MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Zona X Bukan Diriku


__ADS_3

Perjalanan yang begitu hening bagi pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan ini.Hanya pemandangan cahaya kerlap kerlip lampu kota menghiasi jalan seakan seperti sang penguasa malam yang menemani perjalanan mereka.


Wanita cantik yang duduk di samping kemudi,tepatnya di samping suaminya hanya bisa merenung manatap kaca jendela pintu mobil di dekatnya.Memperhatikan hiruk-pikuk pemandangan malam kota dengan pikiran melanglang buana kemana-mana.Ia masih tidak percaya jika sudah menjadi seorang istri.Istri dari seorang konglomerat negeri ini.Tapi kebahagiaan tidak sepenuhnya berteman dengan dirinya.


Pernikahan yang seharusnya membuat semua orang sangat bahagia,namun berbeda dengan dirinya.Bagaimana tidak,ia menikah dalam waktu yang begitu cepat,tidak terpikir olehnya bahkan sedetikpun sebelum ini benar-benar terjadi.Malangnya,pernikahan ini tidak di hadiri oleh orang tua dari lelaki yang meminangnya.Jika ia memikirkannya begitu dalam,ia bahagia karena ia tahu akan cinta suaminya yang begitu kuat hingga berani mengambil keputusan ini,tetapi ia juga sangat sedih karena tidak mendapatkan restu.Ia belum mendengar langsung dari mulut mertuanya jika ia tidak mendapatkan restu tetapi pernikahan yang tidak di ketahui oleh mereka sudah menjawab semuanya.


Tidak berapa lama,mobil sport yang ia kendarai bersama suaminya sampai ke depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi.Terlihat dua orang security segera membuka gerbang besi berwarna cokelat itu yang tampak seperti gerbang pertahanan.Baru gerbangnya saja sudah semewah ini,bagaimana dengan bangunan yang berada di balik gerbang ini.


Seperti biasa,Dennis menurunkan kaca mobilnya.Pria yang sangat ramah kepada semua orang yang bekerja padanya rasanya tidak nyaman jika tidak menyapa atau hanya memberikan senyumannya.


"Selamat malam,Tu ...." Kedua security yang menundukkan kepala seraya menyapa terlebih dahulu tiba-tiba menggantung ucapan mereka.


Mereka terkejut dan seketika melongo melihat seseorang dari balik kaca sebelah kiri di hadapan mereka.Seorang wanita dengan kebaya putih,riasan make up layaknya seorang pengantin.


Dennis membunyikan klakson,tersenyum sebentar kemudian mobil yang ia kendarai masuk ke dalam halaman rumah.


"Tu-Tuan muda." Seorang security melanjutkan kembali kalimatnya yang menggantung tadi.Kemudian menatap rekannya yang dibalas dengan tatapan sama,penuh dengan keterkejutan dan tanda tanya.


Mobil ini benar-benar sudah parkir di halaman rumah.Dari dalam mobil,Naina menatap rumah mewah yang berada di hadapannya.Rumah yang sangat besar dengan interior berwarna gold yang membuat rumah ini layaknya seperti istana di negeri dongeng,sungguh sangat megah.Akan tetapi,seketika hati Naina sangat takut,debaran dadanya terasa amat kencang.


"Mas ... A-aku tidak berani masuk," ucapnya spontan.


Dennis belum membalas ucapannya,tiba-tiba terlihat dua orang lelaki yang berseragam seperti supir berlari mendekat ke arah mobil.


Dari mobil yang kaca pintunya sudah terbuka,betapa terkejutnya dua orang lelaki ini sama seperti dua orang security yang menjaga gerbang.Wanita berkebaya putih ini kembali mengejutkan semua orang.


Salah satu dari mereka langsung memutari mobil dan membuka pintu mobil untuk tuan mudanya.


"Selamat malam,Tuan muda," sapanya seraya menundukkan kepala.


"Malam,Mang Asep," balas Dennis yang sudah turun dari mobil.


Lelaki satunya lagi hendak membukakan pintu untuk wanita yang masih duduk di atas mobil.


"Pak Marno,biar saya," ucap Dennis pada lelaki paruh baya yang sudah lama bekerja di rumahnya sebagai supir.


"Iya,Tuan muda." Pak Marno segera mundur dengan kepala tertunduk.


Dennis ke arah Naina,membukakan pintu mobil untuk wanita yang sudah menjadi istrinya ini.


"Ayo,sayang," ucapnya dengan mengulurkan tangan.

__ADS_1


Ucapan yang baru saja dilontarkan tuan muda ini sontak membuat semua orang terkejut termasuk Naina.Walau panggilan sayang sudah terlontar begitu saja,Naina masih tetap dengan perasaan cemasnya.


"Hhhmmm." Dennis kembali mengajaknya dengan anggukan kepala.Tidak ada pilihan,Naina segera membalas uluran tangan itu dan turun dari mobil.Dennis membantu memegang gaun yang sedikit menjuntai ke lantai halaman rumah.


"Tidak usah,Mas.Saya bisa sendiri." Naina meraih gaun di belakangnya itu kemudian memegangnya sendiri agar tidak menjuntai ke bawah.Wanita dengan bibir tipis bening ini menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya,rasanya ia akan menuju medang perang bahkan lebih dari itu.


Dennis menggenggam tangannya agar wanitanya ini tidak terlalu gugup,tangan dingin yang ia pegang sudah menjawab tentang bagaimana perasaan Naina saat ini.Pasangan ini perlahan berjalan ke arah teras rumah.


"Pak Marno,apa itu kekasih Tuan muda?sungguh sangat cantik," bisik Asep.


Pak Marno tersenyum mendengarnya.


"Saya sangat mengenal Tuan muda.Dia lelaki yang pantang menyentuh wanita ataupun memanggil dengan sebutan seperti tadi.Sepertinya wanita itu lebih dari seorang kekasih."Pak Marno seperti sudah bisa merasakan apa yang telah terjadi.


Tiba di depan pintu rumah yang sudah terbuka.Tiga orang bibi berdiri di depan pintu.


"Selamat malam,Tuan muda."Para Bibi ini terlihat begitu gugup.Seperti sudah tahu semuanya dan sudah tahu apa yang akan terjadi.


Dennis melangkah dengan tangan yang terus menggenggam tangan istrinya.Baru satu langkah ia memasuki rumah,langkahnya tiba-tiba terhenti melihat dua sosok orang tua yang berdiri tidak jauh di hadapannya.Rita dan Atmajaya sepertinya sudah tahu semuanya bahkan sebelum Dennis datang.Entah darimana Atmajaya mengetahuinya.


"Mama ... Papa."


"Dennis Atmajaya,Anda sudah membuktikan kehebatan Anda,"ujar Rita dengan nada bergetar.


"Kamu beruntung karena tidak menemuiku di Rumah Sakit.Saya sudah terlalu kuat untuk kamu sakiti," lanjut Rita lagi.


Naina yang masih berdiri di belakang Dennis tampak semakin takut.Dugaannya tidak salah,ia akan mendapatkan sambutan yang menyakitkan.Ia hanya bisa tertunduk,tidak berani menatap kedua orang yang sudah menjadi mertuanya.


"Mah,Pah.Maafkan saya,saya tidak bermaksud melakukan ini tanpa sepengetahuan kalian tetapi ...." Ucapan Dennis menggantung karena langsung dipotong oleh Rita.


"Cukup!" bentak Rita.


"Apapun alasanmu,kamu sudah sangat menyakiti Mama.Mama tidak percaya kalau kamu akan nekat melakukan ini,Dennis." Suara Rita semakin meninggi dengan nada yang begitu bergetar,bulir bening sudah terjatuh dari ujung matanya.


Rita terlihat memegang dadanya,menarik nafas kemudian mengusap air matanya.Ia melangkah mendekati Dennis,tepatnya mendekati Naina.


Mendengar langkah kaki mendekatinya,Naina memberanikan diri mengangkat kepala.Menatap wanita yang sudah berada di hadapannya.


Sementara Rita,ia terdiam sejenak.Menatap dalam Naina,namun matanya tetap terlihat penuh amarah.Dennis terus menggenggam kuat tangan istrinya.


Rita terus menatap Naina,wanita yang sangat cantik dengan balutan kebaya putih.

__ADS_1


"Kamu sudah berhasil menggunakan kecantikanmu untuk mendapatkan lelaki seperti Dennis Atmajaya.Wanita Zona X yang sangat hebat." Ucapan Rita begitu penuh hina.


"Mama ...." Nada Dennis begitu tinggi,spontan keluar begitu saja.


Rita terkejut mendengarnya,nada suara yang sudah seperti bentakan.


"Dennis,jaga sikapmu!" dari arah depan,terdengar bentakan yang lebih keras dari Atmajaya.


"Lihatlah,Pah.Putra kebanggaan Papa,sekarang sudah berani meninggikan suaranya hanya karena wanita dari tempat kotor yang ia bawa." Rita tidak bisa menahan untuk tidak melampiaskan semuanya kepada Naina.


"Mah ...." Kali ini Dennis sudah menurunkan suaranya.Mencoba memberikan pembelaan kepada Naina.


"Mas ...." Naina menggelengkan kepala kepada Dennis pertanda melarang Dennis berbicara,apalagi untuk menentang orang tuanya hanya karena dirinya.


"Saya memang tumbuh dan di besarkan dari tempat nista,tetapi saya bukan wanita rendahan yang seperti Nyonya pikirkan.Zona X memang tempat tinggalku,tetapi Zona X bukan diriku.Dan mengenai pernikahan ini,saya tidak merasa bahagia telah dinikahi oleh seorang Dennis Atmajaya." Entah apa yang membuat Naina berani mengeluarkan suara.Sepertinya gadis ini tidak mampu mendengar jika Zona X selalu dihubungkan dengan dirinya.Semua orang termasuk Dennis terkejut mendengar keberanian Naina menjawab.


"Saya hanya wanita biasa,saya juga memimpikan pernikahan yang membuat saya bahagia.Entah saya dinikahi oleh Dennis Atmajaya atau bukan,saya tetap tidak akan bahagia jika tidak mendapat restu dari orang tua lelaki yang menjadi suamiku.Saya juga ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang mertua seperti wanita lain di luar sana.Putra Anda menikahiku dengan caranya,dengan segala kekuatan yang ia miliki tanpa aku tahu kalau pernikahan seperti ini yang ia berikan," lanjut Naina lirih namun terdengar tegas.


Rita terdiam sejenak.


"Saya tidak menyangka kalau kamu memberanikan diri mengeluarkan suara.Apa ini yang membuat Dennis sangat mencintaimu." Rita kembali menampakkan senyum kecutnya kemudian melangkah ke dalam hendak meninggalkan Dennis dan Naina.


Tiba-tiba Dennis menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan lutut sebagai tumpuan.


"Mah ... Pah," lirih Dennis memanggil kedua orang tuanya.


Rita menoleh,betapa terkejutnya ia melihat putranya sudah bersimpuh dengan kepala tertunduk.


"Aku sangat mencintainya,aku hanya akan bahagia jika bersamanya.Tolong berikan restu kalian!" Dennis memohon untuk mendapatkan restu itu.


Sementara Naina,bulir bening yang sejak tadi ia tahan akhirnya terjatuh membasahi pipinya.Ia tidak menyangka sebesar ini perjuangan suaminya demi dirinya.


Rita tidak peduli.Ia melanjutkan langkahnya.


Atmajaya masih berdiri pada posisinya dengan kedua tangan yang ia masukkan ke saku celana.


"Kamu Papa didik menjadi pria tegas dan berani dalam mengambil keputusan hingga para pebisnis manapun sangat segan kepadamu,dan hari ini kamu membuktikan didikan Papa lagi.Kamu sangat berani mengambil keputusanmu sendiri untuk pendampingmu.Kamu sudah membuktikan kalau didikan papa telah berhasil." Hanya itu yang Atmajaya ucapkan kemudian menoleh dan meninggalkan tempat itu.Terdengar tidak marah,tapi juga tidak baik.


Baru dua langkah Atmajaya berjalan.Lelaki penuh wibawa ini menghentikan langkahnya kemudian berbalik dan pandangannya ke arah Naina.


"Dampingi putraku dengan baik!"Itu saja yg Atmajaya katakan.Kalimat yang ditujukan kepada Naina itu seakan memberikan celah walau hanya sedikit.Atmajaya yang dipikirkan Naina akan memarahinya habis-habisan ternyata memberikan kalimat yang sedikit penuh harapan.

__ADS_1


__ADS_2