrinya." Atmajaya berbicara seperti sedang menahan amarah.


"Pah,Mah ... bukankah sejak awal saya sudah menolak perjodohan ini.Kalian saja yang terlalu terburu-buru memutuskan sesuatu bahkan tidak memberitahuku."


Dennis mencoba membela diri.Sejak awal ia memang tidak ingin dijodohkan.Ingin mengatakan mencintai seseorang tetapi waktunya belum tepat karena wanita itu saja baru ia kenal dan bagaimana jika ia mendapat penolakan dari Naina.


"Kamu menolak dijodohkan dengan Zara?" Rita berdiri dari duduknya dengan senyum yang tidak baik.


"Ada lelaki yang menolak wanita seperti Zara.Katakan!siapa wanita yang membuatmu menolak perjodohan ini?bagaimana latar belakang keluarganya?Apa hebatnya dia dari Zara?"


Rita terus saja menyerang Dennis dengan segala pertanyaan menyakitkannya.


Menyakitkan bagi Dennis,karena jawabannya sudah pasti tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan orang tuanya.


Siapa Naina?latar belakang keluarga Naina?kehidupan Naina?sangat jauh dari Zara,sangat tidak mungkin untuk diterima di keluarga besarnya.


"Ayo katakan!siapa wanita itu?" Belum sempat Dennis menjawab,tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Sekretaris Via masuk setelah Ben menekan remote.


"Maaf,Tuan besar,Nyonya besar," ucapnya seraya menunduk,ia tahu jika sudah mengganggu tetapi ia harus tetap masuk untuk memanggil Dennis.


"Tuan muda,semua tamu sudah menunggu sejak tadi di ruangan meeting," ucap sekretaris Via.


"Baik,kami segera ke sana," balas Dennis.


"Mah,Pah,kita bahas ini di rumah.Saya sedang ada meeting penting siang ini," ucap Dennis.


Atmajaya hanya diam saja,menahan Dennis juga tidak mungkin.Ia tahu kalau meeting ini sangat penting bagi perusahaannya yang di pegang putranya ini.


"Sekretaris Ben,ayo!" perintahnya.


Sekretaris Ben mengambil berkas di atas meja,sementara Dennis sudah keluar dari ruangan bersama sekretaris Via.


"Tuan besar,Nyonya besar ... maaf,kami permisi!" ucap sekretaris Ben dengan menundukkan kepala.Rita memalingkan wajahnya tidak ingin menatap Ben,sedikit kesal juga pada sekretaris putranya ini.Tidak mungkin sekretaris putranya ini tidak tahu semuanya.


Sekretaris Ben keluar meninggalkan ruangan.Tinggallah Rita dan Atmajaya di dalam ruangan itu.


"Lihatlah,Pah.Mama bilang apa,ada yang tidak beres pada anak itu.Mama sudah sering menyuruh Papa mengirim orang untuk mengawasinya,tapi apa?Papa hanya mengatakan 'dia bukan Azea yang harus diawasi' lihatlah sekarang!" Rita terus saja mengoceh,bahkan menyalahkan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2