MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Jaminan Aneh


__ADS_3

Dari kebingungan yang memenuhi kepalanya,ia mencoba berpikir lagi.Jika ini pemberian seseorang,tetapi siapa?benar-benar tidak ada nama yang terlintas di benaknya.Sudahlah,memikirkan ini hanya akan membuatnya pusing.Tidak perlu dipedulikan,nanti juga orangnya akan datang dan berkata kalau motor ini salah pengiriman.


Menutup loker,memakai jaket,menenteng helm dan juga plastik berisi makanan yang dibungkuskan oleh Dennis dari restoran mahal tadi.Makan malam untuk orang di rumahnya,kapan lagi bisa membawakan makanan enak seperti ini untuk keluarganya.Sedikit bahagia.


"Kamu yakin,ingin ikut denganku?lalu,motor barumu itu?" Kiran berucap dengan tawa kecil seperti meledek.


"Ah,bodoh amat.Nanti juga orangnya akan datang.Ayo,sebelum bengkelnya tutup" balasnya kepada Kiran.


"Bu Selfy,kami pulang yah" sambungnya lagi berpamitan kepada bosnya itu.


Rudy mendekatinya.


"Hei,Nona.Kalau aku jadi kamu,aku pakai saja motor itu" tuturnya.


"Sudahlah,tidak usah membahas motor itu lagi" Naina benar-benar tidak ingin peduli dengan motor tidak jelas itu.


Baru saja ia ingin melangkah keluar,tiba-tiba ponselnya berdering dari dalam tas kecilnya.


"Tunggu,Kiran!Aku angkat telefon dulu"


Mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Nomor baru?Siapa?tetapi sepertinya tidak asing dengan nomor ini.


"Halo,Assalamualaikum.Dengan siapa?" Naina mengangkat telfonnya dan langsung bertanya


"Waalaikumsalam,Maemunah.Keterlaluan,belum menyimpan nomorku" Suara tegas tetapi lembut,suara yang sudah ia kenali.


"Astaga,Tuan muda" Naina segera menutup mulutnya.Semua orang menoleh kepadanya.


"Yah,saya tidak percaya ada orang yang tidak menyimpan nomorku" Seperti kesal tetapi masih lembut.


"Iya,Tuan muda.Maafkan saya,saya pasti akan menyimpan nomor anda setelah ini" ucapan Naina membuat orang disekitarnya terkejut.


"Lihat,betapa angkuhnya dia.Tidak menyimpan nomor Dennis Atmajaya" ujar Kiran pelan kepada Rudy dan Selfy.


"Maaf,Tuan muda.Bisakah kita berbicara nanti saja,soalnya saya sudah ingin pulang dan saya tidak enak membuat teman saya menunggu"


"Aku hanya ingin bertanya?Apa motornya sudah sampai?"Pertanyaan Dennis membuat Naina terbelalak,menatap semua orang yang masih berada didekatnya.


"Jadi..motor itu?" Naina menepuk keningnya,ia benar-benar tidak percaya kalau motor itu dari Tuan muda ini.


"Apa maksud Anda mengirimkan motor untuk saya?Tuan muda,jangan mentang-mentang anda bisa membeli segalanya lalu anda bisa seenaknya begitu.Ambil kembali motor anda itu"


Naina tidak sadar dengan ucapannya,memarahi seorang Dennis Atmajaya.


Rudy dan Selfy kembali mendekatinya.Kiran menganga,tidak mampu lagi berucap apa-apa.Sungguh beruntung sekali sahabatnya ini.


"Dasar bodoh"Rudy menepuk lengan Naina yang menolak motor itu,kemudian meraih ponsel Naina dan membesarkan suara ponsel itu.


Mereka semua ingin mendengar ucapan seorang Dennis Atmajaya yang memberikan motor kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Berani sekali anda memaki seperti itu,apa anda tahu sedang berbicara dengan siapa?" balas Dennis kepada Naina yang didengar oleh semua orang.Naina baru menyadari akan sikapnya tadi.


"Tuan muda,Maafkan saya.Tetapi saya benar-benar keberatan dengan pemberian anda ini.Bukankah ini hanya akan menambah hutangku?" Naina mulai bersikap sopan.


"Tidak,itu akan meringankan hutang anda.Motor bekas anda sudah saya ambil sebagai jaminan.Jadi untuk sementara,pakai saja motor baru itu" Dennis membuat Naina semakin bingung.


Ketiga rekannya malah tertawa kecil mendengar ucapan dan ide konyol ini.


Mana ada orang mengambil jaminan dengan memberikan barang ganti yang jauh lebih baik.


"Saya tidak mengerti dengan cara berpikir anda,Tuan muda.Anda yang terlalu cerdas atau saya yang terlalu bodoh hingga tidak bisa memahami ini?" Naina merasa otaknya sudah akan pecah.


"Kedua-duanya benar" hanya itu jawaban Dennis.


Rekan-rekan Naina tertawa hebat dengan suara sepelan mungkin.


Sepertinya Tuan muda ini menghalalkan segala cara agar bisa selalu dekat dengan gadis pujaannya atau mungkin juga ini suatu kepedulian tetapi tidak ingin terlalu transparan.


"Tuan muda,tolong jangan membuatku semakin bingung.Anda mengambil motorku sebagai jaminan,apa anda sudah tidak waras Tuan muda?itu hanya motor tua yang jika di jual pun sudah tidak memiliki harga lagi" Antara kesal dan bingung sedang berkecamuk di dalam diri Naina saat ini tetapi dia bisa apa jika Tuan muda berkuasa ini sudah mengambil sikap.Mencoba saja untuk melawan,karena ini jaminan aneh yang pernah ia dengar selama hidupnya.


"Berani sekali anda mengatai saya tidak waras.Saya tidak mau tahu,pakai motor yang saya berikan itu atau hutangmu akan semakin bertambah dan saya tidak main-main,rumah tempat tinggalmu saat ini akan saya sita juga"Terdengar sangat menakutkan bagi seorang Naina.Ia berusaha keras agar Pamannya tidak tahu dengan masalahnya tetapi Tuan muda ini malah ingin menyita rumahnya,tepatnya rumah pamannya.


"Ba-baik,Tuan muda.Saya meminta maaf,saya akan pakai motor pemberian anda ini.Tolong jangan ganggu keluarga saya atau tempat tinggal mereka"Naina mengalah dengan sangat memohon.Ia tahu dengan siapa ia berbicara,orang yang bisa melakukan apa saja.


"Bagus,Ya sudah.Assalamualaikum"Dennis menutup telefon dengan sepihak.Naina sudah tidak heran akan itu.


"Waalaikumsalam" membalas lemas pada telefon yang sudah terputus.


Kiran bersorak dengan suara keras,sejak tadi ia memendam teriakan bahagianya itu.


"Kami benar-benar bahagia" sambung Selfy begitu lembut.


Naina masih diam,tidak tahu harus menjawab apa.


"Bu,Selfy.Apa yang anda bicarakan" Naina sangat tidak nyaman mendengarnya.


"Sepertinya kalian salah paham"sambungnya lagi menjelaskan kepada rekan-rekannya ini.


***


Naina sudah berada di halaman parkir Beauty Flowers.Menatap motor baru di hadapannya,sangat tidak ingin memakainya tetapi ancaman Tuan muda itu tidak main-main.


Rekan-rekannya masih ikut bersamanya,juga memperhatikan motor baru ini tapi dengan cara mereka.Meraba dan memperhatikan secara detail dari depan,samping,hingga belakang motor ini.Motor pengeluaran terbaru,motor matic dengan ukuran lumayan besar.Tidak semua kalangan bisa membeli motor seperti ini.


"Astaga,satu-satunya pegawai Beauty Flowers yang memakai motor seperti ini hanya kamu,Maemunah"Rudy sangat terkagum-kagum dengan motor yang ada di hadapannya saat ini,motor yang masih terbungkus dengan plastik.


"Apa aku membantumu membuka plastiknya?" goda Kiran.


Naina masih terdiam sejak tadi,tidak tahu harus berkata apa.Rasanya,masalah hutangnya semakin lebar kemana-mana.


Kiran dan Rudy sudah merobek plastik yang membungkus motor baru itu.

__ADS_1


"Hei,Apa yang kalian lakukan?" Naina baru tersadar dari lamunannya.


"Apa kamu ingin memakai motor ini dalam keadaan seperti ini?" Kiran melanjutkan membantu Rudy menarik plastik yang membungkus motor baru ini.


Rasanya Naina ingin berteriak,mengapa ia harus terjebak dengan masalah seperti ini.Baginya ini masalah,tetapi bagi orang lain ini adalah suatu keberuntungan.


Tiba-tiba ponselnya berdering lagi.


mengambil ponselnya dari dalam tas kecil di dadanya.


Nomor baru itu lagi,ia belum menyimpannya.


"Halo,Tuan Muda" dengan cepat ia menyebut Tuan muda agar lawan bicaranya dari balik telefon ini tidak kesal lagi.


Rekan-rekannya kembali fokus kepadanya setelah mendengar nama Tuan muda.


"Bagus,sudah menyimpan nomorku" ujar Dennis dengan bangganya.Rasanya Naina ingin mengeluarkan tawa ejekannya.Naina hanya menghafal nomor itu karena baru saja menelponnya tadi dan lupa untuk menyimpannya,entah setelah ini dia akan menyimpannya atau tidak.


"Mengapa masih diam berdiri di sana,tidak ingin memakai motornya?"tegas Dennis.


Astaga,dia ada di sekitar sini.


Naina menatap jalan,ada satu mobil mewah yang parkir di seberang jalan.


Pasti itu mobilnya.


Gumamnya sangat kesal.


"Iya,Tuan muda.Ini saya sudah akan memakainya" Tanpa basa-basi lagi,Naina langsung naik ke motor itu.


Kiran dan Rudy sangat terkejut.


"Plastiknya masih ada,Nona" tegur Rudy yang belum selesai membuka plastik motor itu secara keseluruhan.


"Sudahlah,bahkan dia ada di sini mengawasi kita"Naina mematikan telefonnya.


Rudy dan Kiran sangat terkejut.Mata mereka mencari kemana-mana dan fokus pada satu mobil mewah di seberang jalan.


" Apa yang di seberang itu?"Tanya Rudy.


"hhhmmm"jawab Naina singkat dan membunyikan motornya,tepatnya motor yang tak diinginkannya itu.


"Saya duluan"ujarnya kepada dua sahabatnya itu.


Kiran masih terpaku di tempatnya.


"Astaga Rud,apa kamu melihat ini.Sungguh Tuan muda itu sangat romantis"


Rudy hanya tersenyum.


____________

__ADS_1


**Tinggalkan jejak terbaik kalian para readers,jangan pelit jempol dong.hehe


like,koment dan vote yah.*


__ADS_2