MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Ben dan Diana?


__ADS_3

Sekretaris Ben sudah tiba di restoran bersama Naina setelah menjemput gadis ini di Beauty Flowers.


Mereka masuk ke ruangan VIP dan duduk di kursi yang begitu empuk.


"Mas Aben,kenapa kita hanya berdua?kemana Tuan muda?" Tanya Naina.


"Tuan muda masih ada urusan,sebentar lagi dia datang" jawab Sekretaris Ben.


"Oiya,ini untuk anda" Menyerahkan paper bag kepada Naina.


Naina hanya menatap,tidak langsung mengambil paper bag itu.


"Ini dari Tuan muda,jika anda tidak menerimanya maka hutang anda akan bertambah.Ingat,jangan mengecewakan Tuan muda dengan menolak pemberiannya" penuturan Sekretaris Ben membuat Naina terkejut.


Sekretaris Ben menyodorkan lagi paper bag itu.Dengan perasaan ragu dan ribuan pertanyaan,Naina melihat ke dalam isi paper bag tersebut.Sebuah kotak dos yang entah isinya apa.


"Bukalah!" perintah Sekretaris Ben.


"Tapi..." Naina sangat ragu.


Sekretaris Ben hanya menatap pertanda tidak ingin dibantah.


Naina mengeluarkan kotak itu.Betapa terkejutnya ia membaca tulisan dengan merk branded di kotak itu,Ia membukanya.Sebuah sepatu hitam dari merk ternama.Walau ia orang tidak punya,tetapi ia merupakan mahasiswi jurusan tata busana,jelas dia tahu merk ini.


"Tuan Sekretaris,sepertinya anda dan Tuan anda sedang bercanda"Memasukkan kembali sepatu itu ke dalam kotaknya.


"Coba dulu di kaki anda,Nona" ujar Sekretaris Ben.


"Tidak,tidak perlu mencobanya.Saya tidak pantas menerima ini" Naina menyodorkan kembali paper bag itu.


"Baiklah,saya akan menelfon Tuan muda dan memastikan anda akan dipersulit dengan hutang anda" ancam Sekretaris Ben dengan mengeluarkan ponselnya.


"Tunggu,Tuan Sekretaris.Saya benar-benar tidak mengerti.Kalian akan mempersulit hutang saya tetapi kalian terus saja memberiku sesuatu yang bahkan jika ku hitung jumlahnya sudah melebihi dari hutangku,apa yang sebenarnya sedang kalian rencanakan?" Naina sudah mulai merasa ada yang tidak beres dengan semua ini.


"Mengapa anda terlalu banyak protes"


Tegas Sekretaris Ben.


"Yah,karena saya merasa semua ini salah.Mana ada orang yang mempunyai hutang diperlakukan seperti ini pada orang yang ia tempati bersangkutan dengan hutangnya" tegas Naina kembali.


Sekretaris Ben bingung ingin menjawab apa.


Karena Tuanku mencintaimu,Nona.


"Bagaimana jika ku katakan kalau anda adalah wanita yang spesial?" Sekretaris Ben seperti tidak mampu berdebat dan serasa ingin mengatakan yang sebenarnya saja.


"Ha'..?" Naina kurang mengerti.


"Sudahlah,saya tidak ingin berdebat.Tolong terima saja setiap pemberian Tuan muda.Jangan mempersulit pekerjaanku,Nona" Mendengar ucapan Sekretaris Ben,Naina terdiam sejenak.


"Apa anda akan dipecat jika saya menolak?" Naina mulai menurunkan nadanya.


"Bahkan lebih dari itu"balas Sekretaris Ben.


Sebenarnya tidak seperti itu juga,tapi bagaimana anda akan luluh jika saya tidak berbohong sedikit.


Naina terdiam,dengan hati yang sangat terpaksa akhirnya ia menerima sepatu bermerk branded ini.


Hanya ku terima dan tidak akan memakainya,mereka juga tidak akan tahu.Gumamnya 


"Jangan berpikir kalau anda tidak akan memakainya karena kami akan tahu"ucapan Sekretaris Ben membuat Naina terkejut.


Astaga,ilmu jiwa Tuan Sekretaris ini.Dia tahu isi hatiku.

__ADS_1


"Ia Mas Aben,saya pasti memakainya" tersenyum dengan terpaksa.


Makanan mereka sudah datang dibawa oleh dua orang pelayan.Kedua pelayan ini meletakkan makanan dan minuman ke meja.Tiba-tiba insiden kecil terjadi,entah bagaimana satu minuman itu tertumpah dan mengenai jam tangan branded milik Tuan sekretaris ini.


"Tuan,Maafkan saya Tuan..Maafkan saya" kedua pelayan ini terlihat panik dan segera mengambil tissue.


Naina dengan sigap meraih tissue itu dan mengelap jam tangan mahal milik Tuan Sekretaris ini.


Sementara dalam waktu yang bersamaan,Azea sang artis papan atas beserta kedua Asisten dan para teamnya juga memasuki restoran ini.Mereka berjalan melewati ruangan VIP tempat Sekretaris Ben dan Naina berada.Diana sang Asisten,berhenti sejenak.Walau hanya melihat punggung dari balik kaca,sepertinya ia sangat mengenali punggung dengan setelan jas itu.Seorang wanita yang sedang mengelap jam tangan pemilik punggung itu.


"Hei,Yan-Yan...Apa yang kamu lakukan di situ?" Boby yang juga merupakan Asisten Azea,menegur sahabatnya itu.


"Iya..." Diana terkejut dan melanjutkan langkahnya.Ruangan mereka tepat di sebelah ruangan Sekretaris Ben yang juga merupakan ruangan VIP.


"Nyonya Bos,saya ke toilet sebentar" ujar Diana kepada Azea.


***


Sementara di ruangan Sekretaris Ben,ia sedang makan bersama Naina.Naina begitu menikmati makanannya.Jika orang asing yang melihat maka mereka akan berpikir kalau Tuan Sekretaris ini sedang bersama dengan kekasihnya.Jelas saja,seorang lelaki dan wanita berada di dalam ruangan VIP seperti ini.


Tiba-tiba ponsel Sekretaris Ben berbunyi.


Melihat ponselnya,nama Tuan besar sedang memanggil.


"Halo,Tuan Besar" Sekretaris Ben mengangkat telefonnya.


"Baik Tuan Besar,saya ke sana sekarang" hanya itu yang Naina dengar.


Sepertinya ada perintah yang sangat penting untuk Tuan Sekretaris ini.


Sekretaris Ben mengirimkan pesan kepada Tuan mudanya.


^^^"Maaf,Tuan muda.Saya mendapat perintah dari Tuan besar untuk kembali ke kantor.Ada berkas penting dari salah satu kolega kita yang tertinggal di ruangan meeting tadi"^^^


Ponselnya berbunyi pertanda pesan masuk.Ternyata balasan dari Dennis.


^^^"Tunggulah sampai Naina menghabiskan makanannya terlebih dahulu,lalu antar dia pulang dan sampaikan salamku kepadanya karena sepertinya saya tidak bisa ke sana"^^^


balasan pesan dari Dennis.


"Maaf,Nona.Sepertinya saya ada pekerjaan penting dan saya ingin mengatakan kalau Tuan muda juga tidak bisa datang dan dia meminta maaf akan itu" ujar Sekretaris Ben.


Rasanya Naina ingin tertawa.Bagaimana mungkin Tuan muda itu meminta maaf hanya karena ia tidak bisa datang,baginya ini sangat lucu.Memangnya siapa dirinya.Akan tetapi, membahagiakan juga dengan ketidak hadiran Tuan Muda itu karena ia tidak perlu berurusan dengan Tuan muda itu hari ini.


"Jadi,kita akan pergi sekarang?"Tanya Naina.


"Tidak usah khawatir,silahkan habiskan makanannya lalu saya mengantar anda terlebih dahulu"ujar Sekretaris Ben yang membuat Naina merasa tidak enak,sepenting apa dirinya dibanding pekerjaan Tuan Sekretaris ini hingga harus diperlakukan spesial seperti ini.


"Mas Aben tidak usah khawatir,tidak perlu mengantarku.Itu hanya akan membuang waktu anda,saya bisa kembali menggunakan ojek atau taxi online" balas Naina.


Sekretaris Ben berpikir sejenak.Mengingat perintah Tuan Atmajaya yang juga begitu penting.


"Mas Aben tidak perlu berpikir panjang,saya juga tidak akan memberi tahu Tuan muda kalau anda tidak mengantarku.Anggap saja saya membantu meringankan pekerjaan anda,bukankah kita sudah berteman?" ujar Naina begitu tulus.


"Terima kasih,Nona" ujar Sekretaris Ben kemudian mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Kalau begitu,ini ongkos untuk anda pulang.Gunakan taxi online,jangan naik ojek" sambung Sekretaris Ben tersenyum.Sepertinya mereka sudah mulai berteman,bahkan Tuan Sekretaris ini sudah mulai terbiasa dengan panggilan barunya.


"Astaga Mas Aben,anda pikir saya tidak punya uang" menolak uang pemberian dari Sekretaris Ben.


"Tolong,jangan menolaknya.Anggap saja permintaan maaf saya karena tidak bisa mengantar anda pulang" ujarnya kemudian berdiri.


Naina benar-benar tidak menyangka,dua orang lelaki hebat meminta maaf kepadanya hari ini sementara mereka sama sekali tidak bersalah.

__ADS_1


"Tapi,anda belum menghabiskan makanannya" ujar Naina.


"Tidak apa-apa.Permisi,Nona" Sekretaris Ben segera berlalu.


Seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan dari balik kaca walau tidak mendengar pembicaraan Tuan Sekretaris ini bersama wanita itu tetapi rasa cemburu sudah menyelimuti dirinya,rasanya ingin melabrak Naina saat itu juga.Sekretaris Ben mendekati pintu kaca ruangan VIP itu,wanita yang sejak tadi memantau dari luar segera pergi dari sana,duduk di kursi umum dan menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan buku daftar menu di hadapannya.


Dari dalam ruangan VIP.


Astaga,dia bahkan tidak menghabiskan makanannya.


Gumam Naina yang menatap makanan di hadapannya dan juga ada paper bag di sana.


Ya ampun,saya belum berterima kasih.


Gumamnya lagi.


Sementara Sekretaris Ben sudah membuka pintu kaca ruangan VIP dan keluar.


Naina mengambil paper bag itu dan berlari ke depan ruangan VIP.


"Mas Aben" panggilnya.


Sekretaris Ben barbalik.


"Terima kasih" ujar Naina tersenyum seraya mengangkat paper bag itu.


"Sekretaris Ben hanya mengangguk dan membalasnya dengan tersenyum juga.


Betapa remuk hati Diana,wanita yang sejak tadi memantau ini merasa sangat kesal,marah,cemburu,semua bercampur aduk.


Mas Aben?bahkan saya tidak tahu nama itu.Kamu benar-benar keterlaluan,Mas.


Gumam Diana yang sudah meneteskan air mata.


Diana berbalik ke arah ruangan VIP di belakangnya,melihat Naina berjalan hendak masuk kembali ke ruangan VIP itu dengan menenteng paper bag bermerk branded.Hati Diana semakin remuk,melihat pemberian Ben kepada wanita ini.Menatap keluar ke arah mobil Ben yang sudah pergi.


Tega kamu,Mas.


***


Di ruangan VIP tempat Azea dan rombongannya.


"Eh,Diana ke toilet kok lama sekali" Azea menanyakan asistennya itu.


"Iya yah" Boby juga ikut berpikir.


"Coba deh Nces,kamu cek dulu" lanjut Azea yang khawatir akan Asistennya yang satu itu.


"Ya ampun Nyonya Bos,begini-begini saya masih tetap lelaki.Mana mungkin saya ke toilet wanita" ujar Boby yang membuat semua orang tertawa.


Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar.Azea dan rombongannya sangat terkejut.


"Apa itu?" ujar Azea.


Boby berlari ke pintu ruangan mereka.Betapa terkejutnya ia melihat Diana sedang melabrak seorang wanita,beberapa pelayan sudah memegangi Diana.


"Ya ampun...Nyonya Bos.Yan-Yan..." Teriak Boby.


Azea segera memakai maskernya agar tak ada yang mengenali sang artis papan atas ini.Ia dan para teamnya segera menyusul Boby keluar.


_________


Jangan lupa jejaknya yah para Readers.

__ADS_1


Like,koment dan vote.Terima kasih.


__ADS_2