MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Drama Cuci Piring


__ADS_3

Gadis berhanduk ini mengatur nafasnya kembali,memegang dadanya dengan kedua tangannya,memang berdebar.Ia tersenyum,senyum yang mengembang dengan sendirinya.


Berbalik,kemudian mencari baju untuk ia kenakan.Ada begitu banyak pakaian yang sudah tersusun rapi dari dalam lemari.Sedikit membingungkan,semua pakaian rumahan ini modelnya hampir sama semua.Hanya berupa dress,ada yang terbuka dan ada yang sedikit tertutup.Benar-benar tidak ada baju lain selain dress yang bisa ia kenakan.


Dengan terpaksa ia mengambil satu dress itu,pastinya memilih yang dadanya lebih tertutup.Setelah memakai,ia merapikan rambut kemudian keluar.


Langsung menuju meja makan dimana suaminya sudah duduk di sana,lelaki yang sedang fokus pada ponsel di tangannya.


Dennis merasakan tapakan kaki mendekatinya,ia menoleh.Terdiam sejenak karena terperangah,ia benar-benar menikahi wanita yang begitu cantik.Dress yang membalut tubuh istrinya itu semakin mengeluarkan aura kecantikan yang luar biasa.


"Hei,Sayang.Kemarilah!"Ia segera meletakkan ponselnya kemudian berdiri dan menarik kursi untuk istrinya.


"Mas,aku ingin bilang kalau aku tidak terbiasa berpenampilan seperti ini."ia menatap dress cantik nan elegan yang melekat pada tubuhnya.


"Apa tidak ada baju rumahan lain selain model seperti ini?"Dirinya yang selama ini hanya menggunakan baju kaos ketika berada di dalam rumah,rasanya sangat aneh dengan penampilannya sekarang.


Dennis hanya menyeringai.


"Bukankah kamu calon designer?kamu pasti tahu kalau itu fashion kalangan mana.Dan sekarang kamu sudah berada di fase itu,jadi mulailah membiasakan diri."


Mendengar itu,Naina berjalan menghentak-hentakkan kakinya kemudian mendekati kursi yang sudah disiapkan oleh Dennis untuknya.


"Asal Mas tahu yah,karena aku paham dengan fashion makanya aku protes.Dan tidak semua wanita dari kalangan yang Mas Dennis maksud menggunakan pakaian seperti ini ketika berada di dalam rumah.Bahkan banyak diantara mereka yang senang berpakaian santai,hanya baju kaos atau baju set yang nyaman."Ia tidak sadar mengomel begitu panjang.


Dennis terkekeh kemudian memulai ritual makan malamnya,mengambil piring dan juga mengambilkan untuk istrinya.


"Ayo,makanlah!agar kamu bisa berfikir jernih dan tidak marah lagi.Rasanya tidak lucu,hari pertama menikah sudah kena marah istri,"lirihnya di kalimat terakhirnya.


Naina baru menyadari setiap ucapannya tadi,mengomel tidak jelas.


Ia segera meraih sendok nasi kemudian menyajikan ke piring suaminya untuk menghilangkan rasa canggungnya setelah menyadari sikapnya beberapa detik yang lalu.


"Besok,kamu bisa protes kepada sekretaris Ben.Dia yang menyiapkan semua itu,"lanjut Dennis yang sudah memulai menyantap makanannya.


"Sudah ku duga."Tanpa diberi tahu,Naina sudah tahu siapa yang melakukan semua ini.


"Tapi sebelumnya,berpikirlah untuk melakukan itu.Aku saja tidak berani protes dengan hasil kerjanya,"sambung Dennis seperti terdengar sedang menakuti.

__ADS_1


Wajah Naina seketika seperti kesal.


"Dia memang sekretaris penguasa bumi."


***


Makan malam berdua saja di apartemen ini sudah selesai.Naina segera berdiri kemudian membereskan semuanya.


"Apa yang kamu lakukan?"tanya Dennis yang melihat Naina mulai mengangkat piring kotor hendak menuju dapur.


"Membersihkannya,Mas.Memangnya meja makan ini akan bersih dengan sendirinya?tidak mungkin kan."Naina tidak peduli dan terus membereskan meja makan itu,bolak-balik dapur kemudian mengelap meja itu hingga bersih.


"Tidak,tidak.Aku menikahimu bukan untuk melakukan semua ini."


Naina hanya geleng-geleng kepala.Dia berpikir kalau suaminya sudah kelewatan.Ia tetap tidak peduli kemudian masuk ke dalam dapur dan menuju wastafel untuk mencuci piring kotor mereka tadi.Dennis tidak tinggal diam,ia menyusul istrinya yang belum keluar juga dari dapur.Betapa terkejutnya tuan muda ini melihat wanita yang sudah ia jadikan ratu di istananya sedang memegang spon yang sudah berisikan busa sabun.Tangan indah yang selama ini ia lihat,sekarang sedang berputar-putar pada piring kotor.


"Hei,apa yang kamu lakukan?"Suaranya sedikit lantang.


Naina hanya diam,menjawab pun tak ada gunanya.Sudah tahu cuci piring,kenapa masih bertanya.Pikirnya.


Dennis menarik spon yang berisikan busa itu.


"Apa sih,Mas."Naina yang santai saja dengan pekerjaan seperti ini merasa kesal dengan suaminya yang benar-benar sudah kelewatan menurutnya.


"Lalu,jika bukan aku.Siapa yang akan mengerjakannya?Mas Dennis?."Naina kemudian tertawa,tidak bisa membayangkan ucapannya tadi.Seorang Dennis Atmajaya akan mencuci piring.


Naina kembali menarik spon cuci piring itu kemudian melanjutkan cucian piringnya yang hanya sedikit saja.Andai Dennis tahu,dulu dirinya bahkan mencuci piring hingga menggunung karena piring kotor di rumahnya hanya ditumpuk sampai ia pulang bekerja lalu membereskannya.Tak ada satupun orang rumahnya yang bisa mengambil pekerjaan rumah selain dirinya.


"Saya katakan,sudahi pekerjaan itu!"Dennis bersikeras tidak membiarkan Naina mencuci piring.


"Besok pagi sudah ada ART yang sering mengurus apartemen ini,mulai besok dia akan tinggal di sini,"sambung Dennis lagi.


Naina hanya terdiam.


"Mengapa dia keras kepala begini?"lirih Dennis yang kehabisan kata-kata lagi untuk mengehentikan Naina dari pekerjaan yang tidak masuk akal ini menurutnya.


Spontan ia meraih spon cuci piring itu.

__ADS_1


"Minggirlah!aku yang akan melakukannya."Dennis sudah berada di posisi Naina sekarang.Sang konglomerat ini benar-benar akan mencuci piring.


Betapa Naina sangat terkejut.


"Apa-apaan kamu,Mas?"


"Bersihkan tanganmu dan keluarlah.Ini pertama dan terakhir aku melihatmu melakukan pekerjaan seperti ini,"lanjut Dennis.


Sebegitu keterlaluannya cara tuan muda ini mencintai istrinya.Rasanya Naina ingin marah tapi juga seperti menggelitik.


Dennis menatap spon di tangannya,sebenarnya ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya.Jangankan melakukan pekerjaan ini,bahkan membayangkannya saja tidak pernah.Adiknya Azea saja yang seorang perempuan tidak pernah sekalipun ia melihatnya melakukan hal seperti ini.


Dennis tidak peduli,spon yang penuh busa ini sudah berada dalam genggamannya.Ia mengambil satu piring kotor kemudian melanjutkan pekerjaan istrinya.Seperti cara Naina melakukannya tadi.


Naina terkekeh,tidak bisa menahan tawa kecilnya.Rasa menggelitik di hatinya lebih besar daripada ia harus marah.


"Oh Tuhan,bagaimana jika negeri ini tahu kalau tuan muda yang begitu terkenal ini sedang mencuci piring.Aku tidak percaya kalau aku dinikahi oleh lelaki yang begitu menggemaskan."Naina terus saja terkekeh.


Dennis menatap istrinya yang terus saja terkekeh kemudian tampak juga senyum dari bibirnya.Ia menyadari kalau dirinya saat ini memang terlihat lucu.


"Apa kamu sedang mengejekku,Nyonya Maemunah?"


Naina berhenti dari tawanya kemudian menoleh.


"Tidak,Sayang.Mana berani aku melakukan itu kepadamu,"goda Naina yang kembali diiringi tawa kecilnya lagi.


"Baiklah,kalau begitu kita akan melakukannya bersama,"sambungnya kemudian membilas piring yang sudah diberikan sabun oleh Dennis.


Dennis terdiam sejenak,fokus pada satu kata yang Naina ucapkan barusan.Entah istrinya ini sadar atau tidak telah memanggilnya dengan sebutan sayang.


Dennis kembali melanjutkan pekerjaannya dengan senyum yang kembali mengembang di bibirnya.


"Apa besok aku harus menceritakan ini kepada sekretaris Ben?"Naina kembali mengeluarkan godaannya.


Kali ini Dennis tertawa mendengarnya.


"Keterlaluan."Mencolekkan busa bersih ke pipi istrinya.Garis busa yang begitu panjang menutupi sebagian pipi Naina.Gadis ini tidak tinggal diam,ia memberikan balasan yang sama hingga tampak juga garis busa pada wajah mulus suaminya.Mereka kemudian tertawa bersama,menertawai kekanak-kanakan yang mereka lakukan.

__ADS_1


Hal yang begitu sederhana namun membuat mereka sangat bahagia,seperti lupa kalau pernikahan mereka belum sepenuhnya sempurna tanpa adanya sebuah restu.


__ADS_2