MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Cemburu Buta


__ADS_3

Boby berlari dengan gaya khasnya,disusul Azea dan ke-empat teamnya.Semua orang yang berada di restoran mewah itu hanya melihat ke satu titik fokus,Seorang gadis berhijab yang terus memaki-maki gadis dengan seragam putih hitam di hadapannya.Beberapa pelayan wanita memegangi Diana dan Naina agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.Tak ada perlawanan dari Naina,tetapi para pelayan restoran tetap ikut memegangi Naina.


"Dasar wanita tidak tahu malu,merebut kekasih orang" teriak Diana tak terkendali.


Boby,Azea dan rombongannya sudah tiba di dekat Diana.


"Astaga,Yan-Yan..apa yang kamu lakukan?" Boby menarik Diana.


"Lihat,semua orang menatap kita.Dasar memalukan"sambung Boby memarahi Diana.


Azea hanya terdiam,tidak tahu harus berbuat apa.Ia sangat terkejut melihat Asistennya tidak terkendali begini,bukan Diana yang selama ini dia kenal.


Sejuta pertanyaan memenuhi otak sang artis beserta rombongannya ini.Apa yang terjadi dengan Diana mereka.


"Gadis ini...gadis ini merebut Mas Ben dariku"Diana terus memaki-maki Naina.


Azea dan rombongannya sangat terkejut mendengar ini.Terkejutnya mereka dikarenakan baru tahu kalau ternyata Diana dan Sekretaris Ben memiliki hubungan spesial.Sungguh keterlaluan Diana dan Ben merahasiakan ini.


Naina tidak terima akan tuduhan yang tidak benar ini.


"Ya ampun,Nona.Anda salah paham.Saya dan Mas Aben..maksud saya,saya dan Tuan Sekretaris itu tidak ada hubungan apa-apa" Naina berulang kali menjelaskannya.


"Dasar pembohong,mana ada maling yang mau mengaku.Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri" Teriak Diana lagi yang terus ingin mencoba menghajar Naina.


Azea tidak tahu harus berbuat apa,dia belum bisa berpikir tentang hubungan Asistennya ini dengan Sekretaris Ben,yang ada dibenaknya saat ini adalah awak media.Ia takut jika ada wartawan yang mengetahui ini.


"Tarik Diana,kita pulang"Perintah Azea kepada rombongannya dan segera melangkah dengan cepat keluar.


Boby dan Arman menarik Diana yang bersikeras ingin menghajar Naina.


"Lepaskan aku!Aku belum memberinya pelajaran" ujar Diana yang dipenuhi amarah di dalam dirinya.


Boby dan para team tidak peduli.Mereka membawa Diana keluar dari restoran itu mengikuti Azea dan naik ke atas mobil.Mobil sang artis sudah tertutup.Para team juga sudah naik ke mobil mereka,kedua mobil ini meninggalkan restoran.


Sementara Naina masih menjadi fokus pandangan orang,betapa ia sangat malu.Segera ia keluar dari sana dengan wajah tertunduk.


Naina merutuki dirinya sendiri,awalnya hanya karena hutang tetapi kenapa malah semakin panjang dan rumit seperti ini.Mengapa ia harus berurusan dengan orang-orang kaya ini.


***

__ADS_1


Sementara di dalam mobil mewah Azea.Diana terus menangis sejadi-jadinya di samping Azea.Ia tidak habis pikir bagaimana mungkin kekasih yang amat dicintainya itu mengkhianatinya.Apa ini alasan Ben meminta merahasiakan hubungan mereka.


"Diana" Azea mulai bersuara,memegang lengan Asistennya itu yang masih terisak-isak.


"Jadi,kamu dan Sekretaris Ben memiliki hubungan dekat?" Tanya Azea pelan.


Diana hanya mengangguk.


Azea dan Boby sangat terkejut.


"Dasar keterlaluan,bagaimana mungkin kamu merahasiakan ini kepada kami"ujar Boby yang duduk di kursi belakang.Boby sangat kesal kepada Diana.


"Husstt"Azea menegur Boby untuk diam saja.


"Apa kamu sudah yakin kalau gadis tadi adalah kekasih Sekretaris Ben?Maaf,maksud saya..." Azea belum selesai dengan ucapannya tetapi Diana langsung memotongnya.


"Iya Nyonya bos,gadis itu adalah selingkuhannya.Dia makan berdua dengan Mas Ben di ruangan VIP,memanggil Mas Ben dengan sebutan Mas Aben yang bahkan aku sendiri tidak tahu nama itu dan Mas Ben memberikannya barang mahal,kalian lihat sendiri kan paper bag yang ditenteng gadis itu?" ujar Diana dengan isak tangis dan suara kesalnya.


Azea dan Boby yang mendengar penuturan Diana,ikut merasakan sakit yang dirasakan Diana saat ini.Bagaimanapun juga,mereka tetap berpihak kepada Diana.


"Keterlaluan" Ujar Azea kesal kepada sekretaris Ben.


"kamu tidak usah khawatir.Saya yang akan langsung menyelesaikan ini,saya tidak rela melihat orang-orangku tersakiti"Sambung Azea benar-benar sangat kesal.Tidak menyangka Sekretaris yang begitu berwibawa itu bisa melakukan hal seperti ini.


Rasanya Azea ingin menanyakan banyak hal.Sejak kapan Asistennya ini menjalin hubungan dengan Sekretaris kakaknya?bagaimana awal mula mereka dekat?dan masih banyak lagi yang membuatnya penasaran.Akan tetapi,melihat kondisi Diana sepertinya situasinya tidak tepat untuk menanyakan semua itu.


Azea mengelus-elus lengan Diana dalam pelukannya,mencoba menenangkan Asisten yang juga merupakan sahabatnya itu.


"Kami mengantarmu pulang ke rumahmu atau ke rumah saja?" Tanya Azea dalam perjalanan mereka.


Diana memang punya kamar tersendiri di rumah Nyonya bosnya ini.


"Ke rumah Nyonya bos saja,aku tidak siap jika orang rumahku melihat keadaanku seperti ini.Aku tidak tahu harus menjawab apa" ujar Diana.


"Baiklah.Kamu tenangkan pikiranmu.Saya berjanji akan menyelesaikan ini dan jika Kak Dennis juga ikut andil di dalamnya maka dia juga akan mendapatkan ganjarannya" ucap Azea tidak main-main.Betapa ia sangat menyayangi Diana yang sudah bekerja lama dengannya.Azea sangat menyayangi semua orang yang bekerja dengannya,ia tidak rela jika ada orang-orangnya yang tersakiti seperti ini.


***


Malam pun tiba.Kediaman sang artis,Azea Ruanna Atmajaya.

__ADS_1


Diana masih berada di dalam kamarnya yang terletak di lantai bawah.Terlihat Boby dan Bi Sumi yang keluar dari kamar Diana dengan nampang yang masih berisi makanan di tangan Bu Sumi.


"Apa dia sudah ingin makan?"Tanya Azea yang khawatir karena sejak tadi Diana belum ingin makan.


"Belum,Nyonya muda"jawab Bi Sumi.


"kembali ke kamarnya,aku yang akan membujuknya"ujar Azea.Boby dan Bi Sumi kembali berjalan memasuki kamar Diana.


Terlihat Diana masih membaringkan tubuhnya menyamping dengan isak tangis kecil yang masih terdengar.Benar-benar sangat sakit hati.


Azea meraih nampang dari tangan Bi Sumi.


"Yan,kamu makan dulu yah"bujuk Azea yang duduk di atas tempat tidur empuk itu.


tidak ada jawaban dari Diana.


"Kamu jangan seperti ini,Yan.Kalau kamu sakit bagaimana?Aku yang suapi kamu,mau yah"bujuk Azea lagi.Mendengar kalimat Azea yang terakhir,Diana merasa tidak enak.Bagaimana mungkin seorang bos yang menyuapi bawahannya.


Diana menurunkan selimutnya,ia bangun dari tidurnya dan duduk bersandar ke tempat tidur.


Matanya sudah hampir tertutup karena sembab.


"Ayo"Azea menyodorkan sendok pertama berisi makanan.


"Tidak usah,Nyonya Bos.Aku bisa sendiri"mengambil sendok dari tangan Azea beserta nampang makanannya dan menyuapi dirinya sendiri.Ia makan dalam keadaan terpaksa.


Azea,Boby dan Bi Sumi merasa lega karena Diana sudah ingin makan.


"Benar-benar keterlaluan,sampai tidak ingin makan"ujar Boby kesal.


"Kamu yah,Bob"Azea memarahi Boby.


"Asal Nyonya Bos tahu,dulu waktu Nyonya Bos tidak bisa makan karena ditinggal dinas keluar kota sama Tuan Bos,ada orang yang berkata seperti ini kepadaku.'Nces..jika nanti saya jatuh cinta,tolong ingatkan saya agar tidak sekacau ini"ujarnya mempraktekkan ucapan Diana yang dulu,Boby masih mengingat jelas ucapan Diana itu.


Rasanya Azea ingin tertawa mendengarnya tetapi masih bisa menahan karena menjaga perasaan Diana.


"Kasusnya beda,Nces"Diana mulai bersuara di tengah kunyahannya dengan suara yang serak.


"Sudah...sudah..tidak usah membahasnya.Setelah ini kamu istirahat dan besok kita akan ke kantor Kak Dennis untuk menyelesaikan ini,kita akan melabrak mereka.Saya yakin,Kak Dennis tidak mungkin tidak tahu tentang ini"Azea juga sudah berpikir tidak jernih dengan segala tuduhannya.

__ADS_1


_______


Tetap tinggalkan jejak terbaik kalian yah para readers🥰like,koment dan vote.Terima kasih🙏


__ADS_2