MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Mengantar Zara


__ADS_3

Begitu cepat waktu berlalu,sudah siang saja.Meeting penting di kantor Atmajaya Group telah selesai,Perusahaan yang bergerak dibidang tambang dibawah kepemimpinan Dennis Atmajaya.


Terlihat 6 orang lelaki yang merupakan kolega dari Dubai,keluar dari ruangan meeting bersama Atmajaya,Dennis,Sekretaris Ben dan beberapa kolega dari dalam negeri.


Dennis mengantar rekan bisnisnya ini ke depan pintu lift.Rekan bisnis yang merupakan lelaki-lelaki berpakaian nasional Uni Emirat Arab,lelaki-lelaki Emirati yang memakai Kandora atau jubah putih panjang semata kaki serta berlengan panjang dan memakai penutup kepala khas negara mereka.


Para kolega ini akan ke hotel bersama Atmajaya untuk makan siang dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan penerbangan mereka sore nanti ke asal negara mereka.


Dennis hanya mengantar sampai ke depan pintu lift karena ia harus ke Bandara dan itu sudah ia jelaskan kepada tamu penting ini sewaktu di dalam ruangan meeting tadi.


"Thank's for cooperation with us,and I'm sorry because I can't to accompany you at the hotel.


[Terima kasih sudah bekerja sama dengan kami dan saya meminta maaf karena tidak bisa menemani kalian di hotel]" ujar Dennis.


"No problem, Mr. Dennis. Nice to work with your company too.


[Tidak masalah,Pak Dennis.Senang juga bekerja sama dengan perusahaan anda]" ujar salah satu kolega dari Dubai.


"Don't forget to invite us on your wedding later"


[Jangan lupa mengundang kami diacara pernikahan anda nanti,Pak Dennis]" sambung kolega Dubai yang lain.Mereka sudah mengetahui kalau Dennis ke Bandara untuk mengantar calon istrinya atas ucapan Atmajaya yang begitu cepat memberi tahu kepada semua orang bahkan rekan bisnis mereka yang membuat Dennis tidak bisa berkata apa-apa lagi.Papanya sangat keterlaluan, menurutnya.


"Yes,of course [Tentu saja]" jawab Atmajaya.


Dennis hanya tersenyum kepada rekan-rekan bisnisnya ini.


"See you later, Mr. Dennis. Nice to meet you


[Sampai jumpa,Pak Dennis.Senang bertemu dengan Anda]" pamit para kolega berhidung mancung dengan brewok yang rapi di sekitar rahangnya.


"Nice to meet you too [Senang bertemu dengan kalian juga]" balas Dennis.


Dua pintu lift terbuka,Atmajaya dan para kolega ini masuk ke dalam lift.


"What a lucky woman to be Mr. Dennis' wife"


[Sangat beruntung wanita yang akan menjadi istri Pak Dennis]"samar-samar terdengar suara salah satu kolega dari Dubai yang diiringi tawa Atmajaya dan yang lain.


Dennis dan Sekretaris Ben berlalu memasuki pintu lift yang lain untuk menuju ruangannya di lantai tertinggi gedung ini.


Dennis sampai ke ruangannya,menjatuhkan tubuhnya ke kursi kebesarannya dengan segala kegusarannya.


Tidak ada pilihan baginya yang mau tidak mau harus ke Bandara untuk mengantar Zara atas perintah Atmajaya sebelum mereka memulai meeting tadi pagi.


"Maaf,Tuan muda.Lebih baik kita berangkat sekarang untuk menghindari macet,jarak dari kantor ke Bandara lumayan jauh" ujar Sekretaris Ben yang berdiri di hadapan Dennis.


"Tidak,Sekretaris Ben" jawaban Dennis membuat Sekretaris Ben terkejut.


"Maksud Tuan muda?kita tidak perlu ke Bandara?" Sekretaris Ben memperjelas kembali ucapan Dennis.


"Bukan kita tapi Anda,Sekretaris Ben"

__ADS_1


"Saya tidak mengerti,Tuan muda" ujar Sekretaris Ben.


"Biar saya yang ke Bandara.Anda tetap menjemput dia dan bawa ke restoran tempat kita kemarin dan tunggu saya di sana" perintah Dennis yang tetap masih mengingat Naina.


"Maksud Tuan muda,saya hanya berdua dengan gadis itu?maksud saya, Nona Naina?" Sekretaris Ben merasa ini adalah mimpi buruk baginya.Dia harus menyiapkan mental yang ekstra untuk menghadapi gadis itu seorang diri.Bagaimana mungkin orang yang selalu membuatnya memendam kesal harus berdua saja dengannya.


"Iya,barang ini harus sampai ditangannya hari ini juga.Saya percayakan segalanya kepada anda,Sekretaris Ben"mendengar ucapan Tuannya,Sekretaris Ben tidak bisa menolak.Apa daya dia untuk menolak perintah Tuannya.


Dennis memberikan paper bag bertuliskan merk branded di depan paper bag tersebut.


"Baik,Tuan muda"menerima paper bag dari Dennis untuk di berikan kepada gadis pujaan Tuannya.


***


Mereka sudah sampai di lobby gedung pencakar langit ini,berjalan keluar melewati pintu kaca.Sebuah mobil mewah menghampiri mereka.Seorang supir membukakan pintu untuk Sekretaris Ben.Ternyata ini mobil untuk Sekretaris Ben.


"Saya duluan,Tuan muda" ucapnya membungkukkan tubuhnya.


"Yah,Tunggu saya di sana.Setelah dari Bandara,saya langsung menemui kalian" Balas Dennis.


Sekretaris Ben menaiki mobil dan segera berlalu.


Satu mobil mewah lagi menghampiri Dennis,sepertinya mobil ini yang akan Dennis gunakan untuk ke Bandara.Seorang supir turun membukakan pintu belakang untuknya,betapa terkejutnya ia yang melihat sosok wanita paruh baya yang duduk di kursi belakang mobil pribadinya ini.


"Mama" Melihat Mamanya mengembangkan senyum.


"Naiklah!Kita akan ke Bandara bersama-sama" ujar Rita.


Mobil mereka keluar dari halaman gedung tinggi ini.


"Oiya,Sekretaris Ben mau kemana?tumben tidak bersama denganmu?" Tanya Rita yang melihat Sekretaris Ben menggunakan mobil yang lain.


"Dia ada urusan pribadi,Mah" jawab Dennis berbohong.


"Mama sendiri,kenapa bisa berada di mobilku?"sambungnya.


Rita hanya tersenyum.


"Karena Mama juga ingin ikut ke Bandara" jawabnya.


"Maksud saya,mobil di rumah kan ada.Kenapa harus ke kantor?"


"Karena Mama ingin memastikan kalau kamu benar akan ke Bandara dan tidak mengecewakan calon menantu Mama" ucapan Rita membuat Dennis kembali tidak nyaman.


Diam sejenak.


"Mah..."ucapnya pelan.


"Hhhmm"


"Bagaimana jika nantinya saya tidak berjodoh dengan gadis pilihan Mama?" pertanyaan Dennis membuat Rita terkejut.

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


"Yah...Bagaimana jika jodohku bukan Zara?"Dennis sangat berat untuk berterus terang jika menyukai wanita lain.


Naina,kenapa kamu harus berasal dari tempat hina itu.Bagaimana cara saya menjelaskan ini.


"Memangnya kamu punya kekasih?" Rita membuat Dennis terkejut.


"Yah...tidak.Maksud saya,jodohkan tidak ada yang tahu,Mah" ucapnya sedikit terbata-bata.


"Jodoh memang ditangan Allah,tetapi sebagai manusia kita harus berusaha.Mama tidak mau tahu,jangan kecewakan Mama.Tidak ada lagi wanita sebaik Zara yang bisa masuk ke keluarga kita" Rita tidak ingin menerima alasan apapun.


Dennis hanya terdiam.Lelaki cerdas ini benar-benar kehilangan akal untuk berpikir.


***


Pukul 11.00


Dennis dan Rita tiba di Bandara.Rita yang sejak tadi sudah berbalas pesan dengan Umi Zubaidah,langsung saja menuju tempat Umi Zubaidah Berada.Restoran yang berada di depan Bandara.


"Mengapa kita ke restoran sini,Mah.Bukankah sebentar lagi Zara masuk?" Dennis merasa bingung.


"Pesawatnya masih jam 2.Kita makan siang saja dulu" balas Rita yang membuat Dennis sangat gusar.Ternyata Papa dan Mamanya membohonginya.Bagaimana dia bisa menemui Naina.


Rita melihat ke sekitar,terlihat wanita paruh baya dengan jilbab menjuntai panjang berdiri dari kursi.Rita tersenyum melihat Umi Zubaidah,Kyai Abdullah,Zara dan dua gadis sebaya Zara yang juga duduk di sana.


"Assalamualaikum" Rita langsung memeluk Umi Zubaidah.


"Waalaikumsalam Warahmatulloh" balas Umi Zubaidah dan keluarganya.


"Silahkan duduk,Bu Rita,Nak Dennis" ujar Kyai Abdullah.


Sebelum duduk,Dennis menatap Zara.Menyatukan kedua tangannya dan tersenyum kepada Zara,begitupun dengan Zara.


Nur,sepupu Zara menyenggol lengan Zara.Menggoda Zara pertanda sang pangeran sudah datang.


Sementara para orang tua sudah sibuk bercengkrama,Dennis dan Zara hanya terdiam.Tidak ada pembahasan diantara mereka.


"Nak Zara,ingat yah hanya satu bulan Nak Zara di sana.Kami sekeluarga sudah tidak sabar menunggu hari baik nanti" Rita kembali membahas perjodohan ini.


Melihat wajah Dennis,entah kenapa Zara merasakan ada ketidaktulusan dari lelaki di hadapannya ini mengenai perjodohan mereka.Bahkan lelaki ini sama sekali tidak pernah menelfonnya.


Dennis memang terlihat sangat baik,tetapi Zara tidak merasakan sebuah ketulusan.


Zara hanya tersenyum mendengar ucapan Rita,sementara Dennis masih dengan diamnya.


_______


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah para readers.Like,koment dan Vote.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2