
"Apa kamu masih belum percaya kalau aku mencintaimu?"
Dalam keheningan mereka berdua,Dennis mencoba berbicara serius kepada Naina.
Naina tidak menjawab.Hanya memainkan kedua jari telunjuknya di atas pangkuannya.Untuk pertama kalinya ia segugup ini menghadapi lelaki.Dari sekian banyak lelaki yang menyatakan cinta kepadanya,rasanya Dennis begitu berbeda.Rasa debaran yang pernah ia rasakan waktu pertama kali Dennis menyatakan itu,kembali lagi ia rasakan.
"Naina ...."
Suara Dennis masih tidak membuat Naina menoleh.
"Maemunah ...."
Dennis kembali memanggilnya dengan sedikit tersenyum.
Entah kenapa di bibir Naina juga terlihat senyum walau tertahan.
"Mengapa Tuan muda juga ikut-ikutan memanggilku dengan sebutan seperti itu," ucap Naina malu-malu.
"Karena aku sangat menyukai nama itu sejak pertama kali aku mendengarnya dan nama itu juga yang membuatku jatuh cinta pada pertemuan pertama," goda Dennis yang membuat Naina terlihat merona.
Neta,cepatlah kembali ....
Naina tampak sangat gelisah.Belum lagi,tatapan Dennis yang begitu dalam kepadanya.Sesekali ia terlihat seperti mengatur nafasnya.Wanita mana yang tidak terlihat grogi jika ditatap lelaki tampan seperti ini.
"Kamu semakin cantik jika terlihat malu seperti ini." Terus saja menggoda Naina.Jika Naina bisa langsung sembuh karena godaan seperti ini maka ia akan sembuh detik ini juga.
"Katakan,apa kamu menerimaku?" tanya Dennis lagi yang benar-benar menunggu jawaban.
"Tu-Tuan muda,mengapa harus aku?" Naina memberanikan diri bertanya tentang perasaan Dennis yang memilih dirinya untuk dicintai,sedangkan ada banyak wanita berkelas di luar sana yang bisa tuan muda ini dapatkan.
Dennis melipat kedua tangannya di atas ranjang Naina.
"Karena kamu yang paling istimewa,hatiku sudah terlanjur kamu curi." Setiap kalimat tuan muda ini sungguh membuat Naina semakin grogi.
"Memangnya Tuan muda tidak mempunyai kekasih?"tanya Naina dengan suara terdengar terpaksa karena grogi.
"Jika punya kekasih,mengapa aku meminta kamu menjadi kekasihku.Apa aku terlihat seperti lelaki fuckboy?astaga ... kamu sangat keterlaluan,Maemunah."
Ucapan Dennis membuat Naina mulai menyunggingkan senyum tipisnya.
Dennis menarik nafasnya panjang kemudian mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan.
"Apa arti senyuman itu?" tanya Dennis seperti menggoda.Ditambah senyumannya yang membuat Naina semakin tersipu.Entah pesona tuan muda ini memang luar biasa atau karena pengakuan perasaannya sehingga Naina tampak semakin merona.
"Apa itu sebuah jawaban 'iya' ...." Dennis sudah bisa merasakan perasaan Naina saat ini.Sepertinya sudah mendapatkan angin segar akan pertanyaannya.
__ADS_1
Naina semakin gugup,berjuang keras berperang dengan perasaannya.Setelah mengatur nafas,ia diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Tuan muda,Apa Anda sudah mempertimbangkan ini?ma-maksud saya ... Bagaimana dengan keluarga Anda?"
Naina tahu siapa dirinya.Antara dia dan Dennis sungguh perbedaannya sangat jauh,berjarak seperti langit dan bumi.Hal terberat bagi dirinya membalas cinta tuan muda ini,bukan karena ia tidak punya rasa yang sama seperti Dennis,wanita mana yang tidak akan membalas cinta lelaki baik seperti ini,tetapi ia merasa kalau dia tidak pantas untuk masuk ke keluarga Atmajaya.
Dennis menyeringai mendengar ucapan Naina.
"Aku datang ke rumahmu bersama Azea.Jika dia tidak menyukaimu,maka dia tidak akan menginjakkan kaki ke Zona X.Apa kamu pikir,Azea itu bukan keluargaku?dia saudaraku satu-satunya," ujar Dennis.
"Lalu,bagaimana dengan orang tua Anda?keluarga besar Anda?" sambung Naina.
Dennis tersenyum.Sepertinya Naina sudah menerimanya hanya saja ragu karena sebuah status.
"Aku menunggu kamu mengatakan kalau kamu sudah menerimaku dan setelah itu akan ku kenalkan kamu kepada mereka."
Dennis benar-benar serius dengan ucapannya,itu yang Naina tangkap.
"Jika mereka tidak menyukaiku?" tanya Naina lagi.
"Akan ku pastikan mereka menyukaimu," tegas Dennis.
Untuk pertama kalinya Naina merasakan ketulusan seperti ini.Walau ia masih diam tetapi di lubuk hatinya ia bahagia,ia terharu.
"Katakan,kamu sudah menjadi kekasihku,bukan?" tanya Dennis lagi dengan tatapan penuh harap.
"Emmm ... emm ... " Baru saja Naina ingin menjawab,tiba-tiba pintu ruangan terbuka.
Neta datang di waktu yang tidak tepat.
Dennis spontan menyandarkan tubuhnya ke belakang.Menarik nafas panjang,nafas sang tuan muda yang sedikit terlihat tidak baik,baru saja ia akan mendapatkan jawaban tapi sepupu Naina ini masuk dengan tiba-tiba.
Neta melihat dua insan yang seperti terkejut,tetapi wajah tuan muda tidak begitu baik.
"Apa saya datang di waktu yang salah?" tanya Neta yang masih berdiri di depan pintu.
"Tidak,masuklah!" ucap Dennis.
Ada senyum yang terpancar di wajah Naina.Rasanya ingin menertawai tuan muda ini,ia tahu persis perasaan Dennis sekarang.
***
Sudah masuk Maghrib.Dennis bersiap untuk shalat,ia lebih memilih shalat di dalam ruangan Naina.Ruangan pasien ini tidak lebih dari sebuah kamar mewah.
"Apa Tuan muda akan shalat di sini?" tanya Naina.
__ADS_1
"Iya,kalian mau ikut berjamaah?" tanya Dennis kepada Naina dan Neta.
Naina dan Neta saling menatap.
"Tapi,saya hanya membawa satu mukena," jawab Neta.
"Atau,Kak Naina saja yang duluan," sambung Neta.
"Kamu saja,Kakak tidak shalat.Tadi pagi,Kakak kedatangan tamu," ujar Naina kepada Neta.Naina berucap santai,ia tidak menyadari akan ucapannya.
"Tamu?" Spontan Dennis terkejut.
"Tamu macam apa yang menyuruhmu meninggalkan shalat?shalat itu wajib,tidak ada alasan untuk tidak melakukannya," sambung Dennis yang tidak mengerti apa-apa.
Naina dan Neta kembali saling menatap.Naina merasa malu sendiri,ia tidak tahu bagaimana menjelaskan ini.
Sementara Neta sudah tidak bisa menahan tawanya.
"Maksud Kak Naina ... dia sedang datang bulan,Tuan muda."
Neta terus saja tertawa.
"Neta ...."
Wajah Naina sudah seperti kepiting rebus karena malu.Entah kenapa Dennis malah salah tingkah sendiri setelah paham mengapa Naina tidak bisa shalat.
"Ya sudah,Neta mau ikut shalat?" tanya Dennis.
Neta mengangguk kemudian menuju kamar mandi mengambil wudhu.
Tidak lama kemudian,Neta keluar setelah wudhu.Mendekat ke nakas di samping Naina untuk mengambil mukenanya di dalam tas pakaian kecil yang ia bawa.
"Kak Naina,aku sangat beruntung bisa berjamaah dengan tuan muda.Aku pinjam kakak ipar dulu yah," goda Neta berbisik kepada Naina.
Naina hanya tertawa kecil.
"Cepatlah sana!tuan muda sudah menunggumu," ujar Naina.
Neta mendekat ke arah Dennis,mengambil posisi shalat di belakang Dennis.Tidak berapa lama,suasana menjadi hening.Mulai terdengar suara sang tuan muda memimpin shalat dengan lantunan ayat suci Al-Qur'annya.
Naina terkesima,suara lantunan yang begitu merdu.Ia tidak menyangka lantunan ayat suci tuan konglomerat ini terdengar begitu merdunya.Ia seperti ikut larut di setiap ayat-ayat dari suara indah ini.
Apa benar,orang ini yang mencintaiku?
Ia masih tidak percaya jika ia seberuntung ini.Entah kebaikan apa yang telah ia perbuat selama ini hingga ia bisa dicintai lelaki sempurna seperti Dennis Atmajaya.
__ADS_1
_______
Terima kasih untuk tetap sabar menunggu up-nya,terima kasih atas setiap jejak terbaiknya.