
Waktu terus bergerak hingga menunjukkan pukul 3 pagi.Dennis membuka mata,menoleh ke arah wanita yang berada di sampingnya.Namun,betapa terkejutnya ia karena tidak melihat sosok yang sangat dicintainya itu.Ia bangun dari tidur kemudian menekan sedikit ujung hidungnya untuk mengatur kesadarannya.
Dari cahaya remang-remang kamar,pandangannya menelusuri ruangan yang begitu luas ini.Tidak menunggu lama,tepat di hadapannya di depan tempat tidur ia melihat sosok yang ia cari.Wanita yang tidur dengan dress ini sedang terlelap di atas sofa dengan bantal sofa mengganjal kepalanya.Tidur dengan melipat lutut hingga ke perut seperti orang kedinginan.Dress yang hanya selutut itu terangkat ke atas hingga kulit putih mulus bagian atas lutut terlihat jelas.
Astaga,mengapa ia tidur di sana?
Dengan cepat lelaki berpostur atletis ini turun dari ranjang dan menghampiri gadisnya.Sesampainya di sana,ia rasanya tidak tega membangunkan Naina dalam keadaan pulas begini tetapi lebih tidak tega lagi jika membiarkan wanita yang disayanginya ini tidur di sofa bahkan tanpa menggunakan selimut.Ia menurunkan ujung dress istrinya hingga menutup sampai ke bawah lutut.
Tanpa berpikir panjang,pelan-pelan ia mengangkat Naina dan memindahkannya ke tempat tidur kemudian menyelimuti tubuh langsing ini.
Gadis ini tertidur begitu pulas tanpa ia sadar kalau dirinya sudah dipindahkan ke tempat tidur.Dennis hanya tersenyum menatap wajah cantik yang sedang terlelap di hadapannya.
"Saya tahu kalau kamu tidak nyaman,"lirihnya sembari tersenyum.Ia paham mengapa Naina pindah ke sofa.Wanita yang dinikahinya ini memang tidak terbiasa bersama dengan seorang lelaki,ia sangat bersyukur dengan pilihannya.Ia tahu kalau ia tidak salah menjadikan Naina sebagai istrinya.
Meninggalkan gadisnya yang sedang melanjutkan tidur pulsanya,Dennis masuk ke kamar mandi.Hal yang jarang terlewatkan baginya adalah bersujud di sepertiga malam.Ia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah karena air wudhu,segera ia memakai pakaian shalatnya dan menggelar sajadah.Lantunan ayat suci begitu merdu terdengar menghiasi malam di kamar apartemen lantai paling atas ini.
Naina menggeliat,ia merasa mendengar orang yang sedang mengaji atau apa.Pelan-pelan ia membuka mata.Tepat di hadapannya ia melihat sosok lelaki yang sudah menjadi suaminya sedang bersujud kemudian bangkit lagi dan lantunan ayat suci yang begitu merdu terdengar kembali setelah gema takbir.
Ia tersenyum dalam keadaan masih terbaring.Beruntung sekali dirinya dinikahi lelaki sesempurna ini.Seraya menikmati lantunan indah suaminya,ia menyadari dirinya tidak lagi berada di sofa.
Tidak berapa lama,Dennis menoleh mengucap salam sebagai penutup shalatnya.Naina tidak peduli lagi dengan dirinya yang sudah dipindahkan ke tempat tidur,ia kembali fokus pada lelaki mengagumkan di hadapannya.
__ADS_1
Dennis terlihat menengadahkan tangan ke atas,walau tidak terdengar ia meminta apa kepada sang pemilik kehidupan tetapi sangat terasa kalau tuan muda ini sangat khusyuk dalam memanjatkan doanya.Entah apa yang ia pinta,hanya dirinya dan sang maha pengabul doa yang tahu.Naina hanya memperhatikan dari balik punggung kekar itu.
Naina mengubah posisinya menjadi duduk bersandar dengan bantal di pangkuannya.Sementara Dennis,ia telah selesai melakukan shalat sunnahnya.Ia melepas pakaian shalatnya kemudian meletakkan kembali pada tempatnya.Ia berbalik hendak kembali ke tempat tidur tetapi ia begitu terkejut melihat sosok wanita yang sedang duduk bersandar ke tempat tidur.Entah sudah berapa lama istrinya ini terbangun.
"Sayang,kamu terbangun.Apa suaraku mengganggu tidurmu?"tanyanya seraya menghampiri ke tempat tidur.
Naina tidak menjawab,ia segera meraih tangan suaminya dan membawa ke keningnya.Rasanya tidak ingin melewatkan tangan suci yang baru saja melakukan sujud.Dennis tersenyum dengan perlakuan istrinya.
"Bagaimana bisa suara merdu seperti itu mengganggu tidurku.Itu sangat menyejukkan,Mas,"tuturnya menjawab pertanyaan suaminya.
Mendengar itu,spontan Dennis memberikan ciumannya tepat pada kening yang ditumbuhi rambut-rambut halus.Seketika itu juga dada Naina kembali berdebar lagi.Ciuman pertama yang ia terima setelah sah menjadi seorang istri.
Dalam diamnya,Naina ikut membaringkan tubuhnya kemudian menarik selimutnya.
"Apa Mas Dennis yang memindahkanku ke tempat tidur?"Ia tidak langsung memejamkan mata melainkan memberikan pertanyaan.
"Hhmmm."
"Mengapa tidur di sofa?Apa kamu tidak nyaman bersebelahan denganku?"balas Dennis bertanya.
"Bu-bukan begitu,Mas.Aku hanya tidak terbiasa sekamar dengan lelaki apalagi satu tempat tidur seperti ini,"jawabnya gugup karena merasa malu sendiri.
__ADS_1
Dugaan Dennis benar adanya.Istrinya berpindah tempat karena tidak pernah dalam situasi seperti ini.
"Mengapa gadis sebaik dirimu bisa tinggal di tempat seperti itu.Rasanya aku ingin protes pada Tuhan dengan takdir yang mencoreng kebaikan hatimu,meruntuhkan kesucian dirimu."
Spontan Dennis menarik tangan istrinya dan membawa ke atas perutnya.Harusnya Naina semakin berdebar dengan tangannya yang sudah berada di atas perut yang berbentuk roti itu,tetapi ia lebih terharu dengan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh suaminya.
"Kemarilah!"Dennis menepuk dadanya pertanda ingin memberikan tempat di sana.Naina terkejut mendengarnya.
"Tapi ...."Gadis ini merasa ragu atau mungkin malu,entahlah.
"Hhmmm ...."Dennis mengangguk pertanda menyuruhnya lagi.
Akhirnya pelan-pelan ia mendekat dan langsung saja Dennis membawanya ke atas dadanya tanpa memberi kesempatan bagi Naina berpikir lama.Apa yang Naina rasakan,ia mengira kalau mungkin jantungnya akan copot karena berdebar tapi ternyata tidak.Seketika ia merasakan kenyamanan di hatinya,membaringkan kepalanya di atas dada bidang suaminya sungguh begitu membuatnya merasa hangat.Sangat berbanding terbalik dengan rasa gelisahnya sebelum ia memasuki tidur lelapnya tadi.
"Terima kasih sudah menjaga diri dengan baik,"lirih Dennis seraya mencium kepala istrinya.Hati tuan muda ini begitu tersentuh dengan pribadi wanita tangguh yang sedang dalam dekapannya.Wanita yang begitu hebat bisa menjaga kehormatan diri dalam lingkungan yang begitu menggoda iman.Sangat sulit melakukan itu,sungguh wanita yang dinikahinya ini begitu sangat berharga,bak menemukan berlian dalam sebuah lumpur kekelaman.
"Terima kasih sudah membawaku keluar dari sana,"balas Naina begitu lirih tanpa terasa setetes bulir bening sudah terjatuh membasahi baju suaminya dan tangannya bergerak tanpa dituntun memeluk tubuh tempat ia menidurkan kepalanya.Untuk pertama kalinya ia merasakan kenyamanan seperti ini,dekapan yang sungguh begitu hangat dan tulus.
Dennis membalasnya dengan kecupan lagi ke kapala gadis yang begitu sangat berharga baginya dan terus mengusap rambut yang begitu lembut menjuntai pada lengannya.
Tidurlah,Sayang.Akan ku pastikan kamu selalu mendapatkan kebahagiaan
__ADS_1