
Pagi kembali memancarkan sinarnya.Seorang lelaki tampan bertubuh atletis dengan setelan jas yang rapi sudah siap berangkat ke kantor,menjadi Sekretaris pribadi seorang Dennis Atmajaya merupakan pekerjaan sangat luar biasa.Tidak mudah untuk menduduki posisi itu.
Sayang sekali,pagi ini tampak sangat berbeda.Ia merasa sangat tidak nyaman,sudah beberapa bulan ini ia merasakan kebahagiaan menyambut pagi dengan perhatian seorang gadis yang sangat ia sayangi tetapi pagi ini ia tidak mendapatkan hal itu.Sejak semalam Sekretaris ini menghubungi kekasihnya tetapi ponsel kekasihnya itu tidak pernah aktif,puluhan pesan yang ia kirim pun tidak mendapatkan balasan hingga pagi ini.
Rasa gusar menyelimuti dirinya,Apa yang terjadi dengan kekasihnya itu?tidak biasanya ponsel kekasihnya itu tidak aktif hingga selama ini.Bingung juga ingin menghubungi siapa,sebab tidak ada seorang pun yang tahu akan hubungan mereka.Sekretaris Ben sengaja merahasiakan ini karena ia merasa tidak enak dengan Tuan mudanya,bagaimana mungkin ia memberi tahu Tuan mudanya itu kalau dirinya sudah memiliki kekasih dan sedang merasakan indahnya cinta sementara Tuan mudanya ini masih memiliki luka setelah dikhianati oleh kekasihnya,rasanya waktunya belum tepat.Ia menunggu sampai Dennis kembali mengenal cinta atau bahkan Tuan mudanya itu telah menikah,barulah ia akan membawa hubungannya juga ke jenjang yang lebih serius.Ia sudah berjanji dengan dirinya.
Walau sudah rapi,ia masih duduk di sudut tempat tidur empuknya menunggu kabar dari kekasihnya itu.
Diana,kamu dimana?kenapa kamu tidak bisa dihubungi.
Di tengah bimbangnya,tiba-tiba pintu kamarnya diketuk seseorang.
"Kak Ben,ini sudah jam berapa?kami menunggumu sejak tadi di meja makan"terdengar suara gadis yang berteriak dari luar pintu.Gadis berumur 20 tahun,satu-satunya saudara yang dimiliki Tuan Sekretaris ini.
"Iya,Alika.Saya segera turun" jawabnya dan segera berdiri.Mengambil jam tangan dan kunci mobilnya.
Sekretaris ini membuka pintu.Menuruni tangga dan langsung menuju meja makan dimana orang tua dan adiknya sudah duduk di sana.
"Ini sudah jam berapa,Nak?Mama pikir kamu tidak akan ke kantor" tegur Fida.Wanita paruh baya yang merupakan Mama Sekretaris Ben.
Sekretaris Ben tidak menjawab.Ia langsung meneguk susu putih yang tersedia di meja makan hingga menyisakan setengah gelas dan meletakannya kembali dan tanpa duduk terlebih dahulu.Keluarganya menatapnya dengan heran.
"Hei,duduklah dulu.Tidak sopan minum seperti itu" tegur Mamanya lagi.
"Saya buru-buru,Mah" ucapnya dengan mengelap mulutnya menggunakan tissu.
"Sarapan dulu,Ben" ujar Papanya.
"Di kantor saja,Pah.Saya buru-buru.Assalamualaikum" Sekretaris ini segera keluar meninggalkan meja makan tanpa mendengar jawaban salam dari keluarganya.
"Ada apa dengan anak itu?" Mamanya merasa ada yang tidak beres dengan putranya.
"Bukankah dia memang selalu sibuk,Mah" ucap Alika yang tahu kalau kakaknya itu adalah pria yang hanya memikirkan pekerjaan saja.
"Tapi,dia tidak pernah tidak sarapan seperti itu" wanita paruh baya ini tetap merasa ada yang aneh dengan putranya.
"Makanya Mama dan Papa itu carikan saja dia calon istri agar hidupnya lebih berwarna sedikit,tidak hanya memikirkan pekerjaan saja" ujar Alika lagi.
__ADS_1
"Kami sudah pernah membahas itu dengannya tapi dia tidak menggubris ucapan kami.Mama juga kadang kesal dengan kakakmu itu,Mama itu malu tiap kali Mama arisan pasti pembahasan teman-teman Mama itu hanya cucu-cucu mereka.Mama bisa apa?bahkan menantu saja tidak punya" ujar Fida.
Sekretaris Ben merahasiakan hubungannya dengan Diana bahkan keluarganya pun tidak mengetahui itu.
***
Pukul 09.00 pagi.
Kantor Atmajaya Group.Mobil mewah berwarna putih dengan ukuran yang besar berhenti di depan lobby gedung Atmajaya Group.
"Nyonya Bos,Apa sebaiknya kita pulang saja"Diana merasa ingin mengurungkan niatnya untuk menemui Ben,ia tidak ingin melihat wajah lelaki pengkhianat itu.Seperti itu pikirnya.
"Tidak bisa.Masalah ini harus diselesaikan.Sekretaris Ben harus diberi pelajaran" ujar Azea kesal.
"Benar,Nyonya Bos" sambung Boby yang duduk di kursi belakang.
Azea turun dari mobil setelah Pak Dadang sang supir pribadi membukakan pintu mobil untuknya.
Disusul kedua Asistennya yang juga ikut turun dari mobil.Walau sangat berat,Diana tetap turun dari mobil atas perintah Azea.
"Selamat pagi,Nyonya muda" ucap kedua Security.
"Pagi,kami ingin ke ruangan Pak Dennis.Apa dia ada di ruangannya?" Tanya Azea.
"Iya,Nyonya muda.Mari kami antar" ucap Security dengan sopan.
"Tidak perlu,saya tahu ruangannya"
"Baik,Nyonya muda".
Azea dan kedua Asistennya berjalan ke dalam menuju lift khusus.Mereka melewati beberapa karyawan yang sedang bekerja di meja mereka masing-masing di lantai bawah ini.Sama seperti kedua Security tadi,para karyawan ini juga sangat terkejut melihat siapa yang datang.
"Selemat pagi,Nyonya muda" sapa beberapa karyawan yang berdiri dari duduknya dan disusul karyawan lain yang baru melihat kedatangan sang putri Tuan Atmajaya.
"Pagi" balas Azea ramah.
Mereka tiba di depan lift,Boby menekan tombol ke atas.Pintu lift terbuka.
__ADS_1
***
Mereka sampai di lantai tertinggi gedung ini.Mengetuk pintu dan pintu ruangan terbuka dengan sendirinya.
Azea dan kedua Asistennya memasuki ruangan sang Direktur.Dennis yang terlihat sibuk dengan berkas di hadapannya segera berdiri setelah melihat siapa yang datang.
"Hei,Ibu Komandan.Sungguh suatu kehormatan bagi diriku yang kedatangan istri Komandan polisi ke kantorku" ujar Dennis menggoda adiknya.Azea tidak menampakkan wajah yang baik.
Dennis berjalan mendekati adiknya.
"Silahkan duduk" Mempersilahkan Azea den kedua Asisten Azea untuk duduk.
"Ada apa adik kesayanganku ini berkunjung kemari?dan mengapa tidak memberi tahuku terlebih dahulu"
Azea dan kedua Asistennya duduk ke sofa.
Azea melihat ke sekeliling,hanya ada kakaknya seorang diri di ruangan ini.Tidak tampak batang hidung Tuan Sekretaris itu.
"Saya tidak ingin berbasa-basi.Kami ke sini karena ingin bertemu dengan Sekretaris Ben" ujar Azea dengan nada tegas.
Dennis sampai mengernyitkan alis.
"Wow,sepertinya sangat serius" Dennis yang tidak tahu apa-apa masih terus menggoda adiknya.
"Baik,saya akan menelfonnya" Dennis berjalan ke mejanya,menekan sambungan telefon yang terhubung ke ruangan Sekretaris Ben.
"Sekretaris Ben,ke ruanganku sekarang!ada tamu penting yang mencarimu" begitu yang terdengar dari mulut Dennis.
Tidak menunggu waktu lama,Sekretaris Ben sudah membuka pintu ruangan Tuannya.Betapa terkejutnya Tuan Sekretaris ini melihat siapa yang sedang duduk di sofa tamu,di ruangan Tuannya.
"Nyonya muda" membungkukkan sedikit tubuh atletisnya sejenak kemudian menatap wanita yang duduk di samping Azea,wanita yang sejak semalam membuatnya gelisah karena tidak ada kabar.Wanita ini hanya duduk terdiam dengan wajah seperti sangat kesal dan sama sekali tidak menatapnya.
Firasat Ben semakin tidak baik,belum lagi tatapan Nyonya muda di hadapannya ini sudah seperti ingin menerkamnya.
_______
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah para readers.Jangan pelit kasih like,koment dan vote.hehe Terima kasih🙏🥰
__ADS_1