MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Takut Ketahuan


__ADS_3

Hari sudah hampir Maghrib,akhirnya Naina sampai di tujuannya.Tempat ternista di mata semua orang,tetapi tidak ada pilihan lain jika tidak pulang ke sini.


Memarkir motornya diantara deretan motor di halaman parkir salah satu Club di depan gang rumahnya.


Seseorang dengan pakaian sexy mendekatinya.


"Naina"sapa wanita yang seumuran dengannya.Wanita muda yang memilih hidup dengan cara pintas seperti ini,sayang sekali tubuh moleknya yang ia pertaruhkan untuk menyambung hidup.


"Hai,Audry"sapa Naina kembali.Hampir semua wanita di sana mengenal baik dengan Naina.


Melihat Naina dengan kendaraan yang baru,gadis ini semakin memperdekat langkahnya hingga harum aroma tubuhnya yang memikat bisa Naina rasakan.


"Wah...wah...hebat kamu Nai,motormu keren sekali" puji Audry dengan menyentuh motor baru tersebut.


"Baru keluar dari kandangnya yah?plastiknya masih ada" sambungnya.


Naina tidak tahu harus menjawab apa,motor ini benar-benar musibah bagi dirinya.Bagaimana jika Tante dan Pamannya tahu,apa yang harus ia jawabkan.


"Ini bukan motor saya.Ini motor dari toko tempat saya bekerja" jawab Naina asal.


Gadis sexy ini tersenyum,ada rasa tidak percaya tetapi apa pedulinya.Ini bukan urusannya.


"Baik sekali bosmu itu,apa aku bisa mendekatinya" goda Audry.


"Jangan macam-macam kamu yah"tegas Naina dengan jari telunjuk ke wajah Audry.


"Aku hanya bercanda,santai saja"Sambungnya.


Naina turun dari motornya,menenteng plastik makanannya.


"Aku masuk dulu yah" pamitnya kepada Audry.


"Eh,Tunggu"Audry menahan langkah Naina.


"Apalagi,Audry"ucapnya malas.


"Oiya,tadi pagi aku melihatmu dijemput dua orang lelaki..." Audry belum selesai dengan ucapannya tetapi dengan sigap Naina menariknya.


Naina terkejut.


"Pelankan suaramu" ujar Naina yang takut jika ada orang yang mendengar ucapan Audry.


"Katakan,dimana kamu melihatku.Tadi pagi aku tidak melihat siapa-siap"Suara Naina sangat pelan.Dia tidak menyangka jika ada yang melihatnya tadi pagi.Apalagi wanita pekerja malam,mana mungkin dia ada di luar Club pagi-pagi begitu.


Audry terkekeh mendengarnya.


"Iya,kebetulan klien aku mengambil paket full,yah jadinya aku pulang pagi"Tutur Audry.

__ADS_1


"Lalu,dimana kamu melihatku?" Naina masih tidak percaya,ia benar-benar tidak melihat siapa-siapa.


"Dari dalam mobil" jawab Audry tersenyum.


"Kamu berdiri di samping mobil klient saya" sambungnya.


Naina sudah mengingatnya,mobil pertama tempat ia berdiri yang ia pikir kalau itu mobil Dennis.


"Ok,Audry.Karena kamu sudah terlanjur melihatku jadi aku mohon kepadamu jangan menceritakan ke siapapun dan juga motor yang kamu lihat sekarang" tegas Naina tapi dengan nada memohon.


Audry terkekeh mendengarnya.


"Memangnya kenapa kalau ada yang tahu,lagian lelaki-lelaki yang menjemputmu itu tidak buruk.Yah,walau mobilnya sederhana saja,tetapi dari penampilannya sepertinya terlihat berduit" ujarnya menggoda Naina.


"Katakan,salah satu diantara mereka pasti kekasihmu?"sambung Audry menyelidiki.


"Husstt" Naina menutup mulut Audry.


"Jangan asal menuduh,mereka bukan siapa-siapaku" sambung Naina.


Tiba-tiba terdengar suara Adzan.


"Sudah,aku ingin masuk.Ingat,jangan pernah memberitahukan siapapun dengan apa yang telah kamu lihat"tegas Naina lagi.Ia berjalan meninggalkan Audry.


"Nai,jika nanti kamu sudah bosan..berikan saja kepadaku"Suara Audry berteriak menggoda Naina.


Dasar gadis tidak waras.


Gerutunya.


Ia melanjutkan langkahnya dengan cepat.Sementara Audry masih terkekeh di tempat ia berdiri.


Naina sampai di depan pintu rumahnya.


"Assalamualaikum" Ucap Naina yang sudah membuka pintu.


"Waalaikumsalam" jawab seorang gadis yang duduk di ruang tamu dengan gadget di tangannya.


"Astaga,apa kamu tahu kalau ini sudah Maghrib.Kenapa masih duduk di situ,cepat ambil wudhu dan shalat" perintah Naina kepada adik sepupunya itu.Neta,adik sepupunya itu adalah gadis yang tidak terlalu buruk.Apapun yang Naina katakan maka ia mendengarkannnya karena ia tahu kalau Naina sangat menyayanginya.


"Iya,sebentar.Sedikit lagi,baru pulang sudah marah-marah" Sepertinya gadis ini sibuk bermain game.


Naina meraih ponsel itu.


"Kak Naina" gerutu gadis itu.


"Shalat dulu" perintah Naina kemudian berlalu ke dapur meletekkan makanan yang ia bawa.

__ADS_1


Neta lebih memilih untuk mengalah,melawan Naina tidak akan pernah menang.Ia segera mengambil wudhu dan kembali ke kamarnya untuk menunaikan shalat Maghrib.Gadis keras kepala ini memang tidak begitu buruk,Naina selalu memberinya nasihat dan pengajaran.Naina takut jika Neta mengikuti Mamanya yang menjadikan dunia malam sebagai nyawanya.


Naina berjalan ke kamar Pamannya,melihat Pamannya yang sedang shalat di atas kursi rodanya.Naina hanya tersenyum,rasa haru selalu menghampirinya tiap kali melihat Pamannya dalam kebaikan seperti ini,jika ia tarik jauh ke belakang.Masa suram itu tidak lagi ingin ia kenang,Pamannya yang walau sangat baik kepadanya tetapi tetap saja seorang bartender.Syukurlah saat ini Pamannya sudah jauh berubah,entah karen penyakit yang ia derita atau mungkin memang sudah saatnya Pamannya ini memilih jalan yang baik.Naina sangat bersyukur akan itu.Dia berharap ada keajaiban untuk kesembuhan Pamannya dengan segala ikhtiarnya.Ia juga berharap agar Tantenya itu bisa segera berubah.Tiap kali ia pulang bekerja,sudah dipastikan kalau Tantenya itu sudah tidak ada di rumah.


***


Naina telah selesai shalat,baju sudah ia ganti.Ia ke dapur,menghangatkan makanan yang ia bawa tadi.


"Kakak masak apa?aromanya wangi sekali" Neta sudah berada di belakangnya,duduk di kursi meja makan.


"Iya nak,masak apa?harum sekali" sambung Pamannya yang tiba-tiba muncul dengan kursi rodanya.


"Malam ini kita akan makan enak,Paman.Tadi bos Naina mengirim banyak makanan ke toko,karena makanannya berlimpah ruah jadi Naina bawa pulang saja sebagian.Kalian tidak usah khawatir,ini bukan makanan sisa.Tuh plastiknya masih utuh" Menunjuk ke meja.


Lagi-lagi berbohong demi kebahagiaan keluarganya,tidak mungkin ia mengatakan kalau ini dari Dennis Atmajaya.Bagaimana ia akan menjelaskannya.Untung saja hari ini memang bertepatan sedang ada makan besar di tokonya.


"Ya ampun Kak,makanan ini dari restoran mewah" Neta membaca nama restoran dari plastik makanan itu.


"Hhhmm" Naina tersenyum.


Tidak berapa lama,makanan sudah ia hangatkan semuanya kemudian meyajikannya ke meja.


"Ayo Paman,makanlah" Naina memberikan piring yang sudah berisikan makanan ke hadapan Pamannya.


Neta juga sudah mengambil makanannya.


Mereka memasukkan sendok pertama.


"Kak Naina,ini benar-benar sangat enak" Neta sangat menikmati makanannya.


"Iya,ini sangat enak.Terima kasih,Nak" sambung Pak Harun kepada Naina.


Naina sangat bahagia melihat keluarganya bahagia,walau hanya sebuah makanan.


Mereka bertiga menikmati makanannya.


Tuan muda,Terima kasih.Semoga Allah membalas kebaikanmu.


Gumamnya seraya menikmati makanannya.


Walau ia kadang kesal kepada Dennis,tetapi ia sedikit menyadari tentang kebaikan Tuan muda itu.Seperti pemberian makanan ini.Entah kapan ia menyadari kalau itu sebuah bukti cinta untuknya.


________


**Tetap tinggalkan jejaknya yah.


Like,koment dan vote yang banyak.hehe

__ADS_1


Terima kasih**.


__ADS_2