MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Meminta Bantuan Azea


__ADS_3

Hari sudah sore.Di ruangan paling terbaik sebuah rumah sakit,Naina masih terbaring di atas tempat tidur.Tampaknya gadis ini tertidur dengan pulas,mungkin karena pengaruh obat.Kiran dan Rudi masih setia menemaninya di sana.


Terdengar suara batuk dari atas ranjang pasien itu.Kiran dan Rudi yang sedang duduk di sofa,spontan berdiri dan mendekat ke sana.


"Naina ...."


Kiran mengusap kening sahabatnya itu.


Naina membuka mata,melihat ke sekeliling.Tampak ruangan yang masih sama.


"Minumlah dulu."


Kiran memberikan gelas berisi air minum dan membantu sahabatnya itu untuk bangun.


Setelah Naina selesai meminum airnya,Kiran membaringkan lagi sahabatnya itu.


"Apa kalian tidak bekerja hari ini?" Naina mulai berbicara.


"Bagaimana mungkin kami bekerja,Maemunah.Sedangkan kamu terbaring di sini," ujar Rudy.


"Kamu tidak usah khawatir,ibu Selfy sudah memberikan izin kepada kami," sambung Kiran.


"Maaf yah,sudah merepotkan kalian.Saya juga tidak tahu mengapa saya bisa berada di sini."


"Kamu itu keterlaluan,tadi kamu memarahi tuan muda.Harusnya kamu itu berterima kasih kepadanya.Jika bukan karena dirinya yang membawamu ke sini,entah apa yang akan terjadi padamu."


Kiran selalu saja berpihak kepada Dennis.Kiran bisa merasakan ketulusan Dennis kepada sahabatnya ini.


"Jangan berbicara manis tentang dirinya.Saya bisa seperti ini karena dirinya."


Bagaimanpun juga,Naina sudah terlanjur kesal kepada Dennis.Ia benar-benar sudah muak dengan semua ini.


"Biasanya yang benci itu bisa jadi sangat cinta loh,hati-hati!" Rudy menggoda Naina.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka.


Betapa Naina sangat terkejut melihat siapa yang datang.Lelaki paruh baya yang sangat ia sayangi.Harun dari atas kursi rodanya yang didorong oleh Neta,kemudian muncul dari pintu lagi dua orang lelaki berjas,Tuan muda bersama sekretarisnya dan di susul lagi wanita cantik yang wajahnya selalu wara-wiri di layar kaca televisi,Azea Ruanna Atmajaya.


"Mbak Azea ...." Kiran tidak percaya bisa melihat secara langsung artis yang diidolakan banyak orang ini.


Sementara Naina,ia masih fokus pada pamannya.Rasa takut dan sedih berkecamuk di dalam hatinya.


"Paman ...," ucapnya dengan suara yang lemah.


Harun tampak berkaca-kaca.Seperti ada rasa penyesalan di dalam dirinya


"Anakku,maafkan Paman," ucap Harun lirih.


Naina tidak mengerti mengapa pamannya tiba-tiba meminta maaf kepadanya.Akan tetapi,disisi hatinya yang lain ia merasa sangat lega.Apa pamannya sudah tahu kebenarannya?Apa pamannya sudah tidak berpikiran negatif lagi tentang dirinya?


___


Flashback on ....


Dengan segala keyakinannya,Dennis meninggalkan rumah sakit dimana Naina sedang di rawat.Di dalam benaknya saat ini,ia akan membuktikan keseriusannya kepada Naina.Ia tidak berpikir panjang tentang apa yang akan terjadi selanjutnya,yang ia pikirkan sekarang,bagaimana Naina bisa bahagia dan bagaimana Naina bisa percaya kalau dia mencintainya.


Dalam perjalanan.


"Azea,kamu dimana?"suara Dennis yang sedang menelfon adiknya.


"Baiklah,aku ke rumahmu sekarang." Hanya itu yang terdengar dari suara Dennis.


"Maaf,Tuan muda.Kemana tujuan kita,sekarang?" tanya sekretaris Ben yang hanya mengemudikan mobil tanpa tahu arah dan tujuan mereka.Begitupun dengan Sekretaris Via yang duduk di kursi belakang.


"Antar sekretaris Via ke kantor,lalu kita ke rumah Azea," perintah Dennis yang duduk di samping kursi kemudi.

__ADS_1


"Baik,Tuan muda"


***


Setelah mengantarkan sekretaris Via,mobil Dennis tiba di rumah adiknya.


Ia masuk ke rumah adiknya dengan berjalan tergesa-gesa hingga ia tiba di ruang keluarga,dimana Azea dan para teamnya sedang berbincang-bincang mengenai konten channel mereka.


"Apa saya mengganggu?" Dennis mengejutkan semua orang.


Azea menoleh ke sumber suara


"Kakak .... "


"Apa kamu sibuk?" tanya Dennis.


"Tidak.Ayo Kak,duduklah!" Azea mengajak Dennis bergabung dengannya di ruang keluarga itu.


"Apa kita bisa bicara di dekat kolam renang saja?aku ingin bicara berdua saja denganmu," ujar Dennis.


Azea sedikit bingung dengan ucapan kakaknya ini.


"Hhhmmm ...."


Azea beranjak dari duduknya dan menuju kolam renang bersama Dennis.


Sementara sekretaris Ben tetap tinggal di ruang keluarga bersama para pegawai Azea.


"Eh,Yan-Yan ... kenapa diam saja.Apa kamu akan membiarkan mas Ben berdiri terus seperti itu."


Boby menggoda Diana dengan suara centilnya.


Diana terlihat merona.Walau kemarin ia jalan seharian bersama kekasihnya ini,tetapi melihat Ben ada di sini rasanya ia kembali berbunga-bunga.


"Eemmm ... Mas Ben,duduklah!saya ambilkan minum dulu," ucapnya malu-malu.Semua rekannya menertawainya.Sangat lucu melihat Diana jatuh cinta.


Sekretaris Ben bergabung di ruang keluarga.Sepertinya ia harus menyiapkan mental dengan segala ocehan-ocehan para pegawai Azea ini yang tak lain rekan-rekan kekasihnya.


Sementara di kolam renang.


Azea dan Dennis duduk berhadapan di kursi dekat kolam dengan meja bundar kecil di depan mereka.


"Sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin kakak bicarakan." Azea membuka pembicaraan.


"Aku ingin meminta tolong kepadamu.Bukankah kamu sudah mendukungku bersama Naina?" ujar Dennis.


"Hhhmmm"


Dennis mengatur nafas sebentar.


"Sekarang Naina sedang di rumah sakit."


"Rumah sakit?" Azea sedikit terkejut.


"Tidak usah khawatir,dia sudah lebih baik sekarang.Hanya saja,dia sedang ada masalah dan setiap masalah yang menimpanya,itu karena diriku."


"Masalah?"


"Iya,dia itu yatim piatu.Dia tinggal bersama paman dan tantenya,tapi saat ini pamannya sedang marah.Pamannya marah karena diriku,saya sering memberikan Naina sesuatu.Dan kamu tahu,karena pemberianku itu membuat pamannya berpikir negatif tentang dirinya." Dennis menjelaskan begitu rinci kepada Azea.


"Yah,aku mengerti maksud Kakak," ujar Azea.


"Jadi,apa yang bisa ku lakukan untuk membantumu?" tanya Azea.


"Temani aku menemui pamannya.Bukan aku tidak berani datang sendiri,tapi aku ingin meyakinkan keluarganya terutama pamannya kalau aku mencintai Naina dan Naina bukan wanita yang seperti mereka pikirkan.Jika aku membawamu,setidaknya tidak sulit untuk meyakinkan mereka."

__ADS_1


Dennis terus menjelaskan kepada Azea.Walau Azea adalah adiknya,tetapi tidak mudah membawa Azea keluar dari rumah yang notabenenya adiknya ini seorang artis,apalagi ke tempat seperti Zona X.


"Kamu tahu,mengapa paman dan tantenya berpikir serendah itu kepada Naina?"sambung Dennis.


Azea menggelengkan kepala.


"Karena mereka sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu,tapi kamu jangan salah paham dulu.Tidak dengan Naina,dia wanita baik-baik."


Azea tidak mengerti dengan ucapan kakaknya ini.


"Maksud Kakak?"


"Mereka tinggal di Zona X.Naina tumbuh dan besar di Zona X."


Azea diam sejenak.Ia sangat terkejut dengan kenyataan ini.


"Zona X?"


Dennis menganggukkan kepala.


Azea benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Kakaknya mencintai wanita dari tempat nista seperti itu,Zona X?.


Azea berdiri dari duduknya.Berbalik membelakangi Dennis.Satu tangannya berkacak pinggang,tangan satunya berada di bibirnya,ia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kak ...."


Berbalik lagi ke arah Dennis.


"Awalnya aku memang menyukai Naina,tapi setelah aku tahu kenyataan ini ...." Azea seperti tidak mampu melanjutkan ucapannya.Ia tidak mampu membuat Dennis sakit hati.


"Kenapa?"


Dennis berdiri dari duduknya.Mendengar ucapan Azea,tatapan Dennis sudah tidak baik kepada adiknya ini.


"Apa karena dia berasal dari Zona X?sejak kapan kamu memandang status seseorang seperti ini."


Dennis terdengar sedikit kecewa.


"Bukan begitu,Kak.Aku bukan memandang rendah statusnya,bukan membandingkan status dia dengan kita,tapi bukan berarti juga kalau dia harus berasal dari tempat seperti itu.Bagaimana Papa dan Mama akan menerima ini?belum lagi pandangan dari keluarga kita,kolega-kolega Atmajaya Group,dan hampir semua orang di negeri ini mengenal keluarga kita.Coba Kakak pikirkan lagi!"


Ucapan Azea begitu menyakitkan bagi seorang Dennis.


Dennis tersenyum sinis.


"Kamu tahu mengapa aku ke sini?karena aku berpikir kalau hanya kamu yang bisa membantuku,tetapi saya salah," ucap Dennis dengan nada sedikit bergetar.


"Maaf,jika mengganggu waktumu." Dennis berbalik dan melangkah meninggalkan Azea.


Hati Azea tiba-tiba sakit,tidak sekalipun ia pernah melihat kekecewaan dari kakaknya kepada dirinya seperti hari ini.


"Kak Dennis ...," suaranya lantang menghentikan langkah kakaknya.


Ia segera melangkah menyusul kakaknya.


"Maafkan aku.Tunggulah sebentar,aku ganti baju dulu."


Bagaimanapun juga,ia tidak tega kepada kakaknya.


Ia segera melangkah mendahului Dennis yang masih terdiam.


"Azea ...." Giliran Dennis yang menghentikan langkah adiknya.


Azea berbalik.


"Terima kasih sudah ingin membantuku."

__ADS_1


Bersambung ....


______


__ADS_2