MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Berduka


__ADS_3

Pukul 09.00 pagi.


Naina menyuap sarapannya yang diberikan oleh dua pengawal yang sedang berjaga di luar.Selain diberi tugas untuk menjaga Naina,kedua pengawal ini juga ditugaskan untuk memberikan pelayanan kepada Naina termasuk memperhatikan waktu makan Naina.Dennis tahu kalau gadis ini tidak akan memperhatikan dirinya dalam kondisi seperti ini.Sebenarnya ini sudah lewat waktu sarapan,tetapi gadis ini tidak berselera untuk makan.Tetapi kedua pengawal terus memantaunya,akhirnya ia menyuap makanannya dalam keadaan terpaksa.


Naina menyuap makanannya dengan mata yang hanya fokus menatap pamannya,ia merasa makanan ini tiada rasa karena pikirannya yang tidak sejalan dengan hatinya yang sedang dalam kesedihan.Bagaimana tidak?ia terus memikirkan ucapan para perawat yang memeriksa pamannya tadi,dimana para perawat itu mengatakan kalau kondisi Harun semakin menurun.


Sementara ia mengunyah makanannya tiba-tiba terlihat pergerakan dari Harun,tetapi pergerakan yang tidak biasanya.Harun terlihat seperti sesak menarik nafas.Sejurus Naina berdiri dan langsung berteriak.


"Suster ... Dokter ...."


Pintu terbuka.Salah satu pengawal yang berjaga di depan seketika sudah berada di dalam ruangan tersebut.


"Ada apa,Nona?"tanyanya.


"Tolong panggilkan dokter atau perawat?"teriak Naina yang sudah berada di dekat pamannya.Gadis ini terlihat sangat panik.


Sang pengawal melirik sejenak ke arah Harun,kondisi yang sangat mencemaskan yang ia tangkap.Segera ia keluar meninggalkan ruangan.


Tidak menunggu waktu lama,beberapa perawat dengan seragam khasnya berwarna putih,langsung masuk ke dalam ruangan dimana Naina sudah terlihat sangat panik.


Naina bergeser sedikit,beberapa perawat langsung memeriksa kondisi Harun,Naina hanya memperhatikan dengan seksama.Tiba-tiba wajah para tim medis ini terlihat tidak baik.


Naina kembali mendekat.


"Ada apa dengan paman saya,Suster?"tanya Naina sangat khawatir.


"Kondisi pasien sangat menurun,Nona,"jawab salah satu perawat.


"Segera hubungi dokter!"perintah salah satu perawat yang memeriksa Harun kepada rekannya.

__ADS_1


Naina terlihat semakin panik mendengar ucapan tim medis ini.


Sementara Harun,kondisinya benar semakin menurun dalam waktu seketika ini.Nafas seperti tersengal dan tidak sadarkan diri lagi.


"Paman ...."Naina terlihat semakin sangat cemas dan panik.


"Maaf,Nona.Mundurlah dulu!berikan kami ruang,"ucap salah satu perawat yang hendak membantu rekannya memeriksa Harun.Sementara  perawat lain terlihat sudah mengambil tindakan darurat.Salah satu dari mereka menekan bagian dada Harun menggunakan kedua tangan.Tindakan seperti ini sering Naina lihat di TV,seperti tindakan yang mengartikan kalah pamannya sudah berada di kondisi yang sangat tidak baik.


Tiba-tiba datang seorang perawat lagi dengan membawa benda seperti alat yang digunakan untuk merapikan pakaian.Perawat itu memberikan kepada rekannya alat medis tersebut.Langsung saja alat yang menyerupai setrikaan itu diletakkan ke bagian dada Harun,benar-benar seperti adegan-adegan di TV yang sering Naina lihat.Sang perawat menekan dada Harun menggunakan kedua benda yang ada ditangannya kemudian menarik ke atas benda tersebut yang dimana tubuh Harun ikut tertarik ke atas,itu terus terjadi berulang-ulang.


Naina sudah berlinang air mata,walau ia sangat awam dengan apa yang sedang dilakukan para tim medis ini tetapi firasatnya sudah tidak baik mengenai kondisi pamannya.


Dan tiba-tiba saja perawat yang sedang berjuang menolong Harun,berhenti dari aktivitasnya.Naina terkejut melihat ini,ia mengusap air matanya kemudian menatap para tim medis dihadapannya yang dimana para tim medis ini juga saling menatap.Naina terdiam menunggu jawaban dari diamnya para tim medis ini yang hanya berbalas pandang.


"Innalillahiwainnailaihirojiun." Itu yang Naina dengar dari mulut salah seorang perawat yang menangani pamannya.


Para perawat menatap Naina dengan tatapan sendu penuh duka.


"Maafkan kami,Nona.Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Allah berkehendak lain.Kami tidak bisa menolong pasien,"ucap salah seorang perawat kepadanya.


Mendengar itu,seketika tubuh Naina bergetar.Rasanya langit akan runtuh mengenai dirinya.Tatapannya seperti kosong gelap,dirinya tidak berdaya dalam waktu sekejap.


Naina menarik nafas dalam kemudian menatap para perawat di hadapannya.


"Tolong ... Tolong lakukan sekali lagi,"ucapnya lirih yang seperti tidak sadarkan diri,berjalan memengangi para perawat secara bergilir untuk meminta tolong.


"Kenapa kalian hanya diam?tolong selamatkan paman saya!"suaranya kali ini terdengar lantang hingga membuat dua orang pengawal yang berjaga di luar,masuk ke dalam ruangan.


"Maaf,Nona.Tolong kendalikan diri Anda.Ini memang berat,tetapi Anda harus menerima kenyataan ini.Pasien sudah tiada dan kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi,"ujar seorang perawat mencoba memberikannya pengertian.

__ADS_1


Seketika tubuh Naina lemas dan terjatuh ke dada pamannya,menangis dan mendekap tubuh yang sudah terbujur kaku itu.


"Paman ... mengapa paman meninggalkanku."Isak tangis sudah pecah pada diri gadis ini.


"Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain paman.Bangunlah paman!jangan meninggalkanku seperti ini!"


Suara gadis ini semakin menyayat hati,tangisnya semakin tidak terbendung lagi,air matanya mengalir deras membasahi tubuh Harun.


Seorang pengawal terlihat menelfon seseorang.


"Tuan muda tidak mengangkat telefonnya,"ucap pengawal tersebut kepada rekannya.


"Hubungi Tuan Ben!"ucap pengawal satunya.


Beberapa detik kemudian.


"Sama saja,tidak ada jawaban."


Dalam keadaan genting seperti ini,entah kenapa tuan muda dan sekretarisnya itu tidak mengangkat telefon.


"Hubungi kantornya!"perintah pengawal satunya lagi.


Tidak berapa lama kemudian,terlihat pengawal yang memegang ponsel di telinganya seperti sedang berbicara dan seketika menutup kembali telefonnya.


"Tuan muda dan Tuan Ben sedang ada meeting penting dan tidak bisa diganggu.Meeting mereka akan selesai siang nanti,"ucap pengawal yang baru saja menelfon,memberitahu kabar itu kepada rekannya.


Kedua pengawal ini langsung bertindak.Mereka berjalan mendekati perawat dan membisikkan sesuatu.Entah apa yang mereka perintahkan,tetapi pastinya mereka akan melakukan sesuatu yang akan membantu segala keperluan Naina.


Sementara Naina masih terus memeluk pamannya dengan kepala yang ia sandarkan pada dada pamannya.Suara Isak tangis terus terdengar dari gadis malang ini

__ADS_1


__ADS_2