
"Duduklah,Sekretaris Ben" ujar Dennis.
Sekretaris Ben duduk di sofa yang khusus untuk satu orang,berhadapan dengan sofa Dennis.
"Langsung saja saya mengatakannya.Saya datang kemari karena saya tidak terima jika ada orang yang berani menyakiti orang-orangku" Mendengar ucapan Azea,Kedua lelaki berjas ini saling menatap.Mereka tidak mengerti dengan maksud ucapan Azea.
"Saya tidak bermaksud untuk ikut campur,tapi apa yang menjadi masalah orang-orangku maka itu juga akan menjadi masalahku.Terlebih masalah perselingkuhan" Tegas Azea.
"Nyonya Bos" Diana memegangi tangan Azea,matanya sudah berkaca-kaca.
"Azea,tolong bicara yang jelas.Kami tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan" Dennis semakin bingung dengan ucapan adiknya ini.
"Tanyakan saja pada Sekretaris anda ini,Tuan Dennis" ujar Azea.Ia juga menuduh kalau Dennis tahu semua ini dan hanya berpura-pura saja.
Dennis menatap Sekretarisnya.
Sekretaris Ben juga tidak tahu harus menjawab apa,dia sama sekali tidak tahu apa-apa.
"Maaf,Nyonya muda.Saya benar-benar tidak mengerti ucapan Nyonya muda" Sekretaris ini berbicara dengan sedikit terbata-bata.Rasa khawatir di hatinya semakin membuncah.
"Dasar" umpat Azea pelan dan menatap ke arah lain.
"Diana,ceritakan apa yang telah kamu lihat kemarin di restoran itu!"ujar Azea bernada tegas.
Diana menatap Nyonya Bosnya yang sedang dalam amarah ini,Diana hanya menggeleng-gelengkan kepala pertanda tidak ingin berkata apa-apa.Ia kembali tertunduk,bulir bening sudah membasahi pipinya dalam diamnya.
Sekretaris Ben sangat terkejut,ini pertama kalinya ia melihat Diana menangis.Dadanya tiba-tiba ikut sesak.
"Sekretaris Ben,beri kami penjelasan.Bagaimana bisa anda berkhianat seperti ini,wanita yang bersama anda di restoran itu,Diana melihat semuanya" bentak Azea kepada Sekretaris Ben.
Sekretaris Ben dan Dennis kembali saling menatap.Sekretaris Ben sudah paham arah pembicaraan Azea.Ternyata Azea sudah tahu tentang hubungannya dengan Diana dan mereka menuduh dirinya berselingkuh.Wanita di restoran kemarin,pasti itu adalah Naina.Begitu pemikiran Sekretaris Ben.
Jadi ini yang membuat Diana seperti ini dan tidak ada kabar sejak semalam.
Dennis sendiri masih dalam kebingungan,ia tidak tahu apapun.Berkhianat?selingkuh?Diana dan Ben?apa semua ini?.
"Tunggu dulu.Tolong berikan penjelasan yang baik kepada saya" Dennis meminta semua orang menjelaskan semua ini kepadanya.
Azea tidak peduli dengan Kakaknya.
"Sekretaris Ben,kenapa anda tidak bisa menjelaskannya" serang Azea lagi kepada Sekretaris ini.
"Nyonya muda,saya rasa ada kesalahpahaman di sini.Semua itu tidak seperti dengan apa yang kalian pikirkan" Sekretaris Ben mulai berbicara.
Azea menarik ujung bibirnya,senyum tidak baik.
"Persekongkolan kalian luar biasa.Kemarin wanita itu juga tidak ingin mengakuinya" ujar Azea.
"Anda makan berdua di ruangan VIP,memberinya barang branded,jika bukan kekasih lalu apa?anda ingin mengatakan kalau itu adik anda.Saya mengenal Alika dengan baik" sambung Azea dengan segala kesalahpahamannya.
Dennis mulai mengerti.Menatap Sekretarisnya.
"Naina"spontan nama itu keluar dari mulut Dennis.Ia mengkhawatirkan Naina setelah mendengar penjelasan Azea tadi.Apa yang terjadi dengan gadisnya itu kemarin?
__ADS_1
"Jangan bilang kalau kalian melabrak Naina?" Tanya Dennis.
Azea sangat terkejut.Pikiran tentang tuduhannya semakin benar menurutnya.Ternyata Kakaknya memang sudah tahu semuanya,buktinya dia juga mengenal gadis itu.Pikirnya.
"Oh...Naina,jadi nama wanita itu adalah Naina dan Kakak juga mengenal wanita itu.Saya sudah menduganya kalau kalian semua bersekongkol" Azea semakin murka.Sementara Diana terus menangis.
"Kenapa kemarin kita tidak menghajar saja wanita itu" sambung Azea.
"Hei,apa yang kamu katakan" Dennis juga mulai merasa kesal.Bagaimana mungkin wanita yang sudah mencuri hatinya itu ingin dihajar oleh adik dan para dayang-dayang adiknya ini.
"Saya pikir kalian itu wanita yang cerdas,bagaimana mungkin kalian bisa menuduh tanpa mencari tahu kebenarannya dulu"sambungnya angkat bicara.
"Oh..jadi Kak Dennis lebih membela wanita itu" Azea semakin kesal.
"Para lelaki memang sama saja" sambungnya lagi.
"Aku tidak menyangka kamu memberikan tuduhan serendah ini kepada kami" balas Dennis.Dua saudara ini terus berdebat.
"Ok,jika para lelaki sama saja.Semoga Rangga tidak mendengar ini" Sambung Dennis seolah mengembalikan ucapan adiknya itu.
Azea terkejut mendengarnya.
Mas Rangga?
Mas Rangga berselingkuh?
Mulai berpikir macam-macam bahkan menghubungkan dengan suaminya.
Azea tidak ingin membayangkan itu.
Boby menepuk keningnya.
Sang Asisten ini tidak habis pikir dengan sikap Nyonya Bosnya yang selalu lucu sejak dulu bahkan dalam keadaan genting seperti ini.
"Kalian berdua sangat keterlaluan sudah menyakiti Diana seperti ini"lanjut Azea lagi
Dennis menarik nafas dan menghembuskannya kasar.Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan ini kepada adiknya dan juga Diana,bahkan ia masih shock setelah mengetahui tentang hubungan Sekretarisnya dengan Asisten adiknya.
Sementara Sekretaris Ben menatap kekasihnya.Hati lelaki dingin ini ikut sakit melihat wanita yang ia sayangi menangis seperti ini.Rasanya ingin bermohon di kaki Diana agar ia bisa mengerti dan tidak salah paham seperti ini.
"Diana,kita bisa membicarakan ini baik-baik.Percayalah,ini tidak seperti yang kamu lihat" ujar Sekretaris Ben membujuk kekasihnya.
Sayang,jangan seperti ini.Batinnya
Diana tidak menjawab apa-apa bahkan tidak pernah menatap Sekretaris Ben sedikitpun.
"Jika wanita itu bukan kekasih anda,lalu siapa wanita itu?" Tanya Azea lagi dengan nada yang masih tinggi.
"Wanita itu..." Sekretaris Ben tidak bisa melanjutkan ucapannya.Ia menatap Tuan mudanya.Bagaimana mungkin dia akan mengatakan yang sebenarnya.
"Lihatlah,anda tidak bisa menjelaskannya" Azea semakin kesal.Sementara Diana terus saja menangis,hatinya sangat sakit terlebih Sekretaris Ben tidak bisa menjelaskan siapa wanita itu.
"Nyonya Bos,ayo kita pergi dari sini.Saya tidak tahan lagi" Diana berdiri dan langsung berlari ke arah pintu.
__ADS_1
"Diana..." Azea ikut berdiri dan mengikuti Diana.
"Yan-Yan..." Boby juga menyusul.
Sekretaris Ben berdiri dari duduknya.Hendak mengejar kekasihnya.
"Sekretaris Ben" Dennis menghentikan langkah Sekretarisnya itu.
"Maaf,Tuan muda.Saya harus menjelaskan ini kepadanya" ujar Sekretaris Ben.
"Bagaimana kamu akan menjelaskannya.Kamu ingin mengatakan semuanya?" Tanya Dennis.
"Saya akan memberi alasan lain,Tuan muda" ujar Sekretaris Ben dengan segala kegundahannya.
"Tidak usah mengejar mereka,kamu ingin menjadi tontonan para karyawan" mendengar ucapan Bosnya,Sekretaris Ben mengurungkan niatnya.
"Kamu tidak usah khawatir,kita akan menyelesaikan masalah ini hari ini juga"sambung Dennis.
"Duduklah,aku juga ingin menginterogasimu" perintah Dennis.
Sekretaris Ben duduk kembali di sofa.
"Katakan,kapan kalian menjadi pasangan kekasih seperti ini?" Tanya Dennis.
"Maafkan saya Tuan muda,saya tidak bermaksud merahasiakannya" jawab Sekretaris Ben terbata-bata.
"Bukan itu jawaban dari pertanyaan saya,Sekretaris Ben.Kapan anda memulai hubungan ini?"Dennis mengulangi pertanyaannya.
"Sejak di Maladewa,Tuan muda"
"Hhhmm..kurang lebih enam bulan yang lalu" ujar Dennis pelan.
"Keterlaluan,bagaimana mungkin anda menyembunyikan rahasia sebesar ini kepadaku?" Dennis benar-benar kecewa.
"Apa kamu tahu,aku juga akan bahagia jika kamu bahagia,Sekretaris Ben" lanjutnya lagi.
"Iya,Tuan muda.Maafkan saya" hanya itu yang Sekretaris Ben bisa katakan.
Dennis diam sejenak.
"Lalu bagaimana kekacauan ini bisa terjadi?Apa kemarin anda meninggalkan Naina sendirian?" Tanya Dennis yang sangat khawatir dengan gadis pujaannya itu.
"Maafkan saya Tuan muda,saya tidak bermaksud meninggalkannya tapi dia yang meminta itu.Dia tahu kalau saya ada tugas penting dari Tuan besar,dia bermaksud ingin meringankan pekerjaanku.Kami berpisah pun dalam keadaan baik,saya tidak tahu kalau ternyata setelah saya pergi..." Sekretaris Ben tidak mampu melanjutkan ucapannya.
"Berarti setelah anda pergi,Azea dan Diana melabrak Naina.Astaga..." Dennis mengusap kepalanya dengan kedua tangannya.Tidak bisa membayangkan bagaimana Naina menghadapi Azea dan Diana kemarin.
"Bagaimana mungkin anda bisa selalai ini,Sekretaris Ben"
"Maafkan saya,Tuan muda"
"Ya sudah,kembali ke ruanganmu.Selesaikan pekerjaan hari ini dan sore nanti kita akan menjemput Naina dan menyelesaikan kesalahpahaman ini" Perintah Dennis.Ia sudah sudah tahu apa yang harus ia lakukan.
_________
__ADS_1
Tetap tinggalkan jejaknya kalian yah para readers untuk kemajuan cerita ini.
Terima kasih