
Tiga puluh menit telah berlalu setelah Naina mendapatkan perawatan terbaik di Rumah Sakit ternama di kota ini,rumah sakit keluarga Atmajaya.Gadis ini masih belum sadar juga.Berada di ruangan paling terbaik di Rumah Sakit ini.
Tampak wajah sang tuan muda sangat khawatir,sejak tadi dia hanya mondar-mandir tidak jelas dan sesekali mendekat kepada Naina yang terbaring dengan selang infus di tangannya.Sekretaris Via duduk di dekat Naina atas perintah Dennis untuk menjaga Naina.
Ada banyak pertanyaan di benak Sekretaris Via saat ini.Apa hubungan gadis pengantar bunga ini dengan atasannya?Mengapa atasannya ini terlihat sangat khawatir?dan ucapan tentang 'orang spesial' yang juga didengar sekretaris Via waktu di kantor tadi,sungguh membuatnya menyimpan kecurigaan.Wanita ini bukan wanita sembarangan di hati tuan muda.Pikir sekretaris Via.
Tidak berapa lama,gadis yang terbaring tidak sadarkan diri itu tiba-tiba memperlihatkan pergerakan kecil.Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan dengan sangat pelan,mengeluarkan suara sedikit seperti menahan sakit pada kepala.Kedua tangannya juga mulai bergerak.
Dennis dan kedua sekretarisnya langsung mendekat.
Sekretaris Via langsung memegang tangan Naina.
Dennis menekan tombol panggil yang berada di dinding di atas kepala Naina untuk memanggil dokter.
"Naina ...." Dennis mencoba mengajaknya berbicara.
Pelan-pelan mata Naina terbuka,sesekali mata itu mengernyit seperti sedang menahan sakit.Mencoba lagi membuka matanya,pandangan yang masih sangat buram.Memaksa membuka matanya dengan sempurna,tampak dua orang lelaki berjas yang sangat ia kenali dan sorang wanita yang berpenampilan rapi ala kantoran.
"Naina ...." Dennis kembali memanggilnya.
"Tuan muda ...." Mulai mengeluarkan suara walau terdengar serak dan lemah.Ia belum menyadari dimana dirinya saat ini.Ia menggerakkan tangannya yang terdapat infus di sana,mulai terkejut melihat selang infus itu.Memperhatikan sekelilingnya,sepertinya ia sudah tahu dimana dirinya saat ini.Mencoba kembali mengingat dimana dirinya berada terakhir kali hingga ia bisa berada di rumah sakit ini.
Ia sudah mengingat.Terakhir kali ia berada di kantor Atmajaya Group untuk menemui tuan Dennis Atmajaya,ia ingin mengembalikan semua pemberian Dennis.Ia duduk menunggu di sofa lobby selama berjam-jam dan tiba-tiba kepalanya sangat sakit,pandangannya buram dan ia tidak ingat apa-apa lagi.
Kembali ia melihat wajah Dennis,sedikit kesal di dalam hatinya.Ia mencoba bergerak melepas selang infusnya tetapi kepalanya terasa sangat sakit.
"Aughh ...,"suaranya meringis kesakitan.
"Naina ...." Dennis semakin mendekat ingin memegangnya tetapi ia sadar kalau ia tidak mungkin melakukan itu.Ia menatap sekretaris Via.
Sekretaris Via langsung bergerak,ia mengerti arti tatapan atasannya.
Sekretaris Via mendekat dan menahan bahu Naina.
"Nona,Anda tidak boleh bergerak dulu.Anda sedang sakit," ucap sekretaris Via.
Pintu ruangan terbuka.Seorang dokter lelaki dan dua perawat wanita masuk ke ruangan itu setelah mendengar tombol panggilan tadi.
__ADS_1
"Apa pasiennya sudah sadar?"
Sang dokter mendekat ke tempat tidur Naina.
"Iya,Dok," jawab sekretaris Via.
"Permisi,Nona.Saya periksa dulu." Sang Dokter langsung melakukan pekerjaannya.Naina hanya diam,kepalanya benar-benar terasa berat.
Beberapa menit telah berlalu,sang dokter telah selesai dengan tugasnya.
"Bagaimana keadaannya,Dok?" tanya Dennis yang sejak tadi sangat khawatir.
Sang dokter hanya tersenyum.
"Tuan muda tidak usah khawatir,dia baik-baik saja.Suhu panasnya juga sudah turun.Sepertinya dia hanya lelah.Pastikan pasien beristirahat dengan cukup dan berikan obatnya tepat waktu.Para suster juga akan selalu memantaunya," ujar sang dokter yang membuat Dennis sedikit lega.
"Iya,Dok.Terima kasih!" balas Dennis.
Dokter kembali menatap Naina.
"Baik,kami permisi ...," ujar dokter kepada semua orang.
Baru saja sang dokter keluar dari pintu,tiba-tiba pintu kembali terbuka.Kiran dan Rudy yang masih menggunakan seragam Beauty Flowers,masuk ke ruangan Naina dengan wajah yang panik.Kedatangan mereka atas pemberitahuan dari Dennis.Dennis tidak tahu harus menghubungi siapa,hanya Kiran yang ia kenal.
"Naina ...." Kiran langsung mendekat dan menggenggam tangan Naina.
"Apa yang terjadi?"
Naina menatap Kiran dengan mata sendunya,ada kesedihan yang terpancar di sana.
"Kiran ..." ucap Naina lirih.Bulir bening sudah jatuh di ujung matanya.Ia bukan memikirkan tentang sakitnya,Ia hanya memikirkan pamannya yang kini membencinya.
"Kiran ... paman ..." ucap Naina terisak.
"Paman membenciku,paman marah padaku," sambungnya.Selama ini tidak satupun yang Naina sembunyikan kepada Kiran.Melihat Kiran berada di dekatnya saat ini,rasanya ia ingin menceritakan semuanya.
"Naina,kamu jangan berpikir macam-macam dulu.Lihat keadaan kamu sekarang." Kiran sangat khawatir melihat sahabatnya terbaring seperti ini.
__ADS_1
"Tolong bantu aku menjelaskan pada paman." Naina masih saja memikirkan tentang kemarahan pamannya.
Tidak satupun yang mengerti dengan ucapan Naina.
Dennis mendenguskan nafasnya.
"Kenapa kamu sangat keras kepala,apa kamu tidak mendengar kata dokter tadi.Kamu tidak boleh banyak pikiran." Dennis seperti marah.Marah karena khawatir dengan keadaan Naina,wanita yang sudah mencuri hatinya sedang terbaring sakit seperti ini.
Naina tidak peduli dengan ucapan Dennis.Ia sakit hati,ia juga marah,kesal kepada Dennis.
"Aku membencimu,Tuan muda.Aku membencimu ...." Ucapan Naina membuat semua orang semakin tidak mengerti.
"Naina ...." Kiran mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Semua karena barang-barangmu itu,Tuan muda." Naina kembali bersuara dengan menatap semua paper bag yang berada di atas meja.
Dennis dan semua orang menatap ke sana.Dennis baru menyadari dengan semua paper bag itu,sejak tadi ia hanya fokus kepada Naina.Ia tidak menyadari kalau Sekretaris Via membawa barang-barang milik Naina itu.
"Pemberian Anda itu membuatku menjadi orang paling hina di mata keluargaku," lanjut Naina dengan suara lemah dan terus terisak.
"Ambil barang-barang Anda itu,Tuan muda. Dan saya tidak peduli jika Anda ingin memasukkanku ke dalam penjara karena hutang-hutangku." Naina terus menyerang Dennis.
Terasa sesak di batin Dennis.Ia bisa merasakan kesedihan Naina,penderitaan Naina.Rasanya ia ingin marah karena keadaan ini,ia tidak terima jika Naina diperlakukan tidak baik oleh semua orang.Mulai dari Arumi bahkan keluarga Naina yang kini memberikan tuduhan tidak baik.
Dennis tahu jika gadis ini sangat menyayangi pamannya dan semua keluarganya,begitupun pamannya yang sangat menyayangi Naina.Ia harus menyelesaikan masalah ini.
Baiklah Naina,saya akan membuktikan keseriusanku kepadamu.
"Kiran,tolong jaga dia.Pastikan dia tidak banyak melakukan pergerakan," ujar Dennis penuh penekanan.
"I-iya,Tuan muda"
Dennis pergi meninggalkan ruangan itu yang diikuti kedua sekretarisnya.
_______
Tetap tinggalkan jejaknya yah para readers.Terima kasih
__ADS_1