
Semua orang termasuk Naina sudah bersiap untuk breafing,aktivitas pagi yang wajib dilakukan sebelum Toko bunga mewah ini di buka.Breafing masih lima menit lagi.Sambil menunggu,beberapa pegawai sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.Ada yang berbincang-bincang,bermain ponsel atau hanya sekedar duduk menunggu breafing dimulai.
Tiba-tiba terlihat mobil mewah memasuki halaman Beauty Flowers,semua orang berdiri dari posisinya.Dari mobil mewah itu,mereka sudah tahu siapa yang datang.Pak Anton dan Bu Anisa,pemilik Beauty Flowers.Pasangan paruh baya yang belum juga memiliki keturunan diusia mereka yang bahkan seharusnya sudah bisa mempunyai menantu.
Terlihat supir membukakan pintu mobil.Pasangan paruh baya itu turun dari mobil berjalan ke arah pintu kaca Beauty Flowers.
Rudy dan beberapa karyawan lelaki lainnya membukakan pintu kaca untuk bos mereka dan menyambut dengan sopan.
"Selamat pagi,Pak..Bu.." Sapa Rudy yang berdiri didekat pintu dan diikuti dengan pegawai lain seraya membungkukkan tubuh mereka.
"Pagi semua" balas Pak Anton dan Bu Anisa dengan sangat ramah.
Selfy melangkah dengan cepat menghampiri kedua Bosnya ini.
"Selamat datang,Pak..Bu..Maaf,kami tidak punya persiapan menyambut kalian.Kami tidak tahu kalau Bapak dan Ibu akan datang" ujar Selfy dengan sopan.Pak Anton dan Anisa memang sangat jarang berkunjung ke toko mereka jika tidak ada sesuatu yang penting.Mereka sudah menyiapkan orang untuk dipercayakan sebagai penanggung jawab di setiap toko Beauty Flowers hingga ia tidak harus selalu berkunjung ke Toko mereka.
"Tidak apa-apa Selfy,kami kesini juga bukan mengenai toko.Kami kesini karena pembahasan kita kemarin lewat telefon" ujar Bu Anisa seraya tersenyum.Selfy pun hanya membalasnya tersenyum,entah apa pembahasan mereka hanya mereka yang mengetahuinya.
Selfy memberi perintah kepada semua orang agar berkumpul untuk memulai breafing.
Setelah semua orang berkumpul,Selfy mulai membuka breafing dengan mengucap salam terlebih dahulu.Setelah semua orang menjawab salam,Selfy langsung memberikan kepimpinan breafing pagi ini kepada Pak Anton selaku pemilik Beauty Flowers.
Pak Anton langsung mengambil alih.
Breafing pun dimulai,tidak banyak pembahasan Pak Anton.Lelaki bermata sipit ini hanya memberi arahan sedikit,bertanya jawab sebentar dengan para pegawai mengenai toko mereka,kemudian memberikan support kepada para karyawan agar selalu meningkatkan pelayanan terbaik mereka.
Tidak memakan waktu yang lama,hanya beberapa menit saja kemudian Pak Anton menutup breafingnya.Pak Anton,Lelaki keturunan Tionghoa tetapi dia seorang muslim karena Almarhum Papanya yang menjadi mualaf sebelum menikahi Almarhumah Mamanya yang seorang muslimah.Dia satu-satunya penerus Beauty Flowers karena merupakan anak tunggal dan sangat disayangkan karena hingga hari ini dia dan Anisa belum juga memiliki keturunan di usia mereka yang mulai menua.
Breafing selesai.Semua orang kembali dengan aktivitas mereka.Beberapa karyawan lelaki sudah membuka pintu besi yang menutup bagian depan Beauty Flowers,tampak dinding kaca dan pintu kaca sudah terlihat dari luar toko bunga ini setelah pintu besi terbuka sempurna.
"Pak,Bu,saya permisi ke dalam membuatkan kalian minuman dulu" ujar Naina kepada bosnya ini.Sejak dulu,Naina memang sudah ditunjuk oleh Selfy untuk bertugas melayani bosnya ini setiap kali mereka datang ke Beauty Flowers,itulah yang membuat Naina sangat akrab dengan Pak Anton dan Bu Anisa.
"Naina" Bu Anisa menghentikan langkah Naina.
"Tidak perlu membuatkan kami minuman,ikut kami ke ruangan.Ada yang ingin kami bicarakan denganmu" ujar Bu Anisa.
Naina sedikit terkejut bercampur rasa khawatir.
Apa Bu Anisa dan Pak Anton sudah tahu kalau dirinya berasal dari Zona X?Apa dia akan dipecat?itulah yang terlintas di benaknya saat ini.
Dengan langkah tidak nyaman,ia ikut ke dalam ruangan bosnya.Ruangan dari dinding kaca yang tidak transparan.Pak Anton sudah duduk di kursi kebesarannya,sedang Bu Anisa duduk di sofa di depan meja Pak Anton.
"Duduklah Naina" ujar Bu Anisa menepuk sofa di sampingnya.
"I-iya Bu" ucapnya dengan gugup dan duduk di samping Bu Anisa.
__ADS_1
"Kamu kok terlihat gugup?mana Maemunahku yang suka membuat kami tertawa" bahkan Bu Anisa pun sudah terbiasa memanggilnya Maemunah.
Naina sedikit tersenyum tetapi wajah takutnya tidak bisa berbohong.
"Apa kamu tahu kenapa kami ingin berbicara denganmu?kami datang ke sini hanya untuk bertemu dan membicarakan ini denganmu"Pak Anton mulai bersuara.Naina semakin gugup.
"Ti-tidak pak"jawab Naina.
Apa benar jika anda akan memecat saya?.Batinnya.
"Kami sangat kecewa karena kamu telah membohongi kami"lanjut Pak Anton dengan tegas.
Naina semakin takut dan tidak mampu berkata apapun.
Sepertinya mereka benar sudah tahu kalau saya berasal dari Zona X.
Gumamnya sudah pasrah jikapun ia memang harus dipecat.
"Jawab,kenapa membohongi kami?" Tanya Pak Anton lagi.
Naina semakin takut,tidak tahu harus menjawab apa.
"Saya tidak mengerti,Pak" tidak mampu untuk berterus terang.
"Apa benar,kamu tinggal di Zona X?" Bu Anisa langsung pada intinya,tetapi suara yang sangat lembut.
Naina tertunduk,matanya berkaca-kaca.Itulah kelemahannya,ia tidak mampu mendengar orang lain menyebut tempat nista itu di hadapannya apalagi menanyakannya.
"Sayang" Bu Anisa memegang erat tangan Naina,menunggu jawaban.
Naina hanya mengangguk,bulir bening sudah jatuh membasahi pipinya.
Bu Anisa tidak mampu melihat ini.Ia segera memeluk Naina.
Naina terkejut dengan pelukan yang ia terima,rasanya sangat hangat seperti mendapatkan kembali pelukan dari seorang Ibu kandung setelah sekian lama.
"Anakku" ucapnya memeluk Naina dan air matanya juga ikut tak terbendung.
"Kenapa kamu merahasiakan ini,kamu sudah tahu kan kalau kami sudah menganggapmu sebagai putri kami" mendengar ucapan Bu Anisa,air mata Naina semakin tak terbendung.
"Bu Anisa" Suara Naina dengan tangis yang sudah pecah.Ia tidak menyangka mendapatkan perlakuan setulus ini dari seorang wanita kelas atas,pemilik Beauty Flowers
Pak Anton berdiri dari duduknya,berjalan mendekati Naina dan istrinya.
"Naina,kenapa kamu harus membohongi kami,bahkan mengantar kami ke sebuah kontrakan yang ternyata bukan tempat tinggalmu dan waktu itu kamu juga bilang kalau Paman dan Bibimu sedang pulang kampung" Pak Anton kembali bersuara,kali ini jauh lebih lembut walau ia sangat kecewa tentang kebohongan Naina.
__ADS_1
Naina melepaskan pelukan Ibu Anisa.
"Maaf,Pak.Saya takut kehilangan pekerjaan saya.Jika saya tidak bekerja,lalu bagaimana saya menghidupi keluarga saya.Paman saya juga sangat butuh biaya untuk pengobatannya" jawab Naina.
Bu Anisa kembali memegang kedua tangan Naina.
"Sayang,setelah kami mendengar fakta ini dari Selfy,kami sudah mengambil sebuah keputusan dan kami berharap kamu menyetujuinya" Bu Anisa berbicara begitu tulus tetapi tidak dimengerti oleh Naina.
"Tinggallah bersama kami"ucapan Bu Anisa membuat Naina sangat terkejut.
"Sa-saya...?" Naina gelagapan,menunjuk dirinya.
"Iya,tinggal di rumah kami.Menemani hari-hari tua kami nanti" Bu Anisa mengulangi ucapannya dengan sangat tulus.
Naina sangat terharu mendengar permintaan Bu Anisa,betapa hidupnya akan sangat jauh lebih baik jika menerima tawaran ini tapi dilubuk hatinya juga terasa sakit,bagaimana mungkin ia meninggalkan Pamannya.
Naina menatap Ibu Anisa yang sedang menunggu jawaban.
"Saya sangat berterima kasih atas kebaikan Ibu Anisa dan Pak Anton,tapi saya masih punya banyak tanggung jawab Bu,sepertinya saya tidak bisa menerima tawaran ibu.Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya"jawabnya sangat berat,ia tidak mungkin meninggalkan Pamannya.
"Siapa?adikmu?Pamanmu?bawa mereka ikut bersamamu" tegas Pak Anton.Pasangan paruh baya ini sudah tahu tentang semua kehidupan Naina dari Kiran dan Selfy.
Naina terkejut mendengarnya,betapa Bu Anisa dan Pak Anton sangat baik kepadanya.
"Sekali lagi saya sangat berterima kasih dengan kebaikan Bapak dan Ibu,tapi Paman saya tidak akan mungkin meninggalkan rumahnya.Beliau punya anak yang sangat ia sayangi,jika bukan karena itu mungkin kami sudah lama meninggalkan Zona X"jawab Naina.
Bu Anisa dan Pak Anton saling menatap.
"Lalu bagaimana dengan dirimu,Nak?bagaimana kamu bisa bertahan di tempat neraka itu" ujar Bu Anisa.
"Ibu tidak usah khawatir,aku baik-baik saja.Aku tidak dipecat dari sini,itu sudah sangat luar biasa untuk hidupku.Saya tidak tahu lagi bagaimana mengucapkan terima kasihku kepada kalian"Ucap Naina tersenyum walau matanya masih terlihat sendu"
Ibu Anisa kembali memeluk Naina.
"Baiklah jika itu keputusanmu,tapi ingatlah satu hal kalau kamu tidak sendiri menjalani hidup ini,kami akan selalu ada untuk kamu dan jika butuh sesuatu jangan pernah sungkan untuk memintanya pada kami"Ujar Bu Anisa kemudian melepas pelukannya.
"Dan yang paling penting,kami selalu menunggu untuk kamu menerima tawaran kami"lanjut Bu Anisa lagi yang sangat berharap jika Naina ikut bersamanya.Sejak awal pertemuannya dengan Naina,dia sudah sangat menyayangi pegawainya ini.
Naina membalasnya tersenyum.
Ya Allah terima kasih atas segala nikmatmu,sungguh tidak ada yang bisa ku dustakan.Terima kasih sudah mengirimkan orang-orang baik kepadaku.
_______
Mohon untuk selalu meninggalkan jejak yah para readers🙏🥰
__ADS_1